Sesungguhnya dosa besar setelah menyekutukan Allah adalah sihir ...
Mempraktikkan sihir hukumnya haram mutlak (lihat tafsir ibnu Katsir) ...
Nabi Sulaiman tidak mengajarkan sihir, namun setan2 itulah yg mengajarkannya ...
Setan2 itulah yg kafir, setan2 itu menuduh Nabi Sulaiman yg dapat mempekerjakan Jin dan Manusia, mempelajari sihir ...
Padahal Nabi Sulaiman bisa mempekerjakan Jin, Manusia dan Makhluk2 Allah yg lain adalah karena atas izin Allah, yg merupakan Mukjizat Nabi Sulaiman ...
Setan2 itu juga tidak mengetahui hal2 yg ghaib, melainkan hanya memberitahukan 1000 kebohongan saja, spy manusia sesat dan jauh dari Allah ...
Sesungguhnya kalau kita beriman dan bertakwa, niscaya kita akan mendapat pahala, dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik dari apapun juga ...
QS. 2.Al Baqarah:102
وَٱتَّبَعُواْ مَا تَتْلُواْ ٱلشَّيَـٰطِينُ عَلَىٰ مُلْكِ سُلَيْمَـٰنَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَـٰنُ وَلَـٰكِنَّ ٱلشَّيْاطِينَ كَفَرُواْ يُعَلِّمُونَ ٱلنَّاسَ ٱلسِّحْرَ وَمَآ أُنزِلَ عَلَى ٱلْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَـٰرُوتَ وَمَـٰرُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ ٱلْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ ٱللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلاَ يَنفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُواْ لَمَنِ ٱشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِى ٱلأَْخِرَةِ مِنْ خَلَـٰقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْاْ بِهِ أَنفُسَهُمْ لَوْ كَانُواْ يَعْلَمُونَ
"Dan mereka mengikuti apa2 [kitab-kitab sihir] yang dibaca oleh syaitan-syaitan[*] pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat[**] di negeri Babilonia yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir." Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya [Berbacam-macam sihir yang dikerjakan orang Yahudi, sampai kepada sihir untuk mencerai-beraikan masyarakat seperti mencerai-beraikan suami isteri]. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui."
[*]. Syaitan-syaitan itu menyebarkan berita-berita bohong, bahwa Nabi Sulaiman menyimpan lembaran-lembaran sihir (Ibnu Katsir).
[**]. Para mufassirin berlainan pendapat tentang yang dimaksud dengan 2 orang malaikat itu. Ada yang berpendapat, mereka betul-betul Malaikat dan ada pula yang berpendapat orang yang dipandang saleh seperti Malaikat dan ada pula yang berpendapat dua orang jahat yang pura-pura saleh seperti Malaikat.
QS. 2.Al Baqarah:103
وَلَوْ أَنَّهُمْ ءَامَنُواْ وٱتَّقَوْا لَمَثُوبَةٌ مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ خَيْرٌ لَّوْ كَانُواْ يَعْلَمُونَ
"Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertakwa, (niscaya mereka akan mendapat pahala), dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik, kalau mereka mengetahui."
Mempraktikkan sihir hukumnya haram mutlak (lihat tafsir ibnu Katsir) ...
Nabi Sulaiman tidak mengajarkan sihir, namun setan2 itulah yg mengajarkannya ...
Setan2 itulah yg kafir, setan2 itu menuduh Nabi Sulaiman yg dapat mempekerjakan Jin dan Manusia, mempelajari sihir ...
Padahal Nabi Sulaiman bisa mempekerjakan Jin, Manusia dan Makhluk2 Allah yg lain adalah karena atas izin Allah, yg merupakan Mukjizat Nabi Sulaiman ...
Setan2 itu juga tidak mengetahui hal2 yg ghaib, melainkan hanya memberitahukan 1000 kebohongan saja, spy manusia sesat dan jauh dari Allah ...
Sesungguhnya kalau kita beriman dan bertakwa, niscaya kita akan mendapat pahala, dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik dari apapun juga ...
QS. 2.Al Baqarah:102
وَٱتَّبَعُواْ مَا تَتْلُواْ ٱلشَّيَـٰطِينُ عَلَىٰ مُلْكِ سُلَيْمَـٰنَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَـٰنُ وَلَـٰكِنَّ ٱلشَّيْاطِينَ كَفَرُواْ يُعَلِّمُونَ ٱلنَّاسَ ٱلسِّحْرَ وَمَآ أُنزِلَ عَلَى ٱلْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَـٰرُوتَ وَمَـٰرُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ ٱلْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ ٱللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلاَ يَنفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُواْ لَمَنِ ٱشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِى ٱلأَْخِرَةِ مِنْ خَلَـٰقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْاْ بِهِ أَنفُسَهُمْ لَوْ كَانُواْ يَعْلَمُونَ
"Dan mereka mengikuti apa2 [kitab-kitab sihir] yang dibaca oleh syaitan-syaitan[*] pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat[**] di negeri Babilonia yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir." Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya [Berbacam-macam sihir yang dikerjakan orang Yahudi, sampai kepada sihir untuk mencerai-beraikan masyarakat seperti mencerai-beraikan suami isteri]. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui."
[*]. Syaitan-syaitan itu menyebarkan berita-berita bohong, bahwa Nabi Sulaiman menyimpan lembaran-lembaran sihir (Ibnu Katsir).
[**]. Para mufassirin berlainan pendapat tentang yang dimaksud dengan 2 orang malaikat itu. Ada yang berpendapat, mereka betul-betul Malaikat dan ada pula yang berpendapat orang yang dipandang saleh seperti Malaikat dan ada pula yang berpendapat dua orang jahat yang pura-pura saleh seperti Malaikat.
QS. 2.Al Baqarah:103
وَلَوْ أَنَّهُمْ ءَامَنُواْ وٱتَّقَوْا لَمَثُوبَةٌ مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ خَيْرٌ لَّوْ كَانُواْ يَعْلَمُونَ
"Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertakwa, (niscaya mereka akan mendapat pahala), dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik, kalau mereka mengetahui."
𝗕𝗔𝗛𝗔𝗬𝗔 𝗦𝗜𝗛𝗜𝗥 𝗧𝗘𝗥𝗛𝗔𝗗𝗔𝗣 𝗔𝗚𝗔𝗠𝗔
Hal paling berharga dalam kehidupan seseorang adalah agamanya. Seorang yang terbimbing pastilah selalu berusaha memelihara agamanya dan tidak ridha terhadap setiap amalan yang dapat mencacati, mengurangi, atau menodai akidahnya.
Sihir, tenung, teluh, santet (dan sejenisnya) dan juga mendatangi para penyihir untuk melancarkan sihir (dan sejenisnya), sangatlah berbahaya bagi akidah; karena semua itu termasuk salah satu amalan yang dapat membatalkan keislaman.
Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab -rahimahullah- menjelaskan :
"Hal ketujuh yang termasuk pembatal keislaman adalah sihir, dan termasuk di dalamnya ritual sharf dan 'athf.
Barangsiapa yang melakukannya atau meridainya maka dia telah kafir.
Dalilnya adalah firman Allah -ta'ala-:
وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ
[سورة البقرة : 102].
"Dan keduanya (malaikat Harut dan Marut) tidaklah mengajari seseorang sebelum berpesan: "Kami ini adalah ujian (atas kalian); maka janganlah kalian kafir (karenanya)!">» (QS. Al-Baqarah: 102)».
((Nawaqidh Al-Islam))
Sharf adalah sihir yang bertujuan untuk memalingkan seseorang dari apa yang selama ini ia cintai, seperti memalingkan seseorang dari mencintai suami isterinya dan malah berbalik membencinya.
Athf adalah sihir yang bertujuan untuk membuat seseorang mencintai sesuatu yang tak pernah dicintai olehnya dengan metode jahat ala setan.
[Al-Aqidah ash-Shahihah karya Ibn Baz: (37-38)]
Jadi, tukang sihir dan yang mendatanginya sama hukumnya.
Seorang yang melakukan sihir berarti telah melakukan kesyirikan. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam- bersabda :
"Barangsiapa melakukan sihir berarti ia telah melakukan kesyirikan». HR. An-Nasa'i'.
Syekh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah mengatakan:
"Ini adalah dalil gamblang bahwa seorang penyihir adalah musyrik". ((Fathul Majid))
𝗣𝗔𝗡𝗗𝗔𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗜𝗦𝗟𝗔𝗠 𝗧𝗘𝗥𝗛𝗔𝗗𝗔𝗣 𝗦𝗜𝗛𝗜𝗥
Sihir adalah hal yang diharamkan dalam agama para nabi seluruhnya.
Allah-ta`ala- berfirman:
وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَى [سورة طه: 69].
"Dan tidak akan beruntung penyihir itu, dari mana pun ia datang". (QS. Thaha: 69).
Sihir juga termasuk dosa besar yang membinasakan dalam Islam.
Nabi Muhammad shallallaahu alaihi wasallam- bersabda :
"Jauhilah tujuh dosa yang membinasakan!".
Para sahabat pun bertanya :
"Wahai Rasulullah! Apakah ia?".
Beliau pun menjawab :
"Syirik kepada Allah, 𝘀𝗶𝗵𝗶𝗿, membunuh jiwa yang Allah haramkan tanpa sebab yang benar, memakan riba, memakan harta anak yatim, kabur dari peperangan, dan menuduh wanita mukminah lagi yang terhormat dan menjaga kehormatannya dengan zina".
((HR. Bukhari dan Muslim))
Sihir mengandung sekian banyak faktor yang dapat membinasakan dalam pandangan Islam; seperti meminta pertolongan kepada jin dan setan, menggantungkan jimat dengan berbagai jenisnya, kalbu yang terkait dan takut kepada selain Allah, hilangnya tawakal kepada Allah, rusaknya kehidupan dan maslahat manusia, serta penyelisihan terhadap dalil-dalil syariat.
Allah-subhaanahu wa ta'ala- berfirman :
وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ ﴾ [سورة الأعراف : 56].
"Dan janganlah kalian merusak di muka bumi setelah (ia diciptakan) dengan baik.
Berdo'alah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan". (QS. Al-A'raf: 56).
𝗔𝗣𝗔𝗞𝗔𝗛 𝗦𝗜𝗛𝗜𝗥 𝗜𝗧𝗨 𝗕𝗘𝗡𝗔𝗥 𝗧𝗘𝗥𝗝𝗔𝗗𝗜 𝗔𝗧𝗔𝗨 𝗛𝗔𝗡𝗬𝗔 𝗙𝗜𝗞𝗦𝗜 𝗦𝗘𝗠𝗔𝗧𝗔?
Sihir memiliki hakekat yang benar-benar terjadi. Ia dapat memisahkan antara suami dan isteri, dengan izin Allah.
Allah subhaanahu wa ta'ala berfirman :
فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ
[ سورة البقرة : 102].
"Mereka pun mempelajari dari keduanya (malaikat Harut dan Marut) apa yang dapat memisahkan seseorang dari isterinya". (QS. Al-Baqarah: 102).
Sihir juga dapat menyakitkan dan bahkan merusak tubuh dengan penyakit atau kematian, dan tak jarang pula ia memberi pengaruh buruk terhadap kejiwaan korbannya. Tentu semua itu terjadi atas izin Allah.
Al-Qarafi -rahimahullah- menjelaskan :
السِّحْرُ لَهُ حَقِيقَةٌ، وَقَدْ يَمُوتُ المَسْحُورُ ، أَوْ يَتَغَيَّرُ طَبْعُهُ وَعَادَتُهُ، وَإِنْ لَمْ يُبَاشِرُهُ
"Sihir itu hakiki, korban sihir terkadang bisa terbunuh atau melenceng dari tabiatnya atau kebiasaannya, meskipun sihir itu tidak berinteraksi langsung dengannya...".
وقالت القدرية : لا حقيقة للسحر .
Orang-orang Qadariyyah (Mu'tazilah) mengatakan :
" Tidak ada hakikat sihir itu".
((Al-Furuq Cet Muassasah Ar-Risalah, jilid 4 halaman 254))
An-Nawawi -rahimahullah mengatakan:
وَالصَّحِيحُ : أَنَّ لَهُ - أَي : السِّحْرِ - حَقِيقَةً كَمَا قَدَّمْنَاهُ، وَبِهِ قَطَعَ الجُمْهُورُ ، وَعَلَيْهِ عَامَّةُ العُلَمَاءِ، وَيَدُلُّ عَلَيْهِ الكِتَابُ وَالسُّنَّةُ الصَّحِيحَةُ المَشْهُورَةُ
"Yang benar adalah sebagaimana telah berlalu penjelasannya- bahwa sihir itu hakiki. Inilah pendapat mayoritas atau hampir keseluruhan ulama, selain ia juga hal yang didasari oleh Al-Quran dan hadits- hadits yang sahih lagi masyhur".
((Raudhah ath-Thalibin Cet Daarul Faiha Dimasyq, jilid 6 halaman 374-375))
Ibnul Qayyim -rahimahullah- menjelaskan:
وَقَدْ دَلَّ قَوْلُهُ : وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ [الفلق : ٤] ، وَحَدِيثُ عَائِشَةَ المَذْكُور عَلَى : تَأْثِيرِ السِّحْرِ، وَأَنَّ لَهُ حَقِيقَةٌ .
"Allah -ta`ala- berfirman:
وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ [سورة الفلق : 4].
" Dan dari keburukan para wanita penyihir yang meniup buhul-buhul" (QS. Al-Falaq: 4).
Ayat di atas dan juga hadits Aisyah* yang baru saja disebutkan, keduanya menunjukkan bahwa efek sihir adalah nyata dan bahwa sihir adalah sesuatu yang hakiki.
((Bada'i al-Fawaid Cet Daar Alamul Fawaaid, halaman 745-446))
➖➖➖➖➖➖➖
* Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Kitab Kedokteran, Bab Sihir (5766), dan juga Imam Muslim dalam Kitab Salam, Bab Sihir (2189).
Lafaz haditsnya adalah:
"Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam- pernah disihir oleh seorang Yahudi dari Bani Zuraiq, ia bernama Labid bin Al-A'sham. Ketika itu Rasulullah - shallallaahu 'alaihi wasallam dikhayalkan telah melakukan sesuatu padahal beliau tidaklah melakukannya.
Hingga akhirnya pada suatu malam Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam- terus berdo'a tanpa henti. Lalu beliau bersabda :
"Wahai Aisyah, tahukah engkau bahwa Allah telah memberikan jawaban atas pertanyaanku?".
Aku bermimpi melihat dua orang yang mendatangiku, lalu salah satunya duduk di sisi kepalaku dan yang lainnya di sisi kakiku.
Orang yang duduk di sisi kepalaku pun berkata kepada orang yang duduk di sisi kakiku atau sebaliknya :
"Apa yang menimpa lelaki ini?"
Maka orang yang kedua pun menjawab :
"Dia terkena sihir".
"Siapakah yang menyihirnya?",
"Labid Al-A'sham".,
"Apa jimat yang ia gunakan?",
"Sisir, beberapa helai rambut, serta selaput pembungkus bakal kurma".
"Di mana letak seluruh jimat itu?".
"Di dalam sumur Dzu Arwan."
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam- pun mendatangi sumur tersebut bersama beberapa sahabatnya. Beliau mengisahkan,
"Wahai Aisyah! Sungguh air sumur tersebut merah seakan baru dituangkan inai (pemerah kuku) padanya, dan pepohonan kurma di sekelilingnya laksana kepala setan".
Aisyah pun berkata,
"Wahai Rasulullah! Tidakkah engkau membakarnya?".
Beliau pun menjawab,
"Tidak perlu, adapaun Allah telah menyembuhkanku, dan aku khawatir itu akan berpengaruh buruk kepada kaum mukminin. Aku hanya memerintahkan agar sumur tersebut ditimbun."
𝗣𝗘𝗡𝗬𝗜𝗛𝗜𝗥 𝗧𝗘𝗟𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗡𝗝𝗨𝗔𝗟 𝗔𝗚𝗔𝗠𝗔𝗡𝗬𝗔 𝗞𝗘𝗣𝗔𝗗𝗔 𝗦𝗬𝗔𝗜𝗧𝗛𝗔𝗡
Penyihir telah menjual jiwa dan agamanya kepada setan, karena memang satu-satunya harga yang diinginkan oleh setan adalah peribadatan kepadanya.
وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَقَ
"Dan sungguh, mereka sudah tahu, barangsiapa membeli (menggunakan sihir) itu, niscaya tidak akan mendapatkan keuntungan apapun di Akhirat".(QS. Al-Baqarah: 102).
Penyihir tidak akan mampu menguasai sihirnya kecuali setelah ia keluar dari Islam; seperti dengan menyembelih untuk setan, beristigatsah kepadanya, menghinakan Al-Qur'an, atau dengan melakukan dosa-dosa besar lagi membinasakan lainnya.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullah- mengatakan :
يَكْتُبُونَ كَلَامَ اللَّهِ بِالنَّجَاسَةِ – وَقَدْ يَقْلِبُونَ حُرُوفَ كَلَامِ اللَّهِ ؛ إِمَّا حُرُوفَ الفَاتِحَةِ، وَإِمَّا حُرُوفَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدُ [الإخلاص : ١] ، وَإِمَّا غَيْرَهُمَا ، إِمَّا دَم وَإِمَّا غَيْرِهِ، وَإِمَّا بِغَيْرِ نَجَاسَةٍ، أَوْ يَكْتُبُونَ غَيْرَ ذَلِكَ مِمَّا يَرْضَاهُ الشَّيْطَانُ أَوْ يَتَكَلَّمُونَ بِذَلِكَ »
*"Mereka biasa menuliskan Al-Qur'an dengan najis, atau membolak-balikkan huruf-huruf Al-Quran, baik huruf-huruf surah Al- Fatihah, huruf-huruf surat Al-Ikhlash, atau selainnya, baik dengan darah atau selainnya, dan terkadang pula dengan hal yang tidak najis, atau mereka menulis selain itu berupa sesuatu yang setan meridhainya atau mereka berkomat-kamit dengan hal tersebut".
((Majmu Fatawa Syaikh al-Islam Cetakan Al-Awqaf As-Su'udiyyah, jilid 19 halaman 35))
Seorang yang telah menjual dirinya kepada setan; pastilah akan melepaskan segala akhlak mulia dan perbuatan terpuji; sehingga ia pun menjadi sosok yang kotor hatinya, selalu ingin berbuat jahat, berpaling jauh dari kebaikan, sangat memusuhi dan gemar mengolok-olok agama, benci terhadap keluarganya sendiri, dendam terhadap masyarakat, dan tak mengherankan jika ia melakukan hal-hal bodoh yang bersifat kesyirikan demi memuaskan jiwanya yang buruk dan hawa nafsunya yang kotor.
𝗖𝗔𝗥𝗔 𝗠𝗘𝗡𝗚𝗢𝗕𝗔𝗧𝗜 𝗢𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗞𝗘𝗡𝗔 𝗚𝗨𝗡𝗔-𝗚𝗨𝗡𝗔, 𝗦𝗜𝗛𝗜𝗥 𝗔𝗧𝗔𝗨 𝗚𝗔𝗡𝗚𝗚𝗨𝗔𝗡 𝗝𝗜𝗡.
Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz rahimahullah ta'ala
📭 Pertanyaan :
Bagaimana cara mengobati orang yang terkena guna-guna, pelet atau sihir? Dan bagaimana cara seorang mukmin bisa selamat dari itu semua dan tidak bisa terkena bahayanya? Apakah ada do'a-do'a khusus atau dzikir Al-Qur'an dan As-Sunnah untuk itu?
Jawaban :
Di sana ada beberapa macam metode pengobatan :
1️⃣. Yang pertama dengan melihat apa yang dilakukan oleh tukang sihir. Apabila diketahui misalnya dia meletakkan beberapa helai rambut (di dalam kain yg diikat/buhul) atau menjadikannya di sisir atau yang lainnya. Apabila diketahui dia meletakkan benda tadi di tempat tertentu, maka hal itu harus dibuang terlebih dahulu, dibakar atau dimusnahkan. Maka akan batal perbuatannya dan hilanglah apa yang dimaukan oleh tukang sihir tersebut.
2️⃣. Memaksa sang tukang sihir tersebut, apabila memang diketahui orangnya, untuk menghilangkan apa yang dia lakukan.
3️⃣.Dengan membaca Al-Qur'an (ruqyah), karena sesungguhnya bacaan Al-Qur'an itu memiliki pengaruh yang besar dalam menghilangkan sihir. Yaitu dengan membacakan Al-Qur'an kepada si sakit atau membaca di air dalam gelas : Membacakan Ayat Kursi, ayat-ayat sihir yang ada di surat Al-A'raf, dalam surat Yunus, dalam surat Thaha dan surat Al Kafirun, surat Al-Ikhlas dan Al-Muawidzatain, kemudian mendo'akan orang ini agar bisa sembuh dan selamat.
Lebih-lebih membaca doa yang telah tetap dari Nabi ﷺ :
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبْ الْبَاسَ واشْفِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
"Allahumma Rabbannas adz hibil ba'sa, wasyfi Antasy Syaafii laa syifaa'a illaa syifaa-uka, syifaa'an laa yughaadiru saqama."
Demikian juga termasuk do'anya adalah do'a ruqyah Malaikat Jibril kepada Nabi ﷺ yaitu :
بِاسْمِ اللهِ أَرقِيكَ، مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ، مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيكَ بِاسْمِ اللهِ أَرقِيكَ
"Bismillahi arqiika min kulli syai-in yu'dziika, min syarri kulli nafsin au 'aini haasidin, Allahu yasyfiika bismillaahi arqiika."
(membaca doa ini tiga kali)
Dan juga membaca tiga kali :
Surat Al-ikhlas dan mu'awidzatain (surat Al-Falaq dan An-Naas).
Dan termasuk pengobatan sihir juga adalah membaca apa yang telah kami sebutkan tadi dalam air, lalu diminumkan kepada orang yang kena sihir, kemudian dipakai mandi sisa airnya, sekali atau lebih sesuai keperluan. Maka in syaa Allah hal itu akan bisa sembuh dengan izin Allah.
Para ulama rahimahullah telah menyebutkan hal itu dan sebagaimana Syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah menyebutkan dalam kitab Fathul Majid, pada bab Maa jaa'a 'anin nusyrah.
4️⃣. Hendaknya ia mengambil tujuh lembar daun bidara yang hijau, lalu ditumbuk dan ditaruh di dalam air, lalu dibacakan di dalamnya apa yang telah berlalu dari ayat-ayat atau surat-surat serta doa-doa, setelah itu diminum airnya dan dipakai mandi. Sebagaimana hal itu bermanfaat untuk mengobati seseorang suami yg tidak bisa berhubungan dengan istrinya. Maka dengan merendam tujuh lembar daun bidara yang hijau dalam air, lalu dibacakan padanya apa yang telah kami sebutkan, kemudian diminumkan dan dipakai mandi, maka semua itu akan bermanfaat dengan izin Allah.
Dan di antara ayat-ayat yang dibacakan di air dan daun bidara hijau untuk mengobati orang yang terkena sihir dan orang yang tidak bisa menggauli istrinya, adalah sebagai berikut :
1. Membaca surat Al-Fatihah
2. Membaca ayat Kursi dalam surat Al-Baqarah :
ٱللَّهُ لَاۤ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡحَیُّ ٱلۡقَیُّومُۚ لَا تَأۡخُذُهُۥ سِنَةࣱ وَلَا نَوۡمࣱۚ لَّهُۥ مَا فِی ٱلسَّمَـٰوَ ٰتِ وَمَا فِی ٱلۡأَرۡضِۗ مَن ذَا ٱلَّذِی یَشۡفَعُ عِندَهُۥۤ إِلَّا بِإِذۡنِهِۦۚ یَعۡلَمُ مَا بَیۡنَ أَیۡدِیهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡۖ وَلَا یُحِیطُونَ بِشَیۡءࣲ مِّنۡ عِلۡمِهِۦۤ إِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرۡسِیُّهُ ٱلسَّمَـٰوَ ٰتِ وَٱلۡأَرۡضَۖ وَلَا یَـُٔودُهُۥ حِفۡظُهُمَاۚ وَهُوَ ٱلۡعَلِیُّ ٱلۡعَظِیمُ
[QS. Al-Baqarah: 255]
3. Membaca beberapa ayat surat Al-A'raf :
قَالَ إِن كُنتَ جِئۡتَ بِـَٔایَةࣲ فَأۡتِ بِهَاۤ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِینَ . فَأَلۡقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِیَ ثُعۡبَانࣱ مُّبِینࣱ . وَنَزَعَ یَدَهُۥ فَإِذَا هِیَ بَیۡضَاۤءُ لِلنَّـٰظِرِینَ. قَالَ ٱلۡمَلَأُ مِن قَوۡمِ فِرۡعَوۡنَ إِنَّ هَـٰذَا لَسَـٰحِرٌ عَلِیمࣱ . یُرِیدُ أَن یُخۡرِجَكُم مِّنۡ أَرۡضِكُمۡۖ فَمَاذَا تَأۡمُرُونَ . قَالُوۤا۟ أَرۡجِهۡ وَأَخَاهُ وَأَرۡسِلۡ فِی ٱلۡمَدَاۤىِٕنِ حَـٰشِرِینَ . یَأۡتُوكَ بِكُلِّ سَـٰحِرٍ عَلِیمࣲ . وَجَاۤءَ ٱلسَّحَرَةُ فِرۡعَوۡنَ قَالُوۤا۟ إِنَّ لَنَا لَأَجۡرًا إِن كُنَّا نَحۡنُ ٱلۡغَـٰلِبِینَ . قَالَ نَعَمۡ وَإِنَّكُمۡ لَمِنَ ٱلۡمُقَرَّبِینَ . قَالُوا۟ یَـٰمُوسَىٰۤ إِمَّاۤ أَن تُلۡقِیَ وَإِمَّاۤ أَن نَّكُونَ نَحۡنُ ٱلۡمُلۡقِینَ . قَالَ أَلۡقُوا۟ۖ فَلَمَّاۤ أَلۡقَوۡا۟ سَحَرُوۤا۟ أَعۡیُنَ ٱلنَّاسِ وَٱسۡتَرۡهَبُوهُمۡ وَجَاۤءُو بِسِحۡرٍ عَظِیمࣲ ۞ وَأَوۡحَیۡنَاۤ إِلَىٰ مُوسَىٰۤ أَنۡ أَلۡقِ عَصَاكَۖ فَإِذَا هِیَ تَلۡقَفُ مَا یَأۡفِكُونَ . فَوَقَعَ ٱلۡحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا۟ یَعۡمَلُونَ .فَغُلِبُوا۟ هُنَالِكَ وَٱنقَلَبُوا۟ صَـٰغِرِینَ . وَأُلۡقِیَ ٱلسَّحَرَةُ سَـٰجِدِینَ . قَالُوۤا۟ ءَامَنَّا بِرَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ. رَبِّ مُوسَىٰ وَهَـٰرُونَ .
[QS. Al-A'raf: 106-122]
4. Membaca ayat dalam surat Yunus :
وَقَالَ فِرۡعَوۡنُ ٱئۡتُونِی بِكُلِّ سَـٰحِرٍ عَلِیمࣲ . فَلَمَّا جَاۤءَ ٱلسَّحَرَةُ قَالَ لَهُم مُّوسَىٰۤ أَلۡقُوا۟ مَاۤ أَنتُم مُّلۡقُونَ . فَلَمَّاۤ أَلۡقَوۡا۟ قَالَ مُوسَىٰ مَا جِئۡتُم بِهِ ٱلسِّحۡرُۖ إِنَّ ٱللَّهَ سَیُبۡطِلُهُۥۤ إِنَّ ٱللَّهَ لَا یُصۡلِحُ عَمَلَ ٱلۡمُفۡسِدِینَ . وَیُحِقُّ ٱللَّهُ ٱلۡحَقَّ بِكَلِمَـٰتِهِۦ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡمُجۡرِمُونَ.
[QS. Yunus : 79-82]
5. Membaca beberapa ayat surat Thaha :
قَالُوا۟ یَـٰمُوسَىٰۤ إِمَّاۤ أَن تُلۡقِیَ وَإِمَّاۤ أَن نَّكُونَ أَوَّلَ مَنۡ أَلۡقَىٰ . قَالَ بَلۡ أَلۡقُوا۟ۖ فَإِذَا حِبَالُهُمۡ وَعِصِیُّهُمۡ یُخَیَّلُ إِلَیۡهِ مِن سِحۡرِهِمۡ أَنَّهَا تَسۡعَىٰ . فَأَوۡجَسَ فِی نَفۡسِهِۦ خِیفَةࣰ مُّوسَىٰ . قُلۡنَا لَا تَخَفۡ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡأَعۡلَىٰ . وَأَلۡقِ مَا فِی یَمِینِكَ تَلۡقَفۡ مَا صَنَعُوۤا۟ۖ إِنَّمَا صَنَعُوا۟ كَیۡدُ سَـٰحِرࣲۖ وَلَا یُفۡلِحُ ٱلسَّاحِرُ حَیۡثُ أَتَىٰ.
[QS. Tha-Ha: 65-69]
6. Membaca surat Al-Kafirun
7. Membaca surat Al-Ikhlas dan Al-Muawidzatain yaitu surat Al-Falaq dan An-Naas masing dibaca 3 kali.
8. Membaca sebagian doa-doa yang sesuai syariat seperti :
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبْ الْبَاسَ واشْفِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
doa di atas dibaca 3 kali, maka itu baik, kalau ditambahkan dengan doa :
بِاسْمِ اللهِ أَرقِيكَ، مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ، مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيكَ بِاسْمِ اللهِ أَرقِيكَ
dibaca 3 kali, maka itu bagus.
Kalau dia membacakan apa yang telah lalu kepada yang terkena sihir secara langsung, lalu meniupkannya di kepala atau di dadanya, maka ini diantara sebab kesembuhan dengan izin Allah juga, sebagaimana telah lalu.
📖 ((Akhthaa'un fil 'Aqiidah 12-15))
Tidak ada komentar:
Posting Komentar