Nabi umat ini
sekaligus murabbi (pembimbing) yang handal dan terdepan memiliki komitmen yang
sangat besar dalam beribadah. Beliau selalu menghubungkan hatinya dengan Allah
Ta'ala. Tidak sedikitpun waktu yang terlewat tanpa dzikrullah, tahmid, syukur,
istighfar dan taubat. Padahal telah diampuni dosa-dosa beliau yang lalu maupun
yang akan datang. Namun beliau senantiasa menjadi hamba yang bersyukur, nabi
yang mensyukuri karunia Allah dan rasul yang selalu memuji keagungan-Nya. Beliau
mengenal kebesaran Allah, dengan itu beliau senantiasa memuji-Nya, memohon
kepada-Nya dan kembali menuju ampunan-Nya. Beliau mengetahui betapa berharga
waktu yang diberikan, beliau pergunakan sebaik-baiknya dengan selalu mengisi
waktu dalam ketaatan dan ibadah.
'Aisyahradhiyallahu 'anhaberkata:
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam senantiasa berdzikir kepada Allah setiap waktu." (HR. Muslim)
'Aisyahradhiyallahu 'anhaberkata:
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam senantiasa berdzikir kepada Allah setiap waktu." (HR. Muslim)