Telah menceritakan kepada kami Isma'il berkata, telah menceritakan kepadaku Malik dari Makhramah bin Sulaiman dari Kuraib mantan budak Ibnu 'Abbas, bahwa 'Abdullah bin 'Abbas mengabarkan kepadanya, bahwa ia pada suatu malam pernah bermalam di rumah Maimunah, isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan bibinya dari pihak ibu. Katanya, "Aku berbaring di sisi bantal sementara Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan isterinya berbaring pada bagian panjang (tengahnya). Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu tidur hingga pada tengah malam, atau kurang sedikit, atau lewat sedikit, beliau bangun dan duduk sambil mengusap sisa-sisa kantuk yang ada di wajahnya dengan tangan. Beliau kemudian membaca sepuluh ayat terakhir dari Surah Ali 'Imran. Kemudian berdiri menuju tempat wudlu, beliau lalu berwudlu dengan memperbagus wudlunya, lalu shalat." Ibnu 'Abbas berkata, "Maka akupun ikut dan melakukan sebagaimana yang beliau lakukan, aku lalu berdiri di sampingnya. Beliau kemudian meletakkan tangan kanannya di kepalaku seraya memegang telingaku hingga menggeserku ke sebelah kanannya. Kemudian beliau shalat dua rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian witir. Setelah itu beliau tidur berbaring hingga tukang adzan mendatanginya, beliau lalu berdiri dan shalat dua rakaat ringan, kemudian keluar untuk menunaikan shalat Subuh." (No. Hadist: 177 dalam KITAB SHAHIH BUKHARI)
"Setiap orang boleh diambil perkataannya dan boleh pula ditolak, kecuali perkataan penghuni qubur ini" (sambil menunjuk kearah makam Nabi SAW). [Pesan Imam Malik]---"Tidak boleh diterima perkataan seseorang jika berlawanan dengan sunnah Rasulullah SAW." [Pesan Imam Syafi'i]---"Apabila telah shah satu hadits, maka itulah madzhabku." [Pesan Imam Syafi'i]--- Tambahan Artikel Renungan: Renungan Jumat
Senin, 24 Maret 2014
Senin, 17 Maret 2014
Siapakah yang dapat Menolong Kita
Siapakah yang dapat menolong kita ...?
Seorang yang memiliki kekuatan, dan jenius serta angkuh tentu berkata,"Hanya kitalah yang dapat menolong diri kita sendiri"
Namun seorang mukmin, baik yang memiliki kelebihan ataupun tidak, hendaknya mengatakan,"Hanya Allah yang dapat menolong kita".
Mengapa demikian?
Karena:
1. Bagi seseorang yg memiliki kemampuan, sesungguhnya kemampuan itu milik Allah, dan pemberian dariNya. Sehingga dengan kemampuan dirinya sendiri itu ia dapat mengatasi masalahnya sendiri. Dan setelah ia ingat, kalau kemampuan itu adalah milik Allah dan pemberian dariNya, maka ia segera sadar, berarti yg menolong ia, bukanlah dirinya sendiri, namun Allah, karena Allah-lah yg telah memberikan karunia kemampuan itu. Sehingga selayaknya ia mengatakan,"Hanya Allah yang dapat menolong kita".
Seorang yang memiliki kekuatan, dan jenius serta angkuh tentu berkata,"Hanya kitalah yang dapat menolong diri kita sendiri"
Namun seorang mukmin, baik yang memiliki kelebihan ataupun tidak, hendaknya mengatakan,"Hanya Allah yang dapat menolong kita".
Mengapa demikian?
Karena:
1. Bagi seseorang yg memiliki kemampuan, sesungguhnya kemampuan itu milik Allah, dan pemberian dariNya. Sehingga dengan kemampuan dirinya sendiri itu ia dapat mengatasi masalahnya sendiri. Dan setelah ia ingat, kalau kemampuan itu adalah milik Allah dan pemberian dariNya, maka ia segera sadar, berarti yg menolong ia, bukanlah dirinya sendiri, namun Allah, karena Allah-lah yg telah memberikan karunia kemampuan itu. Sehingga selayaknya ia mengatakan,"Hanya Allah yang dapat menolong kita".
Senin, 10 Maret 2014
Suara Rakyat adalah Suara Tuhan ???
Akhir² ini ada sekelompok orang yg mengatakan "SUARA RAKYAT ADALAH SUARA TUHAN".
Sebaiknya jika ia seorang mukmin, maka jng mengatakan hal yg demikian. Mengapa?
Karena mengatakan seperti ini berarti:
1. Meragukan Kerasulan Muhammad SAW
2. Meragukan bahwa Allah adalah Tuhan yg disebut Nabi SAW.
3, Meragukan Al Qur'an sebagai firman Allah (karena menganggap suara rakyat adalah suara Tuhan sedangkan Al Qur'an bukan. Al Qur'an bukanlah perkataan rakyat sehingga dapat disebut bukan firman Tuhan)
Minggu, 09 Maret 2014
Waktu-Waktu Sholat Fardlu
Sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui waktu² sholat fardlu. Ada 2 alasan penting, mengapa kita wajib mengetahui kapan datangnya sholat fardlu.
Sebagaimana telah diketahui, bahwa waktu-waktu sholat fardlu ditentukan oleh peredaran matahari mengelilingi Bumi dipandang dari sudut pandang kita, dan ditempat kita berada saat itu.
Alasan ke 1 adalah:
Pada saat normal, atau saat kita bermukim pada suatu tempat tertentu, maka cukuplah dengan melihat jadwal waktu sholat atau menunggu suara adzan dari Masjid.
Namun bagaimana jika kita bepergian pada suatu tempat yg jauh dan sulit untuk melihat jadwal sholat? Maka jawabannya adalah, pergunakan sarana visual kita (mata) untuk melihat waktu sholat dari tanda² alam (misalnya dari pergerakan matahari). Untuk mengetahui waktu sholat dari tanda² alam tentunya perlu ilmu supaya kita bisa mengetahui awal dan akhir dari waktu suatu sholat fardlu.
Pada saat normal, atau saat kita bermukim pada suatu tempat tertentu, maka cukuplah dengan melihat jadwal waktu sholat atau menunggu suara adzan dari Masjid.
Namun bagaimana jika kita bepergian pada suatu tempat yg jauh dan sulit untuk melihat jadwal sholat? Maka jawabannya adalah, pergunakan sarana visual kita (mata) untuk melihat waktu sholat dari tanda² alam (misalnya dari pergerakan matahari). Untuk mengetahui waktu sholat dari tanda² alam tentunya perlu ilmu supaya kita bisa mengetahui awal dan akhir dari waktu suatu sholat fardlu.
Alasan ke 2:
Adzan itu menandakan masuknya waktu tertentu, dan bukan waktu tertentu itu ditentukan dengan adzan. Sehingga bisa jadi, seorang muadzin keliru menentukan waktu, ketika mengumandangkan adzan.
Kok bisa muadzin keliru? Banyak sebabnya, diantaranya muadzin yg kurang konsentrasi melihat jam, ngantuk, jamnya telat atau terlalu cepat, hingga perlu dicocokkan lagi dengan jam yang tepat (misal jam di HaPe yang aktif/online), atau karena yang lain.
Karena itu, kita harus berhati-hati, dan selayaknya sedikit tahu, bagaimana cara menentukan waktu adzan untuk sholat fardlu.
إِنَّ بِلَالًا يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ، فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى تَسْمَعُوا تَأْذِينَ ابْنِ أُمِّ مَكْتُومٍ
“Sesungguhnya Bilal beradzan di malam hari, maka makan dan minumlah kalian sampai mendengar adzannya Ibnu Ummu Maktum” (HR. Imam Muslim).
sabda Rasulullah dalam hadits yang lain sebagai berikut:
لَا يَمْنَعَنَّ أَحَدًا مِنْكُمْ أَذَانُ بِلَالٍ - أَوْ قَالَ نِدَاءُ بِلَالٍ - مِنْ سُحُورِهِ، فَإِنَّهُ يُؤَذِّنُ - أَوْ قَالَ يُنَادِي - بِلَيْلٍ، لِيَرْجِعَ قَائِمَكُمْ وَيُوقِظَ نَائِمَكُمْ
“Janganlah adzannya Bilal—atau Rasul berkata ‘panggilannya Bilal’—mencegah seorang di antara kalian dari santap sahurnya. Sesungguhnya Bilal beradzan—atau Rasul berkata ‘Bilal memanggil’—di malam hari agar orang yang sedang shalat malam di antara kalian pulang dan membangunkan orang yang tidur di antara kalian.” (HR. Imam Muslim)
Hadits-hadits diatas menunjukkan bahwa adzan bisa diluar waktu sholat fardlu, yakni adzan malam sebelum waktu subuh. Karena itu perlu ilmu supaya bisa mengetahui waktu² sholat fardlu. Tidak boleh mengumandangkan adzan diluar waktu sholat fardlu kecuali adzan dimalam hari sebelum waktu subuh.
Imam As-Syairazi di dalam kitabnya Al-Muhadzdzab menuturkan:
ولا يَجُوزُ الْأَذَانُ لِغَيْرِ الصُّبْحِ قَبْلَ دُخُولِ الْوَقْتِ لِأَنَّهُ يُرَادُ لِلْإِعْلَامِ بِالْوَقْتِ فَلَا يَجُوزُ قَبْلَهُ واما الصبح فيجوز ان يؤذن له بَعْدَ نِصْفِ اللَّيْلِ
Artinya: “Tidak diperbolehkan untuk selain shalat subuh adzan sebelum masuk waktunya. Karena adzan itu dimaksudkan untuk memberitahu masuknya waktu shalat, maka tidak boleh adzan dilakukan sebelum waktunya. Kecuali shalat subuh maka diperbolehkan adzan dilakukan setelah lewat tengah malam” (Abu Ishak As-Syairazi, Al-Muhadzdzab, [Beirut: Darul Fikr, 2005], juz I, hal. 78).
Berikut ini adalah sedikit uraian mengenai waktu sholat fardlu, yg dilihat dari tanda² alam/matahari.
QS. 4. An Nisaa':
فَإِذَا قَضَيْتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذْكُرُواْ ٱللَّهَ قِيَـٰماً وَقُعُوداً وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ فَإِذَا ٱطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَـٰباً مَّوْقُوتاً
"103. Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman."
QS. 4. An Nisaa':
فَإِذَا قَضَيْتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذْكُرُواْ ٱللَّهَ قِيَـٰماً وَقُعُوداً وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ فَإِذَا ٱطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَـٰباً مَّوْقُوتاً
"103. Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman."
Senin, 03 Maret 2014
Minta Kaya atau Miskin?
Q.S. 17.Al Israa':18
Di dalam Tafsir Ibnu Katsir tertulis sebagai berikut:
Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. (Q.S. 17:18) Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan Akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah Mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik. (Q.S. 17:18).
مَّن كَانَ يُرِيدُ ٱلْعَـٰجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَآءُ لِمَن نُّرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَـٰهَا مَذْمُومًا مَّدْحُورًا
Di dalam Tafsir Ibnu Katsir tertulis sebagai berikut:
Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. (Q.S. 17:18) Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan Akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah Mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik. (Q.S. 17:18).
Senin, 24 Februari 2014
Seluruh umat Muhammad SAW akan masuk Surga kecuali yang Enggan
Sesungguhnya Rasulullah SAW. sangat mencintai umatnya ...
Beliau tidak ingin umatnya celaka atau berakhir (kematian) dng keburukan ...
Sangat sedih hati beliau bila melihat umatnya masuk Neraka ...
Sudah banyak usaha beliau, supaya umatnya tidak masuk Neraka ...
Melalui contoh yg baik, perkataan yg baik, perbuatan yg baik dan juga dng doa ...
Yang kesemuanya dapat dilihat dengan jelas dan dapat ditiru dng mudah ...
Bagaimana kita dijaman sekarang supaya bisa selamat dari Neraka?
Yakni dng berpegang kepada Al Qur'an, dan Sunnah Nabi SAW ...
Sunnah Nabi SAW yg berasal dari Hadits yg Shohih dan Mutawatir, atau setidaknya hadits hasan ...
Kita kadangkala enggan dng sunnah Nabi SAW, dan malah lebih cenderung kepada dunia ...
Mengejar kekayaan dunia, yg jelas terlihat hasilnya dan cenderung meremehkan agama yg tidak terlihat jelas hasilnya ...
Kekayaan dunia yg menggiurkan namun sesungguhnya malah berbahaya ...
Bagaikan laron yg mendekati dan mengerumuni api dng suka cita ...
Namun ia tidak sadar, kalau tidak hati² dirinya bisa terbakar ...
Beliau tidak ingin umatnya celaka atau berakhir (kematian) dng keburukan ...
Sangat sedih hati beliau bila melihat umatnya masuk Neraka ...
Sudah banyak usaha beliau, supaya umatnya tidak masuk Neraka ...
Melalui contoh yg baik, perkataan yg baik, perbuatan yg baik dan juga dng doa ...
Yang kesemuanya dapat dilihat dengan jelas dan dapat ditiru dng mudah ...
Bagaimana kita dijaman sekarang supaya bisa selamat dari Neraka?
Yakni dng berpegang kepada Al Qur'an, dan Sunnah Nabi SAW ...
Sunnah Nabi SAW yg berasal dari Hadits yg Shohih dan Mutawatir, atau setidaknya hadits hasan ...
Kita kadangkala enggan dng sunnah Nabi SAW, dan malah lebih cenderung kepada dunia ...
Mengejar kekayaan dunia, yg jelas terlihat hasilnya dan cenderung meremehkan agama yg tidak terlihat jelas hasilnya ...
Kekayaan dunia yg menggiurkan namun sesungguhnya malah berbahaya ...
Bagaikan laron yg mendekati dan mengerumuni api dng suka cita ...
Namun ia tidak sadar, kalau tidak hati² dirinya bisa terbakar ...
Senin, 17 Februari 2014
Ilmu Allah meliputi Segalanya
Sesungguhnya Allah Mahamengetahui ...
Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka ...
Allah juga mengetahui apa-apa yang di belakang mereka ...
Allah mengetahui masa depan mereka ...
Allah mengetahui akhir dari nasib mereka ...
Apakah mereka itu akan masuk Surga ataukah Neraka ...
Allah juga mengetahui sejarah mereka dan nenek moyang mereka ...
Allah juga mengetahui semua hal sebelum mereka dilahirkan ...
Allah juga mengetahui bisikan halus dihati mereka ...
Namun mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah ...
Melainkan terhadap apa-apa yang memang dikehendaki-Nya ...
Yakni bagi sebagian orang dikehendaki-Nya, diantaranya adalah para Nabi ...
Tetaplah berdo'a, beribadah, dan beramal melakukan kebaikan untuk mendapatkan RidloNya ...
Karena sesungguhnya setiap orang akan di-MUDAH-kan untuk melakukan apa-apa yang telah menjadi takdirnya ...
Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka ...
Allah juga mengetahui apa-apa yang di belakang mereka ...
Allah mengetahui masa depan mereka ...
Allah mengetahui akhir dari nasib mereka ...
Apakah mereka itu akan masuk Surga ataukah Neraka ...
Allah juga mengetahui sejarah mereka dan nenek moyang mereka ...
Allah juga mengetahui semua hal sebelum mereka dilahirkan ...
Allah juga mengetahui bisikan halus dihati mereka ...
Namun mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah ...
Melainkan terhadap apa-apa yang memang dikehendaki-Nya ...
Yakni bagi sebagian orang dikehendaki-Nya, diantaranya adalah para Nabi ...
Tetaplah berdo'a, beribadah, dan beramal melakukan kebaikan untuk mendapatkan RidloNya ...
Karena sesungguhnya setiap orang akan di-MUDAH-kan untuk melakukan apa-apa yang telah menjadi takdirnya ...
Senin, 10 Februari 2014
Hak Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang wajib ditunaikan oleh umatnya
Perlu diketahui bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memiliki hak yang
wajib ditunaikan untuknya. Supaya dapat menyempurnakan kebaikan yang kita
peroleh dan dapat berjalan di atas jalan yang benar dengan baik.
Di antara hak-hak Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang wajib ditunaikan oleh umatnya adalah:
Beriman secara jujur kepadanya yang direalisasikan dalam ucapan dan perbuatan. Membenarkan seluruh ajaran yang dibawanya. Wajib mentaatinya dan tidak mendurhakai perintah-perintahnya. Wajib berhukum kepadanya dan menerima dengan lapang segala keputusannya. Menempatkan beliau sesuai dengan kedudukannya tanpa sikap berlebih-lebihan atau malah memandang remeh. Selalu mengikuti beliau serta menjadikannya sebagai teladan dan panutan dalam segala perkara. Lebih mencintai beliau daripada mencintai keluarga, harta, anak dan seluruh manusia. Menghormati dan memuliakan beliau, menolong agama yang beliau bawa dan membela sunnah beliau serta menghidupkan sunnah itu di tengah-tengah umat manusia. Mencintai sahabat-sahabat beliau yang mulia serta senantiasa mendoakan kebaikan bagi mereka. Membela kehormatan mereka serta menelaah peri kehidupan mereka. Termasuk bentuk mencintai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah banyak-banyak bershalawat untuk beliau. Allah berfirman:
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰئِكَـتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ يٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيْهِ وَسَلِّمُواْ تَسْلِيماً
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (Al-Ahzab: 56)
Di antara hak-hak Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang wajib ditunaikan oleh umatnya adalah:
Beriman secara jujur kepadanya yang direalisasikan dalam ucapan dan perbuatan. Membenarkan seluruh ajaran yang dibawanya. Wajib mentaatinya dan tidak mendurhakai perintah-perintahnya. Wajib berhukum kepadanya dan menerima dengan lapang segala keputusannya. Menempatkan beliau sesuai dengan kedudukannya tanpa sikap berlebih-lebihan atau malah memandang remeh. Selalu mengikuti beliau serta menjadikannya sebagai teladan dan panutan dalam segala perkara. Lebih mencintai beliau daripada mencintai keluarga, harta, anak dan seluruh manusia. Menghormati dan memuliakan beliau, menolong agama yang beliau bawa dan membela sunnah beliau serta menghidupkan sunnah itu di tengah-tengah umat manusia. Mencintai sahabat-sahabat beliau yang mulia serta senantiasa mendoakan kebaikan bagi mereka. Membela kehormatan mereka serta menelaah peri kehidupan mereka. Termasuk bentuk mencintai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah banyak-banyak bershalawat untuk beliau. Allah berfirman:
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰئِكَـتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ يٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيْهِ وَسَلِّمُواْ تَسْلِيماً
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (Al-Ahzab: 56)
Senin, 03 Februari 2014
Keberanian dan Ketabahan Rasulullah
Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam mempunyai keberanian yang mengagumkan dan tiada
tandingannya dalam membela agama dan menegakkan kalimatullah Ta'ala. Beliau
mempergunakan nikmat-nikmat Allah Ta'ala yang dicurahkan atas beliau pada tempat
yang semestinya. 'Aisyah radhiyallahu 'anha telah mengungkapkan hal itu dalam
sebuah hadits:
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah sama sekali memukul seorangpun kecuali dalam rangka berjihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Beliau tidak pernah memukul pelayan dan kaum wanita." (HR. Muslim)
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah sama sekali memukul seorangpun kecuali dalam rangka berjihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Beliau tidak pernah memukul pelayan dan kaum wanita." (HR. Muslim)
Senin, 27 Januari 2014
Menunaikan Hak
Hak-hak yang
wajib ditunaikan seorang insan sangat banyak. Disana ada hak Allah Ta'ala, hak
keluarga, hak diri pribadi maupun hak orang lain. Tahukah kamu bagaimana
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membagi waktunya dalam sehari untuk
menunaikan hak-hak tersebut?
Anas bin Malik radhiallaahu anhu menuturkan: "Tiga orang sahabat pernah datang ke rumah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk menanyakan ibadah yang beliau lakukan. Setelah diceritakan tentang ibadah beliau, mereka merasa ibadah yang mereka kerjakan terlalu sedikit dibandingkan dengan ibadah beliau. Mereka berkata: "Alangkah jauh kedudukan kita dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam! padahal telah diampuni dosa beliau yang lalu maupun yang akan datang. Seorang di antara mereka berkata: "Aku akan shalat malam selamanya." Yang lain berkata: "Sedangkan aku akan berpuasa terus menerus tanpa berbuka." Seorang lagi berkata: "Adapun aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selamanya." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam e mendatangi mereka dan berkata:
"Kaliankah yang mengatakan begini dan begini?! Demi Allah, aku adalah orang yang paling takut kepada Allah Subhanahu wata’ala dan yang paling bertakwa kepada-Nya dari pada kalian semua. Akan tetapi aku berpuasa dan berbuka, aku shalat malam dan juga tidur, aku juga menikahi wanita. Barangsiapa yang membenci Sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku." (Muttafaq 'alaih)
Anas bin Malik radhiallaahu anhu menuturkan: "Tiga orang sahabat pernah datang ke rumah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk menanyakan ibadah yang beliau lakukan. Setelah diceritakan tentang ibadah beliau, mereka merasa ibadah yang mereka kerjakan terlalu sedikit dibandingkan dengan ibadah beliau. Mereka berkata: "Alangkah jauh kedudukan kita dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam! padahal telah diampuni dosa beliau yang lalu maupun yang akan datang. Seorang di antara mereka berkata: "Aku akan shalat malam selamanya." Yang lain berkata: "Sedangkan aku akan berpuasa terus menerus tanpa berbuka." Seorang lagi berkata: "Adapun aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selamanya." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam e mendatangi mereka dan berkata:
"Kaliankah yang mengatakan begini dan begini?! Demi Allah, aku adalah orang yang paling takut kepada Allah Subhanahu wata’ala dan yang paling bertakwa kepada-Nya dari pada kalian semua. Akan tetapi aku berpuasa dan berbuka, aku shalat malam dan juga tidur, aku juga menikahi wanita. Barangsiapa yang membenci Sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku." (Muttafaq 'alaih)
Senin, 20 Januari 2014
Dzikir Rasulullah
Nabi umat ini
sekaligus murabbi (pembimbing) yang handal dan terdepan memiliki komitmen yang
sangat besar dalam beribadah. Beliau selalu menghubungkan hatinya dengan Allah
Ta'ala. Tidak sedikitpun waktu yang terlewat tanpa dzikrullah, tahmid, syukur,
istighfar dan taubat. Padahal telah diampuni dosa-dosa beliau yang lalu maupun
yang akan datang. Namun beliau senantiasa menjadi hamba yang bersyukur, nabi
yang mensyukuri karunia Allah dan rasul yang selalu memuji keagungan-Nya. Beliau
mengenal kebesaran Allah, dengan itu beliau senantiasa memuji-Nya, memohon
kepada-Nya dan kembali menuju ampunan-Nya. Beliau mengetahui betapa berharga
waktu yang diberikan, beliau pergunakan sebaik-baiknya dengan selalu mengisi
waktu dalam ketaatan dan ibadah.
'Aisyahradhiyallahu 'anhaberkata:
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam senantiasa berdzikir kepada Allah setiap waktu." (HR. Muslim)
'Aisyahradhiyallahu 'anhaberkata:
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam senantiasa berdzikir kepada Allah setiap waktu." (HR. Muslim)
Senin, 13 Januari 2014
Membela Kehormatan Orang Lain
Majlis yang
paling mulia adalah majlis dzikir dan ilmu. Sekarang, bagaimana menurutmu bila
seorang manusia terpilih dan pembimbing umat maju mengetengahkan pembicaraan dan
pengarahan dan bimbingannya!
Beliau selalu mengoreksi orang yang keliru, meluruskan kesalahan orang yang jahil, memperingatkan orang yang lalai, sama sekali tidak di dapatkan dalam majlis beliau kecuali kebaikan-kebaikan. Hal itu adalah salah satu bukti kesucian majlis dan ketulusan hati beliau . Beliau selalu menyimak dengan baik dan mendengarkan dengan saksama orang yang berbicara kepada-nya. Akan tetapi beliau tidak mau mendengarkan ghibah (gunjingan) dan tidak rela mendengarkan namimah (hasutan) dan buhtan (tuduhan palsu dan ucapan bohong). Beliau selalu membela kehormatan orang lain.
Beliau selalu mengoreksi orang yang keliru, meluruskan kesalahan orang yang jahil, memperingatkan orang yang lalai, sama sekali tidak di dapatkan dalam majlis beliau kecuali kebaikan-kebaikan. Hal itu adalah salah satu bukti kesucian majlis dan ketulusan hati beliau . Beliau selalu menyimak dengan baik dan mendengarkan dengan saksama orang yang berbicara kepada-nya. Akan tetapi beliau tidak mau mendengarkan ghibah (gunjingan) dan tidak rela mendengarkan namimah (hasutan) dan buhtan (tuduhan palsu dan ucapan bohong). Beliau selalu membela kehormatan orang lain.
Senin, 06 Januari 2014
Makanan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam
Meja makan dan
piring silih berganti dipajang di rumah para pembesar kaum dan para penguasa.
Lain halnya dengan
Nabi umat ini, padahal negara beserta rakyatnya di bawah kekuasaan beliau. Unta
yang penuh dengan muatan tiada henti-hentinya datang kepada beliau. Emas dan
perak selalu terhampar di hadapan beliau. Tahukah kamu makanan dan minuman
beliau? Apakah seperti hidangan para raja? Atau lebih mewah dari itu? Ataukah
seperti hidangan orang-orang kaya dan bergelimang harta? atau lebih lengkap dan
lebih komplit? janganlah terkejut melihat hidangan Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam yang sederhana lagi memprihatinkan. Anas bin Malik
mengungkapkan kepada kita sebagai berikut: "Rasulullah tidak pernah makan siang
dan makan malam dengan daging beserta roti kecuali bila menjamu para tamu." (HR.
At-Tirmidzi)
Senin, 30 Desember 2013
Bingkisan dan Tamu Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam
Sentuhan
perasaan dan gejolak emosional adalah sesuatu yang selalu hadir dan dibutuhkan
dalam kehidupan seorang insan, baik di tengah masyarakat, keluarga maupun di
dalam rumahnya. Bingkisan hadiah adalah salah satu sarana untuk merekatkan hati
dan meluluhkan dendam serta amarah.
'Aisyah Radhiallaahu anhu menuturkan: "Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa menerima bingkisan hadiah dan membalas bingkisan itu." (HR. Bukhari)
'Aisyah Radhiallaahu anhu menuturkan: "Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa menerima bingkisan hadiah dan membalas bingkisan itu." (HR. Bukhari)
Senin, 23 Desember 2013
Tawadhu' Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam
Rasulullah
Shalallaahu alaihi wasalam adalah seorang yang sangat elok akhlaknya dan sangat
agung wibawanya. Akhlak beliau adalah Al-Qur'an sebagaimana yang dituturkan
'Aisyah Radhiallahu'anha, ia berkata: "Akhlak Rasulullah Shalallaahu alaihi
wasalam adalah Al-Qur'an." (HR. Muslim).
Beliau juga pernah bersabda:
"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad)
Beliau juga pernah bersabda:
"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad)
Senin, 16 Desember 2013
Kehalusan, Kelemah lembutan dan Kesabaran Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam
Dari Mutharrif –yakni bin Abdillah bin Asy Syikhkhir- dari bapaknya –yakni Abdullah bin Asy Syikhkhir Radhiallaahu anhu - ia berkata:
Aku datang menemui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ketika beliau sedang shalat. Dari rongga dada beliau keluar suara seperti bunyi air yang tengah mendidih di dalam kuali, disebabkan tangis beliau." (HR. Abu Daud)
Senin, 09 Desember 2013
Shalat Sunnah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam di Rumah
Rumah yang tegak
di atas pilar-pilar keimanan, penuh dengan ibadah dan dzikir, itulah rumah
idaman. Rasulullah
Shalallaahu alaihi wasalam mewasiatkan agar rumah kita seperti itu. Beliau
Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
"Lakukanlah beberapa shalat-shalat
sunnah di rumahmu. Jangan jadikan rumahmu bagaikan kuburan." (HR. Al-Bukhari)
Senin, 02 Desember 2013
Shalat Malam Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam
Malam telah
datang menjelang di langit kota Madinah, suasana gelap menyelimuti jagad raya.
Namun Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menerangi sudut-sudut kota dan
menghidupkan malamnya. Beliau bermunajat kepada Allah Ta'ala Rabb alam semesta.
Beliau memohon kepada Dzat yang mengurus segala perkara guna melaksanakan
perintah Sang Pencipta:
يٰۤأَيُّهَا ٱلْمُزَّمِّلُ * قُمِ ٱلَّيْلَ إِلاَّ قَلِيلاً * نِّصْفَهُ أَوِ ٱنقُصْ مِنْهُ قَلِيلاً * أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلاً
"Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu, Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan." (Al-Muzzammil: 1-4)
يٰۤأَيُّهَا ٱلْمُزَّمِّلُ * قُمِ ٱلَّيْلَ إِلاَّ قَلِيلاً * نِّصْفَهُ أَوِ ٱنقُصْ مِنْهُ قَلِيلاً * أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلاً
"Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu, Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan." (Al-Muzzammil: 1-4)
Langganan:
Postingan (Atom)