Minggu, 15 Juli 2012

Apakah itu Takwa (Taqwa) ?

Kebanyakan orang menganggap bahwa Takwa atau Taqwa adalah mau Sholat, Zakat, Puasa di bulan Romadlon dan berhaji ...
Sedangkan berhubungan baik terhadap sesama manusia dan alam semesta bukanlah termasuk dalam takwa ...
Benarkah demikian ...? Sedemikian sempitkah arti dan maksud dari Takwa / Taqwa ...?

Hanya masalah rutinitas ibadah, itukah yg disebut Taqwa ... ?

Kalimat taqwa ialah:
1. Kalimat tauhid dan memurnikan ketaatan kepada Allah
2. Memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-perintah-Nya
3. Menjauhi segala larangan-larangan-Nya


Apakah yg disebut taat kepada Allah hanya Sholat, Zakat, Puasa di bulan Romadlon dan berhaji ... ?
Tentu tidak, kalau mengacu pada Al Qur'an, maka sepenuh ketaatan kepada Allah berarti ta'at pada segala hal kepada Allah ...
Takwa (taqwa) tidak hanya Sholat, Zakat, Puasa di bulan Romadlon dan berhaji ...
Namun Taqwa itu adalah sepenuh ketaatan kepada Allah berarti ta'at dalam segala hal kepada Allah ...


Apakah Allah hanya memerintahkan Sholat, Zakat, Puasa di bulan Romadlon dan berhaji dalam Al Qur'an ...?
Tentu tidak, masalah ibadah kepada Allah (hubungan/peribadatan antara makhluk terhadap Tuhannya) hanya terdapat kira² 1/3 Al Qur'an saja, sedangkan 2/3 nya tersebar dalam berbagai hal, misalnya: cara bermua'malah, melestarikan bumi, memilih pasangan hidup dan masih banyak lagi ...

Taqwa yakni sepenuh ketaatan kepada Allah berarti ta'at dalam segala hal kepada Allah ...

Misal:
1. Menghargai alam (maksudnya menjaga kelestarian alam, dng tdk mengexploitasi dan mengekplorasi sekehendak nafsunya sendiri). Bukankah menjaga kelestarian alam juga merupakan perintah Allah sebagai Kholifah dibumi ? Bukankah Allah telah melarang unt melakukan kerusakan dibumi yg diamanahkan kepada manusia ? Sehingga, tidak membuat kerusakan dibumi, itu disebut juga taqwa.
2. Menjaga persaudaraan (hablum min an naas), supaya tidak berkelahi atau berperang yg ujung2nya malah merusak alam (bumi).
3. Atau bermu'amalah yang sesuai Al Qur'an juga termasuk atau hasil dari ketaqwaan.
4. Tidak menyuap, tidak korupsi atau tidak mencuri dan masih banyak lagi yang termasuk taqwa.

Bukankah hal² diatas juga perintah Allah, yg telah disebutkan dalam Al Qur'an ...?

Sekedar tambahan, setiap orang yang melakukan sesuatu, baik itu menolong, membantu atau memberi orang lain sesuatu, pastilah didasari oleh niat. Jika bukan karena didasari atau implementasi dari hati yang bertaqwa, maka sudah dapat dipastikan bahwa niatnya bukan karena Allah. Bisa karena ingin dipuji, takut dirasani, atau ingin dilihat baik dan lain sebagainya.
Nah, niat yang bukan karena Allah ini sangat rentan dng pamrih antar sesama manusia, yang terkadang dapat menimbulkan kejahatan baru. Misalnya, memberi sesuatu supaya nanti dapat dibalas oleh seorang penguasa, maka nantinya si pemberi akan berharap bisa dekat dng penguasa, sehingga proyek² bisa didapatkannya, walaupun sebenarnya ia sendiri tidak layak mendapatkannya. Niat memberi yang bukan karena Allah (yang berarti bukan buah dari ketaqwaan), merupakan pintu pembuka terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme...
Lain halnya kalau segala niat hanya karena Allah, diberi atau tidak diberi sebagai balasan, namun tetap ikhlas berpegang pada tali agama Allah dan hanya berharap kepada Allah saja ...


(Silahkan membaca juga: Tentang takwa dan infaq)


Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

ﻭَﻣَﺎ ﺁﺗَﺎﻛُﻢُ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝُ ﻓَﺨُﺬُﻭﻩُ ﻭَﻣَﺎ ﻧَﻬَﺎﻛُﻢْ ﻋَﻨْﻪُ ﻓَﺎﻧﺘَﻬُﻮﺍ

"Apa-apa yang Rasul bawa kepada kalian maka ambilah dan apa-apa yang beliau larang maka jauhilah.” (QS. Al-Hasyr[59]: 7 ‏)

Hadits Abu Hurairah mengatakan :

ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﻘُﻮْﻝُ : ﻣَﺎ ﻧَﻬَﻴْﺘُﻜُﻢْ ﻋَﻨْﻪُ ﻓَﺎﺟْﺘَﻨِﺒُﻮْﻩُ، ﻭَﻣَﺎ ﺃَﻣَﺮْﺗُﻜُﻢْ ﺑِﻪِ ﻓَﺄْﺗُﻮﺍ ﻣِﻨْﻪُ ﻣَﺎ ﺍﺳْﺘَﻄَﻌْﺘُﻢْ، ﻓَﺈِﻧَّﻤَﺎ ﺃَﻫْﻠَﻚَ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﻣَﻦْ ﻗَﺒْﻠَﻜُﻢْ ﻛَﺜْﺮَﺓُ ﻣَﺴَﺎﺋِﻠِﻬِﻢْ ﻭَﺍﺧْﺘِﻼَﻓُﻬُﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻧْﺒِﻴَﺎﺋِﻬِﻢْ . ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍﻟﺒُﺨَﺎﺭِﻱُّ ﻭَﻣُﺴْﻠِﻢٌ

“ Saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :
apa-apa yang aku larang hendaknya kalian menjauhinya dan apa-apa yang aku perintahkan kepada kalian hendaknya kalian melakukannya semampu kalian .
Karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah binasa karena banyaknya pertanyaan mereka dan perselisihan mereka kepada Nabi-Nabi mereka ”.
‏( HR. Al-Bukhari dan Muslim ‏)

Hadits ini menafsirkan dengan beberapa tambahan. Karena di sini Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :
ﻣَﺎ ﻧَﻬَﻴْﺘُﻜُﻢْ ﻋَﻨْﻪُ ﻓَﺎﺟْﺘَﻨِﺒُﻮْﻩُ
Beliau dahulukan larangan dahulu.. Apa apa yang aku larang, maka jauhilah. Dan apa-apa yang aku perintahkan maka lakukanlah semampu kalian .
Beliau membedakan antara larangan dengan perintah. Untuk larangan, beliau memerintahkan kita untuk menjauhinya secara mutlak. Sedangkan untuk perintah, beliau memerintahkan kita untuk melakukan perintah tersebut semampu kita .
Kenapa demikian? Karena untuk menghindari larangan kita semuanya bisa. Sedangkan untuk menjalankan suatu perintah maka sebagian kita bisa dan sebagian tidak. Maka kita hanya dituntut untuk melakukan perintah tersebut semampu kita .


Berikut ayat2 yg menjelaskan tentang maksud dari arti Takwa :

QS 48. Al Fath:26

إِذْ جَعَلَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِى قُلُوبِهِمُ ٱلْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ ٱلْجَـٰهِلِيَّةِ فَأَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَعَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ وَأَلْزَمَهُمْ كَلِمَةَ ٱلتَّقْوَىٰ وَكَانُوۤاْ أَحَقَّ بِهَا وَأَهْلَهَا وَكَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيماً

"Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat-takwa[Kalimat takwa ialah kalimat tauhid dan memurnikan ketaatan kepada Allah] dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

QS 2. Al Baqarah:2

ذَٰلِكَ ٱلْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

"Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa[memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-perintah-Nya; dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya; tidak cukup diartikan dengan takut saja]"

QS 2. Al Baqarah:11

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لاَ تُفْسِدُواْ فِى ٱلأَرْضِ قَالُوۤاْ إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ

"Dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi[melakukan kerusakan dimuka bumi atau menghasut orang-orang kafir untuk memusuhi dan menentang orang-orang Islam]." Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan." "

QS 8. Al Anfaal:73

وَٱلَّذينَ كَفَرُواْ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ إِلاَّ تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى ٱلأَْرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ

"Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu[Yang dimaksud dengan apa yang telah diperintahkan Allah itu: keharusan adanya persaudaraan yang teguh antara kaum muslimin], niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar."
----------------------
Silahkan baca juga: 1.)Kunci kemakmuran suatu Negeri ...
dan 2.)http://tausyiahaditya.blogspot.com/2012/04/tentang-takwa-dan-infaq.html

5 komentar: