Jumat, 20 September 2013

Kita Tidak Bisa Sendirian Masuk Surga

Tidak bisa dipungkiri, seseorang masuk surga disebabkan orang lain, mengapa?
1. Pakaian yg dipakai sholat, buatan orang lain
2. Masjid yg dipakai sholat, buatan orang lain
3. Berjamaah dengan orang lain (apa bisa jumatan sendiri?)
4. Ada orang lain yg miskin, maka kita bisa bersedekah (apa bisa sedekah kalo sendirian saja?)
5. Ada orang lain yg lemah, maka kita bisa membantunya (apakah bisa membantu, kalo sendirian saja?)


Namun yg tidak kalah penting, masuk Surga itu hanya karena Rahmat dari Allah saja, mengapa?
1. Pakaian, Masjid dll yg digunakan bahannya dari alam, padahal alam ini ciptaan Allah (kalo Allah tidak mau menciptakan bahan²nya, bgmn para tukang bisa membuat baju dan membangun Masjid?)
2. Dikumpulkan bersama dengan orang² yg ingin sholat berjamaah. (bagaimana mungkin bisa berjamaah, kalo orang² tidak mau berjamaah?)
3. Ditunjukkan orang miskin dan orang lemah yg tidak sombong (kalo ditunjukkan orang miskin dan orang lemah yg sombong, yg tdk mau menerima bantuan kita, bagaimana kita bs membantu dan bersedakah?)

#sebuah renungan
---------------------

QS.89. Al Fajr:27-30

يٰأَيَّتُهَا ٱلنَّفْسُ ٱلْمُطْمَئِنَّةُ
ٱرْجِعِى إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً
فَٱدْخُلِى فِى عِبَٰدِى
وَٱدْخُلِى جَنَّتِى

"Hai jiwa yang tenang"
"Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya."
"Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,"
"masuklah ke dalam syurga-Ku"

027. Hai jiwa yang tenang (atau yang aman), dimaksud adalah jiwa yang beriman.

028. Kembalilah kepada Rabbmu (perkataan ini diucapkan kepadanya sewaktu ia menjelang mati; yakni kembalilah kamu kepada perintah dan kehendak-Nya), dengan hati yang puas akan pahala yang kamu terima lagi diridai di sisi Allah (maksudnya, semua amal perbuatanmu diridai di sisi-Nya). Jiwa yang beriman itu merasa puas dan diridai; kedudukan kedua lafal ini menjadi kata keterangan keadaan; kemudian dikatakan kepadanya pada hari kiamat nanti:

029. "Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku yang saleh.

030. Dan masuklah ke dalam surga-Ku bersama dengan hamba-hamba-Ku yang saleh".


Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa firman Allah S.89:27 turun berkenaan dengan Hamzah (paman Nabi SAW yang gugur sebagai syahid, syahid pertama dari keluarga Nabi SAW).
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Buraidah.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa Nabi saw. bersabda: "Siapa yang akan membeli sumur Rahmat untuk melepaskan dahaga. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosanya." Sumur itu dibeli oleh Utsman. Nabi saw. bersabda: "Apakah engkau rela sumur itu dijadikan sumber air minum bagi semua orang?" Utsman menyetujuinya. Maka Allah menurunkan ayat ini (S.89:27) berkenaan dengan Utsman.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Juwaibir dari ad-Dlahhak yang bersumber dari Ibnu Abbas.)


Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Bahwa ia mendengar Nabi bersabda: Sungguhnya ada tiga orang Bani Israel, seorang berkulit belang, seorang berkepala botak dan yang lain matanya buta. Allah ingin menguji mereka, maka Dia mengirim malaikat. Malaikat ini mendatangi orang yang berkulit belang dan bertanya: Apa yang paling kamu sukai? Orang itu menjawab: Warna (kulit) yang bagus, kulit yang indah dan sembuhnya penyakit yang membuat orang jijik kepadaku. Malaikat tersebut mengusap tubuhnya, maka penyakitnya sembuh dan ia diberi warna yang bagus dan kulit yang indah. Malaikat bertanya lagi: Harta apa yang paling kamu senangi? Orang itu menjawab: Unta. Atau: Ia menjawab: Sapi. (Ishak ragu-ragu tentang itu). Lalu ia diberi unta yang hampir melahirkan lalu malaikat berkata: Semoga Allah memberkahinya untukmu. Kemudian ia mendatangi orang yang botak lalu bertanya: Apa yang paling kamu sukai? Orang itu berkata: Rambut yang indah dan sembuhnya penyakit yang membuat orang jijik kepadaku. Malaikat mengusapnya, maka penyakitnya sembuh dan ia diberi rambut yang indah. Malaikat bertanya lagi: Harta apa yang paling kamu senangi? ia menjawab: Sapi. Maka ia diberi sapi bunting lalu malaikat berkata: Semoga Allah memberkahinya untukmu. Kemudian malaikat mendatangi yang buta, lalu bertanya: Apa yang paling kamu sukai? Ia menjawab: Allah mengembalikan penglihatanku, sehingga aku dapat melihat manusia. Maka Malaikat mengusapnya, sehingga penglihatannya kembali normal. Malaikat itu bertanya lagi: Harta apa yang paling kamu sukai? Ia menjawab: Kambing. Maka ia diberi kambing yang beranak. Selanjutnya semua binatang yang diberikan itu beranak-pinak sehingga orang yang berpenyakit belang dapat mempunyai unta satu lembah, yang botak mempunyai sapi satu lembah dan yang asalnya buta memiliki kambing satu lembah. Pada suatu ketika malaikat kembali mendatangi orang yang berpenyakit belang dalam bentuk dan cara seperti ia dahulu lalu berkata: Aku orang miskin yang telah terputus seluruh sumber rezeki dalam perjalananku, maka pada hari ini tidak ada lagi pengharapan, kecuali kepada Allah dan kamu. Demi Tuhan yang telah menganugerahimu warna yang bagus, kulit yang indah serta harta benda, aku minta seekor unta untuk membantuku dalam perjalanan. Orang itu berkata: Masih banyak sekali hak-hak yang harus kupenuhi. Maka malaikat itu berkata kepadanya: Aku seperti mengenal kamu, bukankah kamu yang dahulu berpenyakit kulit belang yang manusia jijik kepadamu, serta yang dahulu fakir lalu diberi harta oleh Allah? Orang itu berkata: Aku mewarisi harta ini secara turun-temurun. Malaikat berkata: Kalau kamu berdusta, semoga Allah menjadikan kamu seperti dahulu lagi. Setelah itu malaikat tadi mendatangi orang yang dahulu botak dalam bentuknya seperti dahulu lalu berkata kepadanya seperti apa yang dikatakannya kepada orang yang berkulit belang, dan orang itu menjawabnya seperti jawaban orang yang belang tadi. Maka malaikat berkata: Jika kamu berdusta, semoga Allah menjadikan kamu seperti dahulu lagi. Kemudian sesudah itu malaikat mendatangi orang yang dahulu buta dalam bentuk dan cara seperti dahulu lalu berkata: Aku orang miskin yang mengembara dan telah terputus seluruh sumber rezeki dalam perjalananku, maka pada hari ini tidak ada lagi pengharapan, kecuali kepada Allah dan kamu. Demi Tuhan yang telah memulihkan penglihatanmu, aku minta seekot kambing untuk membantuku dalam perjalanan. Orang itu berkata: Dahulu aku buta, lalu Allah memulihkan penglihatanku, maka ambillah apa yang kamu inginkan dan tinggalkanlah apa yang tidak kamu inginkan. Demi Allah aku tidak akan membebani kamu untuk mengembalikan sesuatu yang telah kamu ambil untuk Allah. Maka malaikat berkata: Peganglah hartamu itu semua, karena kamu sekalian hanya sekedar diuji, kamu telah diridai Tuhan, sedangkan kedua sahabatmu telah dimurkai Allah. (Shahih Muslim No.5265)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar