Tulisan ini dibuat bagi saudaraku umat Muslim semuanya. Mengingat ada beberapa orang dari agama lain memengaruhi umat Islam dan juga ada sebagian umat Muslim sendiri yang ternyata dalam keraguan mengenai agama ini. Karena di Al Quran pada beberapa ayat menggunakan kata ganti Jamak untuk wilayah Ketuhanan. Padahal dalam Islam hanya mengakui bahwa tidak ada tuhan selain Allah. Mengapa demikian? Berikut ini penjelasannya semoga bermanfaat ...
"Setiap orang boleh diambil perkataannya dan boleh pula ditolak, kecuali perkataan penghuni qubur ini" (sambil menunjuk kearah makam Nabi SAW). [Pesan Imam Malik]---"Tidak boleh diterima perkataan seseorang jika berlawanan dengan sunnah Rasulullah SAW." [Pesan Imam Syafi'i]---"Apabila telah shah satu hadits, maka itulah madzhabku." [Pesan Imam Syafi'i]--- Tambahan Artikel Renungan: Renungan Jumat
Kamis, 13 Agustus 2015
Dari Dua Peperangan Ke Hudaibiya
Penyusunan
masyarakat Arab, Affair percintaan dan semangat
perang, Wanita, di negeri Arab dan di Eropa masa
itu, Wanita dalam undang-undang Rumawi, Muhammad dan reformasi sosial, Islam
melarang mempertontonkan diri, Rumah tangga Nabi, Persiapan kehidupan sosial untuk masyarakat Islam, Ekspedisi Banu Lihyan, Pembersihan
Banu Qarad, Ekspedisi menghadapi Banu'l-Mushtaliq,
Fitnah Abdullah b. Ubayy, Kedengkian Ibn Ubayy kepada Nabi, Perjuangan batin yang berat, Nabi
memaafkan Ibn Ubayy, Tertinggal tak terasa, Juairia bt. al-Harith, Aisyah jatuh
sakit, Muhammad minta pendapat Usman dan Ali, Muhammad menemui Aisyah, Wahyu
membebaskan Aisyah, Maaf yang sungguh indah, Catatan kaki
SELESAI perang Khandaq dan setelah hukuman dilaksanakan
terhadap Banu Quraiza, keadaan Muhammad dan kaum Muslimin sudah makin stabil.
Oleh orang-orang Arab mereka sangat ditakuti sekali. Banyak dari kalangan
Quraisy sendiri mulai berpikir-pikir: tidakkah lebih baik bagi Quraisy sendiri
kalau mereka berdamai saja dengan Muhammad, sebagai orang yang berasal dari
mereka juga dan demikian juga sebaliknya, juga kaum Muhajirin, sebagai
pemuka-pemuka dan pemimpin-pemimpin mereka pula.
Senin, 10 Agustus 2015
Perjanjian Hudaibiya
Setelah
enam tahun di Medinah, Muslimin dirintangi ke Mesjid
Suci , Muslimin mengumumkan naik haji, Dua perkemahan bertemu, Muhammad
memelihara perdamaian , Utusan Quraisy kepada
Muhammad, Perutusan 'Urwa ibn Mas'ud, Usman b'Affan diutus, Ikrar
Ridzwan, Perutusan Quraisy kepada Muhammad, Perundingan kedua belah pihak, Abu
Bakr dan Umar, Umar: "Abu Bakr, bukankah dia
Rasulullah?" , Umar: "Bukankah kita ini Muslimin?"
, Umar: "Kenapa kita mau direndahkan dalam soal agama
kita?" , Perjanjian Hudaibiya (Maret 628) , Perjanjian Hudaibiya mulai berlaku, Hudaibiya: suatu kemenangan yang nyata, Cerita Abu Bashir , Wanita-wanita
Muslihat yang hijrah, Apa yang dilakukan Muhammad,
Catatan kaki
ENAM tahun lamanya sudah sejak Nabi dan sahabat-sahabatnya
hijrah dari Mekah ke Medinah. Seperti kita lihat, selama itu mereka
terus-menerus bekerja keras, terus-menerus dihadapkan kepada peperangan, kadang
dengan pihak Quraisy, adakalanya pula dengan pihak Yahudi. sementara itu
Islampun makin tersebar luas, makin kuat dan ampuh pula.
Sejak tahun pertama Hijrah, Muhammad sudah mengubah kiblatnya
dari al-Masjid'l-Aqsha ke al-Masjid'l-Haram. Sekarang kaum Muslimin menghadap ke
Baitullah yang di bangun oleh Ibrahim di Mekah, dan yang kemudian bangunan itu
dibaharui lagi tatkala Muhammad masih muda belia. Waktu itu ia juga turut
mengangkat batu hitam ketempatnya di ujung dinding bangunan itu. Tak terlintas
dalam pikirannya atau dalam pikiran siapapun juga waktu itu, bahwa Tuhan akan
menurunkan risalah kepadanya.
Jumat, 07 Agustus 2015
Perang Khandaq Banu Quraiza
Naluri orang-orang Arab dan kewaspadaan Muhammad, Permusuhan Yahudi yang sengit, Utusan Yahudi kepada Quraisy, Yahudi lebih mengutamakan paganisma daripada Islam, Dalam hal ini firman Tuhan dalam Qur'an menyebutkan; , Pendapat seorang Yahudi, Yahudi menghasut orang Arab, Muslimin gentar, Menggali parit sekitar Medinah, Quraisy terkejut melihat parit, Musim dingin yang luar biasa, Quraiza melanggar perjanjian, Utusan Muhammad kepada Quraiza, Yang menyerbu parit, Muslimin dianggap enteng oleh Quraiza, Intrik Nuiaim di kalangan Ahzab dan Quraiza, Angin topan menghancurkan perkemahan Ahzab, Ahzab berangkat pulang, Perang Quraiza, Keputusan Sa'd b. Mu'adh, Keuletan orang-orang Yahudi dalam perang, Harta benda Banu Quraiza, Catatan kaki
SETELAH Medinah dikosongkan dari Banu Nadzir, kemudian setelah peristiwa Badr Terakhir dan sesudah ekspedisi-ekspedisi Ghatafan dan Dumat'l-Jandal berlalu, tiba waktunya kaum Muslimin sekarang merasakan hidup yang lebih tenang di Medinah. Mereka sudah dapat mengatur hidup, sudah tidak begitu banyak mengalami kesulitan berkat adanya rampasan perang yang mereka peroleh dari peperangan selama itu, meskipun dalam banyak hal kejadian ini telah membuat mereka lupa terhadap masalah-masalah pertanian dan perdagangan. Tetapi disamping ketenangan itu Muhammad selalu waspada terhadap segala tipu-muslihat dan gerak-gerik musuh. Mata-mata selalu disebarkan ke seluruh pelosok jazirah, mengumpulkan berita-berita sekitar kegiatan masyarakat Arab yang hendak berkomplot terhadap dirinya. Dengan demikian ia selalu dalam siap-siaga, sehingga kaum Muslimin dapat selalu mempertahankan diri.
Kamis, 30 Juli 2015
Fiqih Sholat dan Permasalahannya
Bab: Perintah untuk Mengikuti Nabi SAW dalam Tatacara dan Bacaan Sholat
Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Isma'il telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Abu Qilabah dari Abu Sulaiman Malik bin Al Huwairits dia berkata; "Kami datang kepada Nabi Shallallahu'alaihi wasallam sedangkan waktu itu kami adalah pemuda yang sebaya. ... (Nabi SAW bersabda) "Pulanglah ke keluarga kalian. Tinggallah bersama mereka dan ajari mereka serta perintahkan mereka dan shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat. Jika telah datang waktu shalat, maka hendaklah salah seorang dari kalian mengumandangkan adzan, ...". (No. Hadist: 5549 KITAB SHAHIH BUKHARI)
Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Isma'il telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Abu Qilabah dari Abu Sulaiman Malik bin Al Huwairits dia berkata; "Kami datang kepada Nabi Shallallahu'alaihi wasallam sedangkan waktu itu kami adalah pemuda yang sebaya. ... (Nabi SAW bersabda) "Pulanglah ke keluarga kalian. Tinggallah bersama mereka dan ajari mereka serta perintahkan mereka dan shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat. Jika telah datang waktu shalat, maka hendaklah salah seorang dari kalian mengumandangkan adzan, ...". (No. Hadist: 5549 KITAB SHAHIH BUKHARI)
Minggu, 26 Juli 2015
Tentang Shalat Witir
Bab: Manakah yang lebih Baik, Witir (dan sholat malam lainnya) pada awal malam, ataukah di akhir malam?
No. Hadist: 1871 (KITAB SHAHIH BUKHARI)
وَعَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدٍ الْقَارِيِّ أَنَّهُ قَالَ خَرَجْتُ مَعَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لَيْلَةً فِي رَمَضَانَ إِلَى الْمَسْجِدِ فَإِذَا النَّاسُ أَوْزَاعٌ مُتَفَرِّقُونَ يُصَلِّي الرَّجُلُ لِنَفْسِهِ وَيُصَلِّي الرَّجُلُ فَيُصَلِّي بِصَلَاتِهِ الرَّهْطُ فَقَالَ عُمَرُ إِنِّي أَرَى لَوْ جَمَعْتُ هَؤُلَاءِ عَلَى قَارِئٍ وَاحِدٍ لَكَانَ أَمْثَلَ ثُمَّ عَزَمَ فَجَمَعَهُمْ عَلَى أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ ثُمَّ خَرَجْتُ مَعَهُ لَيْلَةً أُخْرَى وَالنَّاسُ يُصَلُّونَ بِصَلَاةِ قَارِئِهِمْ قَالَ عُمَرُ نِعْمَ الْبِدْعَةُ هَذِهِ وَالَّتِي يَنَامُونَ عَنْهَا أَفْضَلُ مِنْ الَّتِي يَقُومُونَ يُرِيدُ آخِرَ اللَّيْلِ وَكَانَ النَّاسُ يَقُومُونَ أَوَّلَهُ
Dan dari Ibnu Syihab dari 'Urwah bin Az Zubair dari 'Abdurrahman bin 'Abdul Qariy bahwa dia berkata; "Aku keluar bersama 'Umar bin Al Khaththob radliallahu 'anhu pada malam Ramadhan menuju masjid, ternyata orang-orang shalat berkelompok-kelompok secara terpisah-pisah, ada yang shalat sendiri dan ada seorang yang shalat diikuti oleh ma'mum yang jumlahnya kurang dari sepuluh orang. Maka 'Umar berkata: "Aku pikir seandainya mereka semuanya shalat berjama'ah dengan dipimpin satu orang imam, itu lebih baik". Kemudian Umar memantapkan keinginannya itu lalu mengumpulkan mereka dalam satu jama'ah yang dipimpin oleh Ubbay bin Ka'ab. Kemudian aku keluar lagi bersamanya pada malam yang lain dan ternyata orang-orang shalat dalam satu jama'ah dengan dipimpin seorang imam, lalu 'Umar berkata: "Sebaik-baiknya bid'ah adalah ini. Dan mereka yang tidur terlebih dahulu adalah lebih baik daripada yang shalat awal malam, yang ia maksudkan untuk mendirikan shalat di akhir malam, sedangkan orang-orang secara umum melakukan shalat pada awal malam.
No. Hadist: 1871 (KITAB SHAHIH BUKHARI)
وَعَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدٍ الْقَارِيِّ أَنَّهُ قَالَ خَرَجْتُ مَعَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لَيْلَةً فِي رَمَضَانَ إِلَى الْمَسْجِدِ فَإِذَا النَّاسُ أَوْزَاعٌ مُتَفَرِّقُونَ يُصَلِّي الرَّجُلُ لِنَفْسِهِ وَيُصَلِّي الرَّجُلُ فَيُصَلِّي بِصَلَاتِهِ الرَّهْطُ فَقَالَ عُمَرُ إِنِّي أَرَى لَوْ جَمَعْتُ هَؤُلَاءِ عَلَى قَارِئٍ وَاحِدٍ لَكَانَ أَمْثَلَ ثُمَّ عَزَمَ فَجَمَعَهُمْ عَلَى أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ ثُمَّ خَرَجْتُ مَعَهُ لَيْلَةً أُخْرَى وَالنَّاسُ يُصَلُّونَ بِصَلَاةِ قَارِئِهِمْ قَالَ عُمَرُ نِعْمَ الْبِدْعَةُ هَذِهِ وَالَّتِي يَنَامُونَ عَنْهَا أَفْضَلُ مِنْ الَّتِي يَقُومُونَ يُرِيدُ آخِرَ اللَّيْلِ وَكَانَ النَّاسُ يَقُومُونَ أَوَّلَهُ
Dan dari Ibnu Syihab dari 'Urwah bin Az Zubair dari 'Abdurrahman bin 'Abdul Qariy bahwa dia berkata; "Aku keluar bersama 'Umar bin Al Khaththob radliallahu 'anhu pada malam Ramadhan menuju masjid, ternyata orang-orang shalat berkelompok-kelompok secara terpisah-pisah, ada yang shalat sendiri dan ada seorang yang shalat diikuti oleh ma'mum yang jumlahnya kurang dari sepuluh orang. Maka 'Umar berkata: "Aku pikir seandainya mereka semuanya shalat berjama'ah dengan dipimpin satu orang imam, itu lebih baik". Kemudian Umar memantapkan keinginannya itu lalu mengumpulkan mereka dalam satu jama'ah yang dipimpin oleh Ubbay bin Ka'ab. Kemudian aku keluar lagi bersamanya pada malam yang lain dan ternyata orang-orang shalat dalam satu jama'ah dengan dipimpin seorang imam, lalu 'Umar berkata: "Sebaik-baiknya bid'ah adalah ini. Dan mereka yang tidur terlebih dahulu adalah lebih baik daripada yang shalat awal malam, yang ia maksudkan untuk mendirikan shalat di akhir malam, sedangkan orang-orang secara umum melakukan shalat pada awal malam.
Jumat, 24 Juli 2015
Isteri-Isteri Nabi
Teriakan
Orientalis tentang Zainab bt. Jahsy, Zainab menurut
gambaran kaum Orientalis, Orang-orang besar tidak tunduk
kepada undang-undang, Penggambaran Orientalis yang
keliru, Sampai usia 50 tahun hanya beristerikan
Khadijah, Hanya Khadijah yang membawa keturunan, Perkawinan Sauda bt. Zam'a, Penelitian
sejarah dan kesimpulannya Cerita Zainab bt. Jahsy, Terpaksa menerima, Zaid mengadukan
Zainab dan perceraian, Hukum pengaduan dalam Islam,
Bagaimana Muhammad kawin dengan Zainab, Bagaimana pendapat kaum Orientalis tentang cerita Zainab bt.
Jahsy, Muhammad menjunjung tinggi kedudukan
wanita., Catatan kaki
(Silahkan lihat juga: http://tausyiahaditya.blogspot.com/2012/04/urutan-12-istri-nabi-muhammad-saw.html)
Haekal mengulas isteri-isteri Nabi Muhammad saw., terutama
kepada Zainab, sebagai jawaban dari tuduhan kaum orientalis mengenai perkawinan
nabi dengan Zainab.
SEMENTARA peristiwa-peristiwa dalam dua bagian di atas itu
terjadi, Muhammad kawin dengan Zainab bt. Khuzaima, kemudian kawin dengan Umm
Salama bt. Abi Umayya bin'l-Mughira, selanjutnya kawin lagi dengan Zainab bt.
Jahsy setelah dicerai oleh Zaid b. Haritha. Zaid inilah yang telah diangkat
sebagai anak oleh Muhammad setelah dibebaskan sebagai budak sejak ia dibelikan
oleh Yasar untuk Khadijah. Di sinilah kaum Orientalis dan misi-misi penginjil
itu kemudian berteriak keras-keras: Lihat! Muhammad sudah berubah. Tadinya,
ketika ia masih di Mekah sebagai pengajar yang hidup sederhana, yang dapat
menahan diri dan mengajarkan tauhid, sangat menjauhi nafsu hidup duniawi,
sekarang ia sudah menjadi orang yang diburu syahwat, air liurnya mengalir bila
melihat wanita. Tidak cukup tiga orang isteri saja dalam rumah, bahkan ia kawin
lagi dengan tiga orang wanita seperti yang disebutkan di atas. Sesudah itu
mengawini tiga orang wanita lagi, selain Raihana. Tidak cukup kawin dengan
wanita-wanita yang tidak bersuami, bahkan ia jatuh cinta kepada Zainab bt. Jahsy
yang masih terikat sebagai isteri Zaid b. Haritha bekas budaknya. Soalnya tidak
lain karena ia pernah singgah di rumah Zaid ketika ia sedang tidak ada di tempat
itu, lalu ia disambut oleh Zainab. Tatkala itu ia sedang mengenakan pakaian yang
memperlihatkan kecantikannya, dan kecantikan ini sangat mempengaruhi hatinya.
Waktu itu ia berkata "Maha suci Ia yang telah dapat membalikkan hati manusia!"
Kata-kata ini diulanginya lagi ketika ia meninggalkan tempat itu. Zainab
mendengar kata-kata itu dan ia melihat api cinta itu bersinar dari matanya.
Zainab merasa bangga terhadap dirinya dan apa yang didengarnya itu
diberitahukannya kepada Zaid. Langsung waktu itu juga Zaid menemui Nabi dan
mengatakan bahwa ia bersedia menceraikannya. Lalu kata Nabi kepadanya:
"Jaga baik-baik isterimu, jangan diceraikan. Hendaklah engkau
takut kepada Allah."
Jumat, 17 Juli 2015
Perkataan Keji Mereka tentang Pernikahan Rasulullah SAW. dengan Zainab binti Jahsyi r.a. (Samakah Anak Kandung dengan Anak angkat?)
Sungguh keji perkataan Kaum Munafiq dan Kafir Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi Zainab, mereka menggunjingnya dengan mengatakan: ‘Muhammad telah mengharamkan menikahi istri-istri anak dan sekarang dia menikahi istri anaknya!"
Mereka berkata seperti itu karena sifat dengki dan penyakit hati mereka yang telah parah. Padahal pernikahan itu terjadi karena perintah Allah SWT. yang ingin menunjukkan kepada kita semua, bahwa sangatlah berbeda antara anak angkat dan anak kandung. Anak, tetap bernasab kepada orang-tua kandungnya, sehingga tidaklah layak menyandingkan nama dari anak angkat dengan ayah angkatnya. Pergunakan nama ayah kandung dari anak angkat tersebut.
Anak angkat tidaklah seperti anak kandung, anak angkat tidak akan mendapatkan hak warisan dari orang-tua angkatnya. Juga statusnya adalah seperti orang lain, dimana kalau sudah besar, anak tersebut bukanlah muhrimnya. Jadi harus berhati2 hubungan antara anak angkat dengan orang-tua angkat mereka apabila berbeda jenis kelamin.
Dan anak angkat yang dimaksudkan disini bukanlah yang sepersusuan. Yakni ketika masih bayi (bukan anak kandungnya), lalu disusui, hingga layak menjadi anak/saudara sepersusuan.
Mereka berkata seperti itu karena sifat dengki dan penyakit hati mereka yang telah parah. Padahal pernikahan itu terjadi karena perintah Allah SWT. yang ingin menunjukkan kepada kita semua, bahwa sangatlah berbeda antara anak angkat dan anak kandung. Anak, tetap bernasab kepada orang-tua kandungnya, sehingga tidaklah layak menyandingkan nama dari anak angkat dengan ayah angkatnya. Pergunakan nama ayah kandung dari anak angkat tersebut.
Anak angkat tidaklah seperti anak kandung, anak angkat tidak akan mendapatkan hak warisan dari orang-tua angkatnya. Juga statusnya adalah seperti orang lain, dimana kalau sudah besar, anak tersebut bukanlah muhrimnya. Jadi harus berhati2 hubungan antara anak angkat dengan orang-tua angkat mereka apabila berbeda jenis kelamin.
Dan anak angkat yang dimaksudkan disini bukanlah yang sepersusuan. Yakni ketika masih bayi (bukan anak kandungnya), lalu disusui, hingga layak menjadi anak/saudara sepersusuan.
Minggu, 12 Juli 2015
Selesai Romadlon sangat disunnahkan melakukan Takbiran dan Sholat 'Id
Anjuran (sangat) melakukan Takbiran dan Sholat 'Id setelah selesai Romadlon, siapapun ia, baik anak², wanita (haid/tidak), orang dewasa, muda, tua dan semuanya. Untuk wanita haid dianjurkan datang kelapangan sholat Ied, namun tdk usah ikut sholat, hanya mendengarkan ceramah dan takbiran
QS. 2. Al Baqarah:
وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
185. ... dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
QS. 2. Al Baqarah:
وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
185. ... dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
Kamis, 09 Juli 2015
Sunnahnya Puasa 6 Hari di Bulan Syawwal
Dari Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barangsiapa yang berpuasa (di bulan) Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan (puasa sunnah) enam hari di bulan Syawwal, maka (dia akan mendapatkan pahala) seperti puasa setahun penuh.” [HR. Muslim (no. 1164)]
Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan puasa sunnah enam hari di bulan Syawwal, yang ini termasuk karunia agung dari Allah kepada hamba-hamba-Nya, dengan kemudahan mendapatkan pahala puasa setahun penuh tanpa adanya kesulitan yang berarti.
Dan merupakan salah satu tanda diterimanya suatu amal ibadah oleh Allah, adalah dengan giat melakukan amal ibadah lain setelahnya [Lihat kitab Ahaadiitsush Shiyaam, Ahkaamun wa Aadaab (hal. 157)]
---------------------
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barangsiapa yang berpuasa (di bulan) Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan (puasa sunnah) enam hari di bulan Syawwal, maka (dia akan mendapatkan pahala) seperti puasa setahun penuh.” [HR. Muslim (no. 1164)]
Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan puasa sunnah enam hari di bulan Syawwal, yang ini termasuk karunia agung dari Allah kepada hamba-hamba-Nya, dengan kemudahan mendapatkan pahala puasa setahun penuh tanpa adanya kesulitan yang berarti.
Dan merupakan salah satu tanda diterimanya suatu amal ibadah oleh Allah, adalah dengan giat melakukan amal ibadah lain setelahnya [Lihat kitab Ahaadiitsush Shiyaam, Ahkaamun wa Aadaab (hal. 157)]
---------------------
Sabtu, 04 Juli 2015
Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wassalam?
Setiap barang elektronik buatan manusia pasti ada buku manualnya. Buku manual tersebut biasanya berisikan petunjuk penggunaan berikut permasalahan yang mungkin timbul dan cara mengatasinya. Jika pembeli tersebut mengabaikan petunjuk itu, bisa berakibat kerusakan pada barang elektronik tsb atau bahkan bisa melukai pembeli itu sendiri.
Manusia yang diciptakan untuk menjadi khalifah dibumi tentu juga diberikan petunjuk oleh Penciptanya. Tidak mungkin dibiarkan tanpa buku petunjuk olehNya. Ada dua petunjuk yang diberikan kepada Manusia yakni:
1. Kitabullah, yang merupakan firman Allah, yang tertulis, yang berisikan petunjuk dan peringatan bagi manusia.
2. Rasulullah, yang merupakan sosok nyata dan hidup yang dapat diteladani bagi umatnya. Bagaikan Kitabullah berjalan.
Manusia yang diciptakan untuk menjadi khalifah dibumi tentu juga diberikan petunjuk oleh Penciptanya. Tidak mungkin dibiarkan tanpa buku petunjuk olehNya. Ada dua petunjuk yang diberikan kepada Manusia yakni:
1. Kitabullah, yang merupakan firman Allah, yang tertulis, yang berisikan petunjuk dan peringatan bagi manusia.
2. Rasulullah, yang merupakan sosok nyata dan hidup yang dapat diteladani bagi umatnya. Bagaikan Kitabullah berjalan.
Rabu, 01 Juli 2015
SIAPAKAH ALLAH?
Kadangkala kita bertanya-tanya, siapakah Allah Tuhan kita yang selalu kita sembah, namun kita tidak bisa melihatNya?
Ketahuilah, sesungguhnya SEMUA apa yang dapat kita lihat dengan kedua mata kita adalah LEMAH. Tidak kekal dan tidak abadi, yakni tidak akan memiliki ketetapan wujud, melainkan akan berubah wujud tergantung pada waktu dan cahaya yang meneranginya ataupun yang lainnya. Apa yang tampak oleh kedua mata kita, suatu ketika akan lenyap.
Mungkinkah Allah Sang Pencipta akan lenyap atau tergantung kepada makhluq-Nya, padahal Dia mampu menjaga alam semesta ini tetap utuh dan kokoh, mulai kita, ayah kita, Nabi Adam as, belum diciptakan, hingga kelak alam semesta ini hancur semua yakni pada hari kiamat, yang merupakan kehendakNya?
Dia sendirian MENJAGA alam semesta ini, tanpa bantuan manusia, jin, malaikat dan semuanya. Semua takut dan tunduk kepada perintahNya, kecuali manusia dan jin yang ada sebagiannya yang membangkang/ingkar kepada Allah.
Allah Sendiri membiarkan manusia dan jin pembangkang hingga waktu yang ditentukan, yakni supaya mereka mau bertaubat, kembali kepadaNya, atau malah akan semakin dijebloskan kepada murkaNya karena mereka tidak mau bertobat dan terus membangkang.
Ketahuilah, sesungguhnya SEMUA apa yang dapat kita lihat dengan kedua mata kita adalah LEMAH. Tidak kekal dan tidak abadi, yakni tidak akan memiliki ketetapan wujud, melainkan akan berubah wujud tergantung pada waktu dan cahaya yang meneranginya ataupun yang lainnya. Apa yang tampak oleh kedua mata kita, suatu ketika akan lenyap.
Mungkinkah Allah Sang Pencipta akan lenyap atau tergantung kepada makhluq-Nya, padahal Dia mampu menjaga alam semesta ini tetap utuh dan kokoh, mulai kita, ayah kita, Nabi Adam as, belum diciptakan, hingga kelak alam semesta ini hancur semua yakni pada hari kiamat, yang merupakan kehendakNya?
Dia sendirian MENJAGA alam semesta ini, tanpa bantuan manusia, jin, malaikat dan semuanya. Semua takut dan tunduk kepada perintahNya, kecuali manusia dan jin yang ada sebagiannya yang membangkang/ingkar kepada Allah.
Allah Sendiri membiarkan manusia dan jin pembangkang hingga waktu yang ditentukan, yakni supaya mereka mau bertaubat, kembali kepadaNya, atau malah akan semakin dijebloskan kepada murkaNya karena mereka tidak mau bertobat dan terus membangkang.
Senin, 29 Juni 2015
Lailatul Qadar
QS.97. Al Qadr:
إِنَّآ أَنزَلْنَـٰهُ فِى لَيْلَةِ ٱلْقَدْرِ * وَمَآ أَدْرَٰكَ مَا لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ * لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ * تَنَزَّلُ ٱلْمَلَـٰۤئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ * سَلَـٰمٌ هِىَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ ٱلْفَجْرِ
1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.
2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
4. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Abu Suhail dari bapaknya dari 'Aisyah radliallahu 'anha bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Carilah Lailatul Qadar pada malam yang ganjil dalam sepuluh malam yang akhir dari Ramadhan".(No. Hadist: 1878 dari KITAB SHAHIH BUKHARI)
إِنَّآ أَنزَلْنَـٰهُ فِى لَيْلَةِ ٱلْقَدْرِ * وَمَآ أَدْرَٰكَ مَا لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ * لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ * تَنَزَّلُ ٱلْمَلَـٰۤئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ * سَلَـٰمٌ هِىَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ ٱلْفَجْرِ
1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.
2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
4. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Abu Suhail dari bapaknya dari 'Aisyah radliallahu 'anha bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Carilah Lailatul Qadar pada malam yang ganjil dalam sepuluh malam yang akhir dari Ramadhan".(No. Hadist: 1878 dari KITAB SHAHIH BUKHARI)
Sabtu, 13 Juni 2015
Yang Diperbolehkan dalam Puasa
QS. 2. Al Baqarah:
أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ ٱلصِّيَامِ ٱلرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَآئِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ عَلِمَ ٱللَّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ فَٱلـنَ بَـٰشِرُوهُنَّ وَٱبْتَغُواْ مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمْ وَكُلُواْ وَٱشْرَبُواْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلْخَيْطُ ٱلأَبْيَضُ مِنَ ٱلْخَيْطِ ٱلأَسْوَدِ مِنَ ٱلْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّواْ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيْلِ وَلاَ تُبَـٰشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَـٰكِفُونَ فِي ٱلْمَسَـٰجِدِ تِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ فَلاَ تَقْرَبُوهَا كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
187. Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid [berada dalam mesjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah]. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.
أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ ٱلصِّيَامِ ٱلرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَآئِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ عَلِمَ ٱللَّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ فَٱلـنَ بَـٰشِرُوهُنَّ وَٱبْتَغُواْ مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمْ وَكُلُواْ وَٱشْرَبُواْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلْخَيْطُ ٱلأَبْيَضُ مِنَ ٱلْخَيْطِ ٱلأَسْوَدِ مِنَ ٱلْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّواْ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيْلِ وَلاَ تُبَـٰشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَـٰكِفُونَ فِي ٱلْمَسَـٰجِدِ تِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ فَلاَ تَقْرَبُوهَا كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
187. Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid [berada dalam mesjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah]. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.
Senin, 08 Juni 2015
Kitab Puasa
QS. 2. Al Baqarah:
يٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
أَيَّامًا مَّعْدُودَٰتٍ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ وَأَن تَصُومُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
184. (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan[memberi makan lebih dari seorang miskin untuk satu hari], maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىۤ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَـٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُواْ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
185. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
يٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
أَيَّامًا مَّعْدُودَٰتٍ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ وَأَن تَصُومُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
184. (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan[memberi makan lebih dari seorang miskin untuk satu hari], maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىۤ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَـٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُواْ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
185. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
Sabtu, 06 Juni 2015
Cahaya berkilauan dng membawa Berkah yg dinantikan
Akan datang secercah Cahaya berkilauan tapi tak menyilaukan ...
Dengan membawa Berkah yang dinanti-nantikan ...
Menembus awan hitam yang tebal penuh dengan derita ...
Awan tebal yang diciptakan oleh manusia itu sendiri ...
Akan datang bulan yang penuh Berkah, Rahmat, dan AmpunanNya ...
Bulan yang disisi Allah merupakan bulan yang terbaik ...
Siangnya adalah yang terbaik diantara siang ...
Malamnya adalah yang terbaik diantara malam ...
Yaitu suatu bulan dimana manusia yang beriman diundang ...
Oleh Penciptanya untuk menuju perjamuan Ilahi ...
Saat-saat Allah memuliakan hambaNya ...
Saat-saat setiap nafas adalah merupakan tasbih ...
Tidur hambaNya adalah ibadah ...
Segala amal baik hambaNya diterima ...
Dan saat-saat dimana semua do'a dijawab ...
Karena itu hendaklah kamu memohon kepada Allah ...
Dengan niat yang benar dan hati yang suci ...
Sesungguhnya Celakalah orang-orang yang tidak memperoleh pengampunan dibulan yang Agung ini ...
Ingatlah akan lapar dan haus dihari pengadilan yg pasti datang, yakni pengadilan di padang Mahsyar ...
Berikanlah sedekahmu kepada fakir-miskin ...
Hormatilah orang tuamu ...
Sayangilah yang muda diantara kamu ...
Jagalah Lidahmu dari perkataan keji, kotor dan pergunjingan ...
Jagalah telingamu dari suara yang tidak patut didengar ...
Berlaku baiklah terhadap anak yatim ...
Bertaubatlah kepada Allah atas dosa-dosa kamu ...
Berdo'alah dengan tangan terangkat diwaktu sholatmu ...
Dimana Allah melihat hambaNya dengan belas kasihan ...
Ia menjawab apabila mereka menyeru ...
Ia menyambut apabila mereka memanggil ...
Ia memberi apabila mereka meminta ...
Ia akan mengabulkan apabila mereka memohon ...
Dengan membawa Berkah yang dinanti-nantikan ...
Menembus awan hitam yang tebal penuh dengan derita ...
Awan tebal yang diciptakan oleh manusia itu sendiri ...
Akan datang bulan yang penuh Berkah, Rahmat, dan AmpunanNya ...
Bulan yang disisi Allah merupakan bulan yang terbaik ...
Siangnya adalah yang terbaik diantara siang ...
Malamnya adalah yang terbaik diantara malam ...
Yaitu suatu bulan dimana manusia yang beriman diundang ...
Oleh Penciptanya untuk menuju perjamuan Ilahi ...
Saat-saat Allah memuliakan hambaNya ...
Saat-saat setiap nafas adalah merupakan tasbih ...
Tidur hambaNya adalah ibadah ...
Segala amal baik hambaNya diterima ...
Dan saat-saat dimana semua do'a dijawab ...
Karena itu hendaklah kamu memohon kepada Allah ...
Dengan niat yang benar dan hati yang suci ...
Sesungguhnya Celakalah orang-orang yang tidak memperoleh pengampunan dibulan yang Agung ini ...
Ingatlah akan lapar dan haus dihari pengadilan yg pasti datang, yakni pengadilan di padang Mahsyar ...
Berikanlah sedekahmu kepada fakir-miskin ...
Hormatilah orang tuamu ...
Sayangilah yang muda diantara kamu ...
Jagalah Lidahmu dari perkataan keji, kotor dan pergunjingan ...
Jagalah telingamu dari suara yang tidak patut didengar ...
Berlaku baiklah terhadap anak yatim ...
Bertaubatlah kepada Allah atas dosa-dosa kamu ...
Berdo'alah dengan tangan terangkat diwaktu sholatmu ...
Dimana Allah melihat hambaNya dengan belas kasihan ...
Ia menjawab apabila mereka menyeru ...
Ia menyambut apabila mereka memanggil ...
Ia memberi apabila mereka meminta ...
Ia akan mengabulkan apabila mereka memohon ...
Selasa, 02 Juni 2015
Pengaruh Uhud
Politik
Muhammad sesudah Uhud, Pasukan Abu Salama, Pasukan Abdullah b. 'Unais, Peristiwa
ar-Raji' (tahun 625), Zaid b. Khubaib dibunuh, Orientalis diam saja, Orang-orang
Yahudi dan orang-orang Munafik di Medinah, Yahudi
berkomplot terhadap Muhammad, Abdullah b. Ubayy membakar
semangat orang-orang Yahudi, Banu Nadzir dikepung,
Exodus, Sekretaris Nabi, Badr terakhir, Ekspedisi
Dhat'r-Riqa', Ekspedisi Duma'l-Jandal, Catatan kaki
Politik Muhammad sesudah
Uhud ▲
ABU SUFYAN telah kembali dari Uhud ke Mekah. Berita-berita
kemenangannya sudah lebih dulu sampai, yang disambut penduduk dengan rasa
gembira, karena dianggap sudah dapat menghapus cemar yang dialami Quraisy selama
di Badr. Begitu sampai ia ke Mekah, langsung menuju Ka'bah sebelum ia pulang ke
rumah. Kepada Hubal dewa terbesar ia menyatakan puji dan syukur. Dicukurnya
lebih dulu rambut yang di bawah telinganya, lalu ia pulang ke rumah sebagai
orang yang sudah memenuhi janji bahwa ia takkan mendekati isterinya sebelum
dapat mengalahkan Muhammad.
Sebaliknya kalangan Muslimin, mereka melihat kota Medinah
sudah banyak terasa aneh sekali, meskipun musuh tetap mengejar-ngejar mereka.
Selama tiga hari terus-menerus mereka tetap tabah menghadapi musuh yang masih
tidak mempunyai keberanian menghadapi mereka itu. Padahal belum selang duapuluh
empat jam yang lalu musuh telah merasa sebagai pihak yang menang.
Senin, 01 Juni 2015
Perang Uhud
Persiapan
Quraisy di Mekah, Berangkat perang, Bagaimana Muhammad mengetahui, Kalah
dan menang, Nabi berangkat dari Medinah, Berhadapan dengan lawan, Abu Sufyan dan
Quraisy kembali ke Mekah, Catatan kaki,
SEJAK terjadinya perang Badr pihak Quraisy sudah tidak pernah
tenang lagi. Juga penstiwa Sawiq tidak membawa keuntungan apa-apa buat mereka.
Lebih-lebih karena kesatuan Zaid b. Haritha telah berhasil mengambil perdagangan
mereka ketika mereka hendak pergi ke Syam melalui jalan Irak. Hal ini
mengingatkan mereka pada korban-korban Badr dan menambah besar keinginan mereka
hendak membalas dendam. Bagaimana Quraisy akan dapat melupakan peristiwa itu,
sedang mereka adalah bangsawan-bangsawan dan pemimpin-pemimpin Mekah,
pembesar-pembesar yang angkuh dan punya kedudukan terhormat? Bagaimana mereka
akan dapat melupakannya, padahal wanita-wanita Mekah selalu ingat akan
korban-korban yang terdiri dari anak, atau saudara, bapak, suami atau teman
sejawat? Mereka selalu berkabung, selalu menangisi dan meratapi.
Langganan:
Postingan (Atom)