Selasa, 13 November 2012

Ruqyah

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Rasulullah saw. pernah sakit yang agak parah, sehingga datanglah kepadanya dua malaikat, yang satu duduk di sebelah kepalanya dan yang satu lagi duduk di sebelah kakinya. Berkatalah malaikat yang berada di sebelah kakinya kepada malaikat yang berada di sebelah kepalanya: "Apa yang engkau lihat?" Ia berkata: "Dia kena guna-guna." "Apa guna-guna itu?" "Guna-guna itu sihir." "Siapa yang membuat sihirnya?" Ia menjawab: "Labid bin al-A’syam Alyahudi yang sihirnya berupa gulungan yang disimpan di sumur keluarga Si Anu di bawah sebuah batu besar. Datanglah ke sumur itu, timbalah airnya dan angkat batunya kemudian ambillah gulungannya dan bakarlah." Pada pagi hari Rasulullah saw. Mengutus Ammar bin Yasir dengan kawan-kawannya. Setibanya di sumur itu tampaklah airnya yang merah seperti pacar. Air itu ditimbanya dan diangkat batunya serta dikeluarkan gulungan itu ada tali yang terdiri atas sebelas simpul. Kedua surat ini (S.113 dan 114) turun berkenaan dengan peristiwa itu. Setiap kali Rasulullah saw. mengucapkan satu ayat terbukalah simpulnya.
(Diriwayatkan oleh al-Baihaqi di dalam kitab Halaílun Nubuwah dari al-Kalbi dari Abi Shalih yang bersumber dari Ibnu Abbas.)


Keterangan:
Dalam kitab Bukhari terdapat syahid (penguat hadits) yang ceritanya seperti itu, tapi tidak menyebutkan sebab turunnya dua surat itu. Dalam riwayat lain ada syahid yang ceritanya seperti itu dan menyebutkan sebab turunnya kedua surat itu.

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Yahudi membuatkan makanan bagi Rasulullah saw. Setelah makan makanan itu tiba-tiba Rasulullah sakit keras sehingga shahabat-shahabatnya mengira bahwa penyakit itu timbul dari perbuatan yahudi itu. Maka turunlah Jibril membawa surat ini (S. 113 dan 114) dan membacakan ta’udz. Seketika itu juga Rasulullah keluar menemui shahabat-shahabatnya dalam keadaan sehat wal ‘afiat.
(Diriwayatkan oleh Abu Na’im dalam kitab al-Dalaildari Abu Jafar ar-Razi dari ar-Rabi bin Anas yang bersumber dari Anas bin Malik.)

QS 113. Al Falaq:1-5

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلْفَلَقِ
مِن شَرِّ مَا خَلَقَ
وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ
وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّـٰثَـٰتِ فِى ٱلْعُقَدِ
وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

1. Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,
2. dari kejahatan makhluk-Nya,
3. dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
4. dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul [Biasanya tukang-tukang sihir dalam melakukan sihirnya membikin buhul-buhul dari tali lalu membacakan jampi-jampi dengan menghembus-hembuskan nafasnya ke buhul tersebut.],
5. dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki."

QS 114. An-Naas:1-6

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ
مَلِكِ ٱلنَّاسِ
إِلَـٰهِ ٱلنَّاسِ
مِن شَرِّ ٱلْوَسْوَاسِ ٱلْخَنَّاسِ
ٱلَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُورِ ٱلنَّاسِ
مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ حَسَدَ

1. Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
2. Raja manusia.
3. Sembahan manusia.
4. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
6. dari (golongan) jin dan manusia.


𝗖𝗔𝗥𝗔 𝗠𝗘𝗡𝗚𝗢𝗕𝗔𝗧𝗜 𝗢𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗞𝗘𝗡𝗔 𝗚𝗨𝗡𝗔-𝗚𝗨𝗡𝗔, 𝗦𝗜𝗛𝗜𝗥 𝗔𝗧𝗔𝗨 𝗚𝗔𝗡𝗚𝗚𝗨𝗔𝗡 𝗝𝗜𝗡.

Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz rahimahullah ta'ala

📭 Pertanyaan :

Bagaimana cara mengobati orang yang terkena guna-guna, pelet atau sihir? Dan bagaimana  cara seorang mukmin bisa selamat dari itu semua dan tidak bisa terkena bahayanya? Apakah ada do'a-do'a khusus atau dzikir Al-Qur'an dan As-Sunnah untuk itu?

Jawaban :

Di sana ada beberapa macam metode pengobatan :

1️⃣. Yang pertama dengan melihat apa yang dilakukan oleh tukang sihir. Apabila diketahui misalnya dia meletakkan beberapa helai rambut (di dalam kain yg diikat/buhul) atau menjadikannya di sisir atau yang lainnya. Apabila diketahui dia meletakkan benda tadi di tempat tertentu, maka hal itu harus dibuang terlebih dahulu, dibakar atau dimusnahkan. Maka akan batal perbuatannya dan hilanglah apa yang dimaukan oleh tukang sihir tersebut.

2️⃣. Memaksa sang tukang sihir tersebut, apabila memang diketahui orangnya, untuk menghilangkan apa yang dia lakukan.

3️⃣.Dengan membaca Al-Qur'an (ruqyah), karena sesungguhnya bacaan Al-Qur'an itu memiliki pengaruh yang besar dalam menghilangkan sihir. Yaitu dengan membacakan Al-Qur'an kepada si sakit atau membaca di air dalam gelas : Membacakan Ayat Kursi, ayat-ayat sihir yang ada di surat Al-A'raf, dalam surat Yunus, dalam surat Thaha dan surat Al Kafirun, surat Al-Ikhlas dan Al-Muawidzatain, kemudian mendo'akan orang ini agar bisa sembuh dan selamat.

Lebih-lebih membaca doa yang telah tetap dari Nabi ﷺ :

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبْ الْبَاسَ واشْفِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

"Allahumma Rabbannas adz hibil ba'sa, wasyfi Antasy Syaafii laa syifaa'a illaa syifaa-uka, syifaa'an laa yughaadiru saqama."

Demikian juga termasuk do'anya adalah do'a ruqyah Malaikat Jibril kepada Nabi ﷺ yaitu :

بِاسْمِ اللهِ أَرقِيكَ، مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ، مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيكَ بِاسْمِ اللهِ أَرقِيكَ

"Bismillahi arqiika min kulli syai-in yu'dziika, min syarri kulli nafsin au 'aini haasidin, Allahu yasyfiika  bismillaahi arqiika."
(membaca doa ini tiga kali)

Dan juga membaca tiga kali :
Surat Al-ikhlas dan mu'awidzatain (surat Al-Falaq dan An-Naas). 

Dan termasuk pengobatan sihir juga adalah membaca apa yang telah kami sebutkan tadi dalam air, lalu diminumkan kepada orang yang kena sihir, kemudian dipakai mandi sisa airnya, sekali atau lebih sesuai keperluan. Maka in syaa Allah hal itu akan bisa sembuh dengan izin Allah.

Para ulama rahimahullah telah menyebutkan hal itu dan sebagaimana Syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah menyebutkan dalam kitab Fathul Majid, pada bab Maa jaa'a 'anin nusyrah.

4️⃣.  Hendaknya ia mengambil tujuh lembar daun bidara yang hijau, lalu ditumbuk dan ditaruh di dalam air, lalu dibacakan di dalamnya apa yang telah berlalu dari ayat-ayat atau surat-surat serta doa-doa, setelah itu diminum airnya dan dipakai mandi. Sebagaimana hal itu bermanfaat untuk mengobati seseorang suami yg tidak bisa berhubungan dengan istrinya. Maka dengan merendam tujuh lembar daun bidara yang hijau dalam air, lalu dibacakan padanya apa yang telah kami sebutkan, kemudian diminumkan dan dipakai mandi, maka semua itu akan bermanfaat dengan izin Allah.

Dan di antara ayat-ayat yang dibacakan di air dan daun bidara hijau untuk mengobati orang yang terkena sihir dan orang yang tidak bisa menggauli istrinya, adalah sebagai berikut :

1. Membaca surat Al-Fatihah
2. Membaca ayat Kursi dalam surat Al-Baqarah :

ٱللَّهُ لَاۤ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡحَیُّ ٱلۡقَیُّومُۚ لَا تَأۡخُذُهُۥ سِنَةࣱ وَلَا نَوۡمࣱۚ لَّهُۥ مَا فِی ٱلسَّمَـٰوَ ٰ⁠تِ وَمَا فِی ٱلۡأَرۡضِۗ مَن ذَا ٱلَّذِی یَشۡفَعُ عِندَهُۥۤ إِلَّا بِإِذۡنِهِۦۚ یَعۡلَمُ مَا بَیۡنَ أَیۡدِیهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡۖ وَلَا یُحِیطُونَ بِشَیۡءࣲ مِّنۡ عِلۡمِهِۦۤ إِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرۡسِیُّهُ ٱلسَّمَـٰوَ ٰ⁠تِ وَٱلۡأَرۡضَۖ وَلَا یَـُٔودُهُۥ حِفۡظُهُمَاۚ وَهُوَ ٱلۡعَلِیُّ ٱلۡعَظِیمُ

[QS. Al-Baqarah: 255]

3. Membaca beberapa ayat surat Al-A'raf :

قَالَ إِن كُنتَ جِئۡتَ بِـَٔایَةࣲ فَأۡتِ بِهَاۤ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِینَ . فَأَلۡقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِیَ ثُعۡبَانࣱ مُّبِینࣱ . وَنَزَعَ یَدَهُۥ فَإِذَا هِیَ بَیۡضَاۤءُ لِلنَّـٰظِرِینَ. قَالَ ٱلۡمَلَأُ مِن قَوۡمِ فِرۡعَوۡنَ إِنَّ هَـٰذَا لَسَـٰحِرٌ عَلِیمࣱ . یُرِیدُ أَن یُخۡرِجَكُم مِّنۡ أَرۡضِكُمۡۖ فَمَاذَا تَأۡمُرُونَ . قَالُوۤا۟ أَرۡجِهۡ وَأَخَاهُ وَأَرۡسِلۡ فِی ٱلۡمَدَاۤىِٕنِ حَـٰشِرِینَ . یَأۡتُوكَ بِكُلِّ سَـٰحِرٍ عَلِیمࣲ . وَجَاۤءَ ٱلسَّحَرَةُ فِرۡعَوۡنَ قَالُوۤا۟ إِنَّ لَنَا لَأَجۡرًا إِن كُنَّا نَحۡنُ ٱلۡغَـٰلِبِینَ . قَالَ نَعَمۡ وَإِنَّكُمۡ لَمِنَ ٱلۡمُقَرَّبِینَ . قَالُوا۟ یَـٰمُوسَىٰۤ إِمَّاۤ أَن تُلۡقِیَ وَإِمَّاۤ أَن نَّكُونَ نَحۡنُ ٱلۡمُلۡقِینَ . قَالَ أَلۡقُوا۟ۖ فَلَمَّاۤ أَلۡقَوۡا۟ سَحَرُوۤا۟ أَعۡیُنَ ٱلنَّاسِ وَٱسۡتَرۡهَبُوهُمۡ وَجَاۤءُو بِسِحۡرٍ عَظِیمࣲ ۞ وَأَوۡحَیۡنَاۤ إِلَىٰ مُوسَىٰۤ أَنۡ أَلۡقِ عَصَاكَۖ فَإِذَا هِیَ تَلۡقَفُ مَا یَأۡفِكُونَ . فَوَقَعَ ٱلۡحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا۟ یَعۡمَلُونَ .فَغُلِبُوا۟ هُنَالِكَ وَٱنقَلَبُوا۟ صَـٰغِرِینَ . وَأُلۡقِیَ ٱلسَّحَرَةُ سَـٰجِدِینَ . قَالُوۤا۟ ءَامَنَّا بِرَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ. رَبِّ مُوسَىٰ وَهَـٰرُونَ .

[QS. Al-A'raf: 106-122]

4. Membaca ayat dalam surat Yunus :

وَقَالَ فِرۡعَوۡنُ ٱئۡتُونِی بِكُلِّ سَـٰحِرٍ عَلِیمࣲ . فَلَمَّا جَاۤءَ ٱلسَّحَرَةُ قَالَ لَهُم مُّوسَىٰۤ أَلۡقُوا۟ مَاۤ أَنتُم مُّلۡقُونَ . فَلَمَّاۤ أَلۡقَوۡا۟ قَالَ مُوسَىٰ مَا جِئۡتُم بِهِ ٱلسِّحۡرُۖ إِنَّ ٱللَّهَ سَیُبۡطِلُهُۥۤ إِنَّ ٱللَّهَ لَا یُصۡلِحُ عَمَلَ ٱلۡمُفۡسِدِینَ . وَیُحِقُّ ٱللَّهُ ٱلۡحَقَّ بِكَلِمَـٰتِهِۦ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡمُجۡرِمُونَ.

[QS. Yunus : 79-82]

5. Membaca beberapa ayat surat Thaha :

قَالُوا۟ یَـٰمُوسَىٰۤ إِمَّاۤ أَن تُلۡقِیَ وَإِمَّاۤ أَن نَّكُونَ أَوَّلَ مَنۡ أَلۡقَىٰ . قَالَ بَلۡ أَلۡقُوا۟ۖ فَإِذَا حِبَالُهُمۡ وَعِصِیُّهُمۡ یُخَیَّلُ إِلَیۡهِ مِن سِحۡرِهِمۡ أَنَّهَا تَسۡعَىٰ . فَأَوۡجَسَ فِی نَفۡسِهِۦ خِیفَةࣰ مُّوسَىٰ . قُلۡنَا لَا تَخَفۡ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡأَعۡلَىٰ . وَأَلۡقِ مَا فِی یَمِینِكَ تَلۡقَفۡ مَا صَنَعُوۤا۟ۖ إِنَّمَا صَنَعُوا۟ كَیۡدُ سَـٰحِرࣲۖ وَلَا یُفۡلِحُ ٱلسَّاحِرُ حَیۡثُ أَتَىٰ.

[QS. Tha-Ha: 65-69]

6. Membaca surat Al-Kafirun 
7. Membaca surat Al-Ikhlas dan Al-Muawidzatain yaitu surat Al-Falaq dan An-Naas masing dibaca 3 kali. 
8. Membaca sebagian doa-doa yang sesuai syariat seperti :

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبْ الْبَاسَ واشْفِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

doa di atas dibaca 3 kali, maka itu baik, kalau ditambahkan dengan doa :

بِاسْمِ اللهِ أَرقِيكَ، مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ، مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيكَ بِاسْمِ اللهِ أَرقِيكَ

dibaca 3 kali, maka itu bagus. 

Kalau dia membacakan apa yang telah lalu kepada yang terkena sihir secara langsung, lalu meniupkannya di kepala atau di dadanya, maka ini diantara sebab kesembuhan dengan izin Allah juga, sebagaimana telah lalu. 

📖 ((Akhthaa'un fil 'Aqiidah 12-15))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar