Senin, 26 Maret 2012

Jangan menghina Nasab dan balaslah salam dng yg lebih baik...


Janganlah menghina nasab >> Termasuk menghina nasab (keturunan) diantaranya: "hai, anak maling", "hai, anak koruptor", "ayahmu kere/miskin", "dasar anak pembantu" dll
Dan Jangan meratapi jenazah >> Meratapi jenazah dng memukul2 kepala, menyobek2 baju, meraung2 menangisi jenazah juga berkata2 yg tidak pantas, seperti "kenapa kamu tinggalkan aku? Tuhan tidak adil". Namun tidaklah mengapa bagi orang yg sedih karena kehilangan orang yg dicintainya, kemudian ia menitikkan air mata (tidak meraung2, hanya diam dan menitikkan air mata atau mengucapkan "Innalillahi Wa inna Ilaihi Roji'uun")...

Terjemahan:
Rasulullah SAW bersabda, "Dua golongan manusia yang dapat menjadi kafir : orang yang menghina nasab dan orang yang meratapi jenazah." (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Muslim (121/17) dari hadits yang bersumber dari Amru bin Ash ra.)


Apabila seorang Muslim mengucapkan "Assalamu'alaikum", maka balaslah dng ucapan yg setara atau lebih baik lagi, misal, "Wa 'alaikumus Salam wa Rohmatullahi wa Barokatuh".
Membalas Salam adalah wajib, namun membalas salam dng yg lebih baik adalah suatu keutamaan dan kebajikan.
Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu...

QS 4.An Nisaa':86

وَإِذَا حُيِّيتُم بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّواْ بِأَحْسَنَ مِنْهَآ أَوْ رُدُّوهَآ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ حَسِيباً

"Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa)[Penghormatan dalam Islam ialah: dengan mengucapkan Assalamu'alaikum]. Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar