Senin, 09 Desember 2013

Shalat Sunnah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam di Rumah

Rumah yang tegak di atas pilar-pilar keimanan, penuh dengan ibadah dan dzikir, itulah rumah idaman. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam mewasiatkan agar rumah kita seperti itu. Beliau Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
"Lakukanlah beberapa shalat-shalat sunnah di rumahmu. Jangan jadikan rumahmu bagaikan kuburan." (HR. Al-Bukhari)
Ibnul Qayyim –rahimahullah- berkata: "Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam mengerjakan seluruh shalat-shalat sunnat di rumah. Demikian pula shalat sunnah yang tidak berkaitan dengan tempat tertentu, beliau lebih suka mengerjakannya di rumah. Terutama shalat sunnat ba'diyah maghrib, tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa beliau pernah mengerjakannya di masjid. Ada beberapa faidah mengerjakan shalat sunnah di rumah, di antaranya:

1. Meneladani sunnah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam .
2. Mengajarkan tata cara shalat kepada istri dan anak-anak.
 

3. Mengusir setan-setan dari rumah disebabkan dzikir dan tilawah Al-Quran.
4. Lebih membantu dalam mencapai ibadah yang ikhlas dan jauh dari penyakit riya'

Setelah Sholat Subuh berjamaah:
 
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tetap duduk di tempat selepas shalat shubuh untuk berdzikir menyebut asma Allah Subhannahu wa Ta'ala sampai terbit matahari. Kemudian beliau mengerjakan shalat dua rakaat. Jabir bin Samurah Radhiallaahu anhu menceritakan kepada kita:
Biasanya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam selalu duduk di tempat shalat seusai menunaikan shalat subuh sampai matahari benar-benar meninggi." (HR. Muslim)

Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menganjurkan umatnya agar mengamalkan sunnah yang agung tersebut. Beliau menyebutkan pahala dan balasan yang besar bagi orang yang mengamalkannya.

Dari Anas bin Malik Radhiallaahu anhu ia berkata: Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pernah bersabda:
"Barang siapa yang ikut shalat fajar berjamaah di masjid, lalu duduk berdzikir mengingat Allah Subhannahu wa Ta'ala sampai matahari terbit, kemudian mengerjakan shalat dua rakaat, maka baginya pahala bagaikan orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah dengan sempurna, sempurna dan sempurna." (HR. At-Tirmidzi)  


Ada suatu amalan yg kalau dikerjakan, pahalanya seperti orang yg shalat fajar berjamaah di masjid, lalu duduk berdzikir mengingat Allah sampai matahari terbit, kemudian mengerjakan shalat dua rakaat, yakni: Subhanallahi wa bihamdihi 'adada kholqih, wa ridloo nafsih, wa zinata 'arsyih, wa midada kalimatih.

Sholat Dhuha Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam:

Mu'adzah berkata: "Aku bertanya kepada 'Aisyah Radhiallaahu anha: "Apakah Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam sering mengerjakan shalat Dhuha?" ia menjawab: "Tentu, beliau sering mengerjakan shalat Dhuha empat rakaat bahkan lebih dari itu seluang waktu yang diberikan Allah Subhannahu wa Ta'ala ." (HR. Muslim)

Bahkan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam juga mewasiatkan hal itu. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu ia berkata:
Kekasihku (Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ) telah mewasiatkan kepadaku agar berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, agar mengerjakan shalat duha dan agar aku mengerjakan shalat witir sebelum tidur." (Muttafaq 'alaih) 
-------------
Sumber dicuplik dan diedit dari buku Sehari Di Kediaman Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam, oleh : Syaikh Abdul Malik bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Qasim

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar