Sabtu, 21 Juli 2012

Mengapa kita harus Mengajak kebaikan dan Mencegah kemungkaran ?

Suatu ketika, ada suatu kaum yg menghuni suatu perkampungan ...
Diantara kaum itu ada yg berbuat durhaka kepada Allah SWT, dng melanggar perintahNya dan malah mengerjakan laranganNya ...

Hingga terpecahlah para ulama diantara mereka ...
Terdapat 2 kelompok:
1. Kelompok pertama mendiamkan saja, terhadap perbuatan buruk kaumnya.
2. Kelompok kedua memberikan peringatan, terhadap perbuatan buruk kaumnya.


Kelompok pertama berkata kepada kelompok kedua : "Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka, atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?"
Dan dijawab oleh kelompok kedua: "Agar kami mempunyai alasan unt melepas tanggung jawab kepada Allah, bahwa sesungguhnya kami telah melaksanakan perintahNya untuk memberikan peringatan, dan supaya mereka yg berdosa itu mau bertakwa ... "

Maka tatkala kaum yang berdosa, yakni yg melanggar perintah Allah, melupakan apa2 yang diperingatkan kepada mereka dan malah mengabaikan peringatan ulamanya ...
Ditimpakanlah kepada orang-orang yang zalim dan berbuat dosa tersebut dng siksaan yang sangat keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik dan dosa ...
Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat, yakni ulama pada kelompok kedua ...

Bagaimanakah dng nasib ulama kelompok pertama ? Hanya Allah yg tahu nasib mereka, apakah mereka juga dihancurkan seperti kaum yg durhaka, ataukah Allah malah mengampuni mereka ...
Hal ini menandakan betapa hina dan tidak pentingnya ulama kelompok pertama, sehingga Allah mengabaikan mereka dan tidak termasuk golongan yg PASTI diselamatkan oleh Allah SWT ...

QS 7. Al A'raaf:164-165

وَإِذْ قَالَتْ أُمَّةٌ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْمًا ٱللَّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَاباً شَدِيدًا قَالُواْ مَعْذِرَةً إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِ أَنجَيْنَا ٱلَّذِينَ يَنْهَوْنَ عَنِ ٱلسُّوۤءِ وَأَخَذْنَا ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ بِعَذَابٍ بَئِيسٍ بِمَا كَانُواْ يَفْسُقُونَ

"Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: "Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?" Mereka menjawab: "Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu[Alasan mereka itu ialah bahwa mereka telah melaksanakan perintah Allah untuk memberi peringatan], dan supaya mereka bertakwa. "

"Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik. "

"ORANG BAIK" ITU BANYAK TEMAN,  TETAPI "PENYERU KEBAIKAN" AKAN BANYAK MUSUH
 Imam Ibnu Qudamah pernah ditanya, "Apa bedanya Orang Baik (Shalih) dan Penyeru Kebaikan (Mushlih)?"

Beliau menjawab:
 *الصالح خيره لنفسه والمصلح خيره لنفسه ولغيره.*

1. Orang Baik (Shalih), melakukan kebaikan untuk dirinya, sedangkan Penyeru Kebaikan (Muslih) mengerjakan kebaikan untuk dirinya dan untuk orang lain.

*الصالح  تحبُه الناس. والمصلح تعاديه الناس .*

2. Orang Baik, dicintai manusia, Penyeru Kebaikan dimusuhi manusia.

Beliau ditanya lagi oleh muridnya, "Kenapa demikian?"

Jawabnya:
*الحبيب المصطفى(صلى الله عليه وسلم) قبل البعثة أحبه قومه  لأنه صالح .*

Rasulullah sebelum diutus sebagai Rasul, beliau dicintai oleh kaumnya karena beliau adalah orang baik.

*ولكن لما بعثه الله تعالى صار مصلحًا فعادوه وقالوا ساحر كذاب مجنون.*

Namun ketika Allah ta'ala mengutus nya sebagai Penyeru Kebaikan, kaum nya langsung memusuhinya dengan menggelarinya sebagai Tukang sihir, Pendusta, Gila, dll.

Ibnu Qudamah kemudian menambah kan:
 *لأن المصلح يصطدم بصخرة*
*أهواء من يريد أن يصلح من فسادهم*

Karena Penyeru Kebaikan 'menyikat' batu besar nafsu angkara dan memperbaikinya dari kerusakan.

Itulah sebabnya kenapa Luqman al Hakim menasihati anaknya agar BERSABAR ketika melakukan perbaikan, karena dia pasti akan menghadapi permusuhan. Disebutkan dalam Al Quran:

*يا بني أقم الصلاة وأمر بالمعروف وانهَ عن المنكر واصبر على ما أصابك.*

"(Lukman berkata) Hai anakku tegakkan shalat, perintahkan kebaikan, laranglah kemungkaran, dan bersabar lah atas apa yang menimpamu."

Berkata Ahlul Ilmi:

*مصلحٌ واحدٌ أحب إلى الله من آلاف الصالحين.*

"Satu penyeru kebaikan lebih dicintai Allah daripada ribuan orang baik (yang tidak menyerukan kebaikkan)."

Sesungguhnya melalui penyeru kebaikan itulah, Allah menjaga umat ini. Sedang orang baik hanya cukup menjaga dirinya sendiri.


Baca Juga: Mengapa kita harus Mengajak kebaikan dan Mencegah kemungkaran (bag.2) ?    DAN    Dasar Hukum Berdakwah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar