Senin, 23 Februari 2015

Kemanapun Kita lari, Kematian pasti akan Menjemput

Walaupun kita berlindung dibalik benteng yang sangat kuat ...
Walaupun kita berlindung didalam bungker yang sangat kokoh ...
Atau kita berlindung dimanapun juga, kematian pasti akan datang menjemput, jika waktu kita untuk hidup telah habis ...

Andaikan sekian banyak penyebab kematian tidak datang, misalnya kecelakaan, sakit, terbunuh, terjatuh dan masih banyak lagi ...
Maka kematian itu akan datang ketika dia telah menjadi tua atau sangat tua ...
Tentunya kematian cara ini lebih menakutkan, karena ketika  menjadi sangat tua, manusia menjadi pikun dan tidak dapat lagi menikmati kenikmatan dunia ini ...

Senin, 16 Februari 2015

Orang yang Bersin

Sumber: Shahih Sunan Tirmidzi

2741. Mahmud bin Ghailan menceritakan kepada kami, Abu Daud menceritakan kepada kami, Syu'bah mengabarkan kepada kami, Ibnu
Abu Laila mengabarkan kepadaku, dari saudaranya, Isa bin Abdurrahman, dari Abdurrahman bin Abu Laila, dari Abu Ayyub bahwasanya Rasulullah SAW bersabda. "Jika salah seorang dari kalian bersin maka ucapkanlah, Alhamdulillah 'ala kulli haalin(segala puji bagi Allah atas segala sesuatu). Kemudian ucapkanlah kepada orang yang menjawab seperti itu dengan ucapan, Yarhamukumullah (semoga Allah merahmati kalian). Kemudian ia —yg bersin menjawabnya dengan— mengucapkan, Yahdikumullah wa yushlih baalakum (semoga Allah memberikan petunjuk atas kalian dan memperbaiki hati kalian). "
Muhammad bin Al Mutsanna menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ja'far menceritakan kepada kami, Syu'bah menceritakan kepada kami, dari Ibnu Abu Laila... dengan sanad seperti ini.
Ia berkata, "Seperti inilah Syu'bah meriwayatkan hadits ini, dari
Ibnu Abu Lahi'ah, dari Abu Ayyub, dari Rasulullah."
Ibnu Abu Laila bimbang terhadap hadits ini. Terkadang ia berkata, "Dari Abu Ayyub, dari Rasulullah."
Pada kesempatan lain dia berkata, "Dari Ali, dari Rasulullah."
Shahih: Ibnu Majah (3715).
Muhammad bin Basyar dan Muhammad bin Yahya Ats-Tsaqafi Al Marwazi menceritakan kepada kami. Mereka berdua berkata, Yahya bin Said Al Qaththan menceritakan kepada kami, dari Ibnu Abu Laila, dari saudaranya, Isa, dari Abdurrahman bin Abu Laila, dari Ali, dari Rasulullah ... dengan hadits yang sama.

Senin, 09 Februari 2015

Keutamaan 'Ammar bin Yasir radliallahu 'anhu dan Fitnah antara Ali ra - Muawiyah ra.

Mahmud bin Ghailan menceritakan kepada kami, Waki' menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami dari Abdul Malik bin Umair, dari Hilal —budak Rib'i—, dari Rib'i, dari Hudzaifah, ia berkata: Kami duduk-duduk di dekat Nabi SAW, kemudian beliau bersabda, "Sesungguhnya aku tidak mengetahui seberapa lama aku akan (bersama) kalian. —Oleh karena itu—, ikutilah kedua orang ini sepeninggalku —beliau memberi isyarat kepada Abu Bakar dan Umar—, mintalah petunjuk kepada petunjuk Ammar, dan apa yang diceritakan oleh Ibnu Mas ud kepada kalian, percayailah itu'."
Shahih: Ibnu Majah (97). Lihat hadits no. 3423, secara ringkas.
Hadits ini adalah hadits hasan.

Senin, 02 Februari 2015

Permasalahan Nabi SAW, dan keluarga Nabi SAW, pada jaman Nabi SAW masih hidup, adalah barakah buat kaum muslimin

QS.5. Al Maa'idah:

يَـٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلوٰةِ فٱغْسِلُواْ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُواْ بِرُؤُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَينِ وَإِن كُنتُمْ جُنُباً فَٱطَّهَّرُواْ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىۤ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌ مِّنْكُم مِّنَ ٱلْغَائِطِ أَوْ لَـٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُواْ مَآءً فَتَيَمَّمُواْ صَعِيداً طَيِّباً فَٱمْسَحُواْ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِّنْهُ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَـٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

6. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit[sakit yang tidak boleh kena air] atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh[menyentuh. Menurut jumhur ialah: menyentuh sedang sebagian mufassirin ialah: menyetubuhi] perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.

Senin, 26 Januari 2015

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah seorang pribadi yang lembut

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami 'Abdul Wahhab telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Abu Qilabah telah menceritakan kepada kami Malik bin Al Huwairits berkata, "Kami mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang ketika itu kami masih muda sejajar umurnya, kemudian kami bermukim di sisi beliau selama dua puluh malam. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah seorang pribadi yang lembut. Maka ketika beliau menaksir bahwa kami sudah rindu dan selera terhadap isteri-isteri kami, beliau bersabda: "Kembalilah kalian untuk menemui isteri-isteri kalian, berdiamlah bersama mereka, ajari dan suruhlah mereka, " dan beliau menyebut beberapa perkara yang sebagian kami ingat dan sebagiannya tidak, "dan shalatlah sebagaimana kalian melihat aku shalat. Jika shalat telah tiba, hendaklah salah seorang di antara kalian melakukan adzan dan yang paling dewasa menjadi imam."(No. Hadist: 6705 dari KITAB SHAHIH BUKHARI)

Senin, 19 Januari 2015

Perintah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam untuk mengikuti apa yang telah disepakati oleh ahli Ilmu

Telah menceritakan kepada kami Ismail telah menceritakan kepadaku Malik dari Muhammad bin Al Munkadir dari Jabir bin Abdullah as Salmi, bahwa seorang arab badui berbaiat kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk Islam, lantas si arab badui terkena demam di Madinah, sehingga ia menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, "Wahai Rasulullah, tolong batalkanlah baiatku, " namun Rasulullah enggan. Kemudian ia mendatangi beliau lagi dan berkata, "Tolong batalkanlah baiatku!" Namun Rasulullah tetap enggan. Kemudian ia datang lagi untuk kali ketiga dan berkata, "Tolong batalkanlah baiatku." Namun Rasulullah menolak, lantas Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Madinah itu bagaikan mesin tungku api, ia membersihkan karat-karat (besi) dan menyaring yang baik-baik saja."(No. Hadist: 6777 dari KITAB SHAHIH BUKHARI)

Selasa, 13 Januari 2015

Hati-Hati dengan Mushaf Cetakan Indonesia

Tulisan ini saya buat bukan untuk membuat resah masyarakat Indonesia, namun untuk memberitahu bahwa ada diantara Mushhaf cetakan Indonesia yg terdapat kesalahan cetak, mulai dari kesalahan ringan hingga fatal.
Karena itu harapan saya, tolong diperiksa Mushaf Al Qur’an anda.
Jika ada ketidak-cocokan dari beberapa ayat yg saya sebutkan ini, maka ada kemungkinan masih ada lagi kesalahan cetak yg lebih fatal di ayat lainnya.
Tolong diperiksa ayat2 berikut ini, sebagai indikator bahwa Mushaf yg anda baca itu benar atau terdapat kesalahan cetak.
Indikatornya coba lihat:
1. QS.9.At-Taubah: 120,
2. QS.22.Al Hajj: 26,
3. QS.36.Yaa Siin: 80

Senin, 12 Januari 2015

Agama adalah nasehat (loyalitas dan taat) kepada Allah, Rasul-Nya dan para pemimpin

Diriwayatkan dari sahabat Tamim Ad-Daari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الدِّينُ النَّصِيحَةُ
“Agama adalah nasihat.” Kemudian para sahabat bertanya, “Untuk siapa (wahai Rasulullah)?”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ
“Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan masyarakat pada umumnya.” (HR. Muslim no. 55)

“Saya memberi wasiat kepada kalian agar tetap bertaqwa kepada Allah ‘azza wa jalla, tetap mendengar dan ta’at walaupun yang memerintah kalian seorang hamba sahaya (budak)”. (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi, Hadits Hasan Shahih)

Senin, 05 Januari 2015

Kisah Kematian Umar bin Khattab dan kesepakatan atas Utsman bin Affan

Kisah pertama:
Pada saat Umar menjadi Imam sholat shubuh di Masjid Nabawi di Madinah. Ketika Umar selesai membaca Al Fatihah dan membaca surat Al Ahzab ayat 38:

وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ قَدَرًا مَقْدُورًا

“…Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku.”

Tiba-tiba jamaah kehilangan suara Umar, seseorang telah menikam tubuh khalifah Umar. Khalifah tersungkur akibat terluka parah.

Senin, 29 Desember 2014

Sholat dapat mencegah Kemungkaran?

Seringkali dalam benak kebanyakan manusia bertanya-tanya ...
Dia kan seorang muslim, tapi kok berbuat kejahatan?
Dia kan rajin mengerjakan sholat, mengapa masih berbuat kejahatan?
Katanya dari Al Qur'an, "Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan- perbuatan keji dan mungkar"?
Kok dia masih mengerjakan perbuatan keji dan mungkar?

Senin, 22 Desember 2014

Bolehnya menikah dengan Gadis atau Janda

QS.4. An Nisaa':

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تُقْسِطُواْ فِى ٱلْيَتَـٰمَىٰ فَٱنكِحُواْ مَا طَابَ لَكُمْ مِّنَ ٱلنِّسَآءِ مَثْنَىٰ وَثُلَـٰثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُواْ فَوَٰحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُكُمْ ذٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلاَّ تَعُولُواْ

3. Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu SENANGI : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil[Berlaku adil ialah perlakuan yang adil dalam meladeni isteri seperti pakaian, tempat, giliran dan lain-lain yang bersifat lahiriyah], maka (kawinilah) seorang saja [Islam memperbolehkan poligami dengan syarat-syarat tertentu. Sebelum turun ayat ini poligami sudah ada, dan pernah pula dijalankan oleh para Nabi sebelum Nabi Muhammad s.a.w. Ayat ini membatasi poligami sampai empat orang saja], atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

Senin, 15 Desember 2014

Perang Uhud

Sebab-sebab kekalahan umat Islam dalam perang Uhud:
QS.3. Ali 'Imran:

وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ ٱللَّهُ وَعْدَهُ إِذْ تَحُسُّونَهُمْ بِإِذْنِهِ حَتَّىٰ إِذَا فَشِلْتُمْ وَتَنَـٰزَعْتُمْ فِى ٱلأَْمْرِ وَعَصَيْتُمْ مِّن بَعْدِ مَآ أَرَاكُمْ مَّا تُحِبُّونَ مِنكُم مَّن يُرِيدُ الدُّنْيَا وَمِنكُم مَّن يُرِيدُ ٱلأَْخِرَةَ ثُمَّ صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ لِيَبْتَلِيَكُمْ وَلَقَدْ عَفَا عَنْكُمْ وَٱللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ
إِذْ تُصْعِدُونَ وَلاَ تَلْوُونَ عَلَىٰ أحَدٍ وَٱلرَّسُولُ يَدْعُوكُمْ فِىۤ أُخْرَاكُمْ فَأَثَـٰبَكُمْ غَمّاً بِغَمٍّ لِّكَيْلاَ تَحْزَنُواْ عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلاَ مَآ أَصَـٰبَكُمْ وَٱللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
ثُمَّ أَنزَلَ عَلَيْكُمْ مِّن بَعْدِ ٱلْغَمِّ أَمَنَةً نُّعَاساً يَغْشَىٰ طَآئِفَةً مِّنْكُمْ وَطَآئِفَةٌ قَدْ أَهَمَّتْهُمْ أَنْفُسُهُمْ يَظُنُّونَ بِٱللَّهِ غَيْرَ ٱلْحَقِّ ظَنَّ ٱلْجَـٰهِلِيَّةِ يَقُولُونَ هَل لَّنَا مِنَ ٱلأَْمْرِ مِن شَىْءٍ قُلْ إِنَّ ٱلأَْمْرَ كُلَّهُ للَّهِ يُخْفُونَ فِىۤ أَنْفُسِهِم مَّا لاَ يُبْدُونَ لَكَ يَقُولُونَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ ٱلأَْمْرِ شَىْءٌ مَّا قُتِلْنَا هَـٰهُنَا قُل لَّوْ كُنتُمْ فِى بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ ٱلَّذِينَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ ٱلْقَتْلُ إِلَىٰ مَضَاجِعِهِمْ وَلِيَبْتَلِىَ ٱللَّهُ مَا فِى صُدُورِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِى قُلُوبِكُمْ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ
إِنَّ ٱلَّذِينَ تَوَلَّوْاْ مِنكُمْ يَوْمَ ٱلْتَقَى ٱلْجَمْعَانِ إِنَّمَا ٱسْتَزَلَّهُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ بِبَعْضِ مَا كَسَبُواْ وَلَقَدْ عَفَا ٱللَّهُ عَنْهُمْ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ

152. Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada sa'at kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu[urusan pelaksanaan perintah Nabi Muhammad s.a.w. karena beliau telah memerintahkan agar regu pemanah tetap bertahan pada tempat yang telah ditunjukkan oleh beliau dalam keadaan bagaimanapun] dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai[kemenangan dan harta rampasan]. Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka[kaum muslimin tidak berhasil mengalahkan mereka] untuk menguji kamu, dan sesunguhnya Allah telah mema'afkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang orang yang beriman.
153. (Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada seseorangpun, sedang Rasul yang berada di antara kawan-kawanmu yang lain memanggil kamu, karena itu Allah menimpakan atas kamu kesedihan atas kesedihan[Kesedihan kaum muslimin disebabkan mereka tidak mentaati perintah Rasul yang mengakibatkan kekalahan bagi mereka], supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput dari pada kamu dan terhadap apa yang menimpa kamu. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
154. Kemudian setelah kamu berdukacita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu[orang-orang Islam yang kuat keyakinannya], sedang segolongan lagi[orang-orang Islam yang masih ragu-ragu] telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah[sangkaan bahwa kalau Muhammad s.a.w. itu benar-benar nabi dan rasul Allah, tentu dia tidak akan dapat dikalahkan dalam peperangan]. Mereka berkata: "Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?." Katakanlah: "Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah." Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: "Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini." Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh." Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.
155. Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antaramu pada hari bertemu dua pasukan itu[pasukan kaum muslimin dan pasukan kaum musyrikin], hanya saja mereka digelincirkan oleh syaitan, disebabkan sebagian kesalahan yang telah mereka perbuat (di masa lampau) dan sesungguhnya Allah telah memberi ma'af kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.
[Sesungguhnya kekalahan pasukan Muslim itu merupakan akibat godaan setan. Karena tidak kuat menahan godaan itu, mereka ingin langsung ikut menikmati harta rampasan perang yang didapatkan pada kemenangan paruh pertama. Namun demikian, Allah SWT. mengampuni apa yang telah mereka perbuat(Al Mishbah Al Munir fi Tahzib Tafsir Ibnu Katsir, 1999:201-202)]

Senin, 08 Desember 2014

Berwudlu sebelum Mandi Junub

Sesungguhnya sebelum mandi Junub, Rasulullah SAW. memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian berwudlu sebagaimana wudlu untuk shalat, namun menunda dalam mencuci kaki beliau (sebagaimana layaknya berwudlu).
Setelah itu, menyiramkan air ke atas kepala beliau dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, dan menyela-nyelanya supaya basahnya merata hingga kekulit kepala.
Kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya (mandi) dan diakhiri dengan mencuci kedua kaki beliau.

Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf berkata, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Hisyam bin 'Urwah dari Bapaknya dari 'Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa jika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mandi karena janabat, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian berwudlu sebagaimana wudlu untuk shalat, kemudian memasukkan jari-jarinya ke dalam air lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya."(No. Hadist: 240 dari KITAB SHAHIH BUKHARI)

Senin, 01 Desember 2014

Bolehkah gosok gigi ketika Berpuasa ?

Bersiwak atau gosok gigi termasuk berkumur, tidak membatalkan puasa. Boleh kapanpun, baik pagi atau siang hari.
Bukan berarti berpuasa yg mulutnya berbau, semakin bau semakin banyak pahalanya, namun justru kalau menghilangkan bau dng sering bersiwak, maka lebih afdlol.
Sunnah menggosok lidah (selain menggosok gigi), hingga agak kepangkal lidah, hingga terdengar u' u', seperti mau muntah. Hal ini dilakukan untuk sempurnanya menggosok gigi dan lidah (mulut). Namun jangan berlebih-lebihan dalam menggosok gigi, pada waktu berpuasa, karena dikawatirkan muntah, atau ada sesuatu yang tertelan, yang tentunya bisa membatalkan puasa.

Sehingga maksud hadis bau mulut orang yang sedang shaum lebih harum di sisi Allah, bukan berarti semakin bau semakin banyak pahalanya, namun lebih merupakan penghormatan bagi orang yang berpuasa:
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Abu Az Zanad dari Al A'raj dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu; Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shaum itu benteng, maka (orang yang melaksanakannya) janganlah berbuat kotor (rafats) dan jangan pula berbuat bodoh. Apabila ada orang yang mengajaknya berkelahi atau menghinanya maka katakanlah aku sedang shaum (ia mengulang ucapannya dua kali). Dan demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sungguh bau mulut orang yang sedang shaum lebih harum di sisi Allah Ta'ala dari pada harumnya minyak misik, karena dia meninggalkan makanannya, minuman dan nafsu syahwatnya karena Aku. Shaum itu untuk Aku dan Aku sendiri yang akan membalasnya dan setiap satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang serupa". (No. Hadist: 1761 dari KITAB SHAHIH BUKHARI)

Senin, 24 November 2014

Ingin menjadi Pejabat atau Pemimpin ?

Jangan sekali-kali berkeinginan jadi pejabat ...
Banyak orang yg dulunya idealis, mengatakan mampu menjadi orang yg jujur dan amanah ...
Namun karena terjebak oleh sistem, akhirnya luntur juga, bahkan bisa lebih dahsyat kejahatannya dari para pendahulunya ...

Jika keinginan unt jadi pejabat hanya karena ingin kaya, ingin meluaskan koneksi dll sebaiknya jangan jadi pejabat dan tepislah angan-angan itu ...
Jika keinginan unt jadi pejabat unt mensejahterakan rakyatnya, maka silahkan, namun harus diperhatikan:
1. Yang makmur hrs rakyatnya dulu, tdk boleh ada rakyat yg kelaparan. Jadi pejabat jng makan dulu sebelum rakyatnya makan
2. Utamakan melayani rakyat, jng sampai pejabat itu bs tidur pulas, sebelum rakyatnya bs tidur pulas karena makmur.
Jika tdk sanggup jangan jadi pejabat!
Takutlah dng hisab yang sulit karena tingkah polah ketika menjabat ...

Sesungguhnya hidup ini hanya sebentar ...
Dan kehidupan setelah kematian jauuuh lebih lama ...
Kita hidup paling 60 tahunan, tp hari kiamat, hisab dll, bisa trilyunan tahun hingga tak terbatas !
Biarkanlah mereka menzholimi kita dengan tingkah mereka ...
Kita merasakan kezholiman mereka hanya sebentar ...
Ingatlah kehidupan dunia lebih jauh pendek dari kehidupan akhirat ...

Wahai para pemimpin ...
Jika tiap hari ada 10 juta orang engkau zholimi, tinggal dikalikan berapa lama engkau menjabat, dan hasilnya menjadi berapa lama susahnya anda dalam menjalani SIDANG di hadapan Allah kelak???
Dan berapa lama juga hukuman dan kedahsyatannya yg akan engkau terima ?
Takutlah wahai orang yg bertakwa unt menjadi pemimpin yg tdk amanah!

Senin, 17 November 2014

Keburukan dan Tercelanya Orang Munafik

Sesungguhnya orang² munafik benar² bermuka dua ...
Dihadapan orang beriman mereka mengaku beriman dan termasuk kedalam golongan orang² yang beriman ...
Namun ketika pergi, dalam hatinya mengolok² akan kebodohan orang² mukmin yang mau saja dibodohi ...

Ketika berhadapan dng orang² yang suka mabuk², orang² munafik juga ikut²an kedalam kelompok mereka ...
Ketika berhadapan dng orang² yang suka bermain perempuan, orang² munafik juga ikut²an kedalam kelompok mereka ...
Aksi tipu-menipu, dengan dihiasi perkataan yang sangat memikat akan mereka lakukan ...
Hanya demi proyek dunia ...
Untuk mendapatkan proyek dunia, apapun dilakukan ...
Mereka lupa bahwa sesungguhnya Allah mengetahui bahwa orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta ...

Senin, 10 November 2014

Etika Buang Air kecil Dan Makan atau Minum

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman berkata, telah mengabarkan kepada kami Syu'aib berkata, telah mengabarkan kepada kami Abu Az Zinad bahwa 'Abdurrahman bin Hurmuz Al A'raj menceritakan kepadanya, bahwa ia mendengar Abu Hurairah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kita adalah orang yang datang terakhir dan akan menjadi yang pertama pada hari kiamat."(No. Hadist: 231 dari KITAB SHAHIH BUKHARI)

Senin, 03 November 2014

Jangan Menasabkan diri bukan kepada ayahnya

Anak angkat dengan anak kandung jelas sangat berbeda ...
Janganlah mengaku ayah kepada orang lain, padahal ia mengetahui kalau ia itu bukan ayah kandungnya ...
Barangsiapa menasabkan diri kepada selain ayahnya padahal ia tahu bukan ayahnya maka surga haram baginya ...

Janganlah pula membenci ayah-ayah kita, walaupun ia sangat jahat atau tidak pernah merawat dan memelihara kita ...
Karena Rasulullah SAW melarang keras, siapa saja yang membenci ayahnya sendiri ...
Berhati-hatilah dengan masalah pengakuan ayah yang bukan ayah kandung, dan juga janganlah membenci ayah kandung kita ...