Senin, 15 September 2014

Larangan Melaknat sembarangan

Janganlah melaknat sembarangan ...
Apabila seseorang itu melakukan kekhilafan ...
Padahal sehari-harinya ia termasuk orang yang mencintai Allah dan rasul-Nya ...

Sehari-harinya ia melakukan apa² yang diperintahkan Allah melalui NabiNya ...
Ia Sholat, berzakat, puasa, dan pergi Haji ...
Namun karena suatu kekhilafan ia melakukan dosa ...

Biarkanlah Allah yang memutuskan, setelah hukumNya diterapkan padanya ...
Apakah ia akan diampuni ataukah akan disiksa oleh Allah ...
Bukanlah hak kita untuk menghakiminya ...

Karena kita sendiri juga belum tentu lebih baik dari dia ...
Kita sendiri belum dijamin masuk Surga walaupun merasa melakukan perbuatan para calon penduduk Surga ...
Siapakah yang dapat menentukan? Allah ataukah kita ?


QS.85. Al Buruuj:

وَهُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلْوَدُودُ

14. Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih,


Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair telah menceritakan kepadaku Al Laits mengatakan, telah menceritakan kepadaku Khalid bin Yazid dari Sa'id bin Abi Hilal dari Zaid bin Aslam dari ayahnya dari Umar bin khattab, ada seorang laki-laki dimasa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam Shallallahu'alaihiwasallam namanya Abdullah, dia dijuluki keledai, ia suka membuat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tertawa, dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah mencambuknya karena ia mabuk. Suatu hari ia ditangkap lagi dan Nabi memerintahkan agar dia dicambuk. Lantas salah seorang sahabat berujar; 'Ya Allah, laknatilah dia, betapa sering ia ketangkap, ' Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "janganlah kalian melaknat dia, demi Allah, setahuku dia mencintai Allah dan rasul-Nya."(No. Hadist: 6282 dari KITAB SHAHIH BUKHARI)

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Anas bin 'Iyadh telah menceritakan kepada kami Ibnu Al Had dari Muhammad bin Ibrahim dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, mengatakan; seorang pemabuk dihadapkan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, Nabi menyuruhnya untuk dicambuk. Diantara kami ada yang memukulnya dengan tangan, diantara kami ada yang memukulnya dengan sandal, dan diantara kami ada yang memukulnya dengan pakaiannya. Tatkala selesai, ada seorang sahabat mengatakan; 'sekiranya Allah menghinakan dia! ' Kontan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Janganlah kalian menjadi penolong setan untuk menjerumuskan kawan kalian!."(No. Hadist: 6283 dari KITAB SHAHIH BUKHARI)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar