Senin, 12 Maret 2012

Jangan Lengah... Jangan Berputusasa...


Setiap orang tanpa terkecuali, memiliki peluang yg sama dalam mendekati dan memasuki Surga ataupun Neraka, bagaikan jarak antara telapak kaki dng sandal yg dipakainya...
Tidak peduli apakah dia itu Kyai, Ustadz, Guru, Mahasiswa, Pedagang, Tukang Cuci, Pencuri atau yg lainnya...

Seorang yg merasa "baik" seperti Kyai, haruslah waspada dan jangan sampai lengah...
Jangan sampai lengah dng ibadah yg dikerjakan dng luar biasa, karena sesungguhnya hidup ini tidaklah seperti jalan tol, mulus tanpa rintangan...
Sanggupkah ia tetap mempertahankan keimanan dengan sebenar2 iman sampai sakaratul maut menjemput...?

Seorang yg merasa "buruk", seperti Pembunuh, janganlah berputusasa...
Dengan menganggap dirinya pasti penghuni Neraka...
Bukankah pintu tobat masih terbuka luas, sebelum ajal menjemput...?
Asalkan ia mau bertobat dng sebenar2 tobat sebelum sakaratul maut, ampunan Allah dan SurgaNya telah menunggu...


Sesungguhnya setan itu telah mengatakan: "Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bagian yang sudah ditentukan..."

Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka...
Mereka itu tempatnya Jahannam dan mereka tidak memperoleh tempat lari dari padanya...

Setan2 itu tdk akan pilih2 manusia mana yang akan disesatkan...
Tidak peduli apakah ia itu Kyai ataupun Maling, bahkan seorang Kyai bisa mendapatkan godaan (dari setan) yg lebih dahsyat daripada orang biasa...

Terdapat beberapa kisah, yg menyebutkan seorang ahli ibadah ternyata masuk Neraka karena kelengahan dirinya dan tipuan dari setan...
Juga terdapat kisah seorang pembunuh masuk Surga karena dirinya telah bertobat dng sebenar2 tobat sebelum ajal menjemput...

Sehingga berhati2lah, jangan lengah dan jangan berputusasa, terus berharap akan Rahmat, Ampunan dan Pertolongan Allah dalam menghadapi serangan Iblis, setan dan anak buahnya...

QS 4.An Nisaa':118

لَّعَنَهُ ٱللَّهُ وَقَالَ لأََتَّخِذَنَّ مِنْ عِبَادِكَ نَصِيباً مَّفْرُوضاً

"...syaitan itu mengatakan: "Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya)[Pada tiap-tiap manusia ada persediaan untuk baik dan ada persediaan untuk jahat, syaitan akan mempergunakan persediaan untuk jahat untuk mencelakakan manusia],"

QS 4.An Nisaa':120-121

يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِمْ وَمَا يَعِدُهُمْ ٱلشَّيْطَـٰنُ إِلاَّ غُرُوراً
أُوْلَـٰئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَلاَ يَجِدُونَ عَنْهَا مَحِيصاً

"Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka."

"Mereka itu tempatnya Jahannam dan mereka tidak memperoleh tempat lari dari padanya."

1 komentar:

  1. Nur Hadi >>> maaf, QS 4 : 118 maksud dari manusia yang telah ditentukan. ditentukan oleh siapa dan yang ditentukan itu yang bagaimana...? selain itu juga dalam tulisan saudara syaiton akan mengambil bagian yang telah ditentukan, bagian dari apa dan bagaimana cirinya...?
    9 jam yang lalu · Suka
    Aditya Prapanca >>> Sesungguhnya akhir dari taqdir manusia, apakah ia berakhir dng baik atau buruk, apakah ia masuk Surga ataukah Neraka, sebenarnya sdh ditentukan oleh Allah. Namun kita tdk tahu, kita termasuk yg mana, ini adalah otoritas dari Allah sendiri dalam penentuannya. Ilmu Allah meliputi segalanya. Yang kita bisa kita lakukan adalah berusaha untuk mendapatkan RidloNya, dng usaha yg baik dan optimal. Perhitungannya terserah Allah.
    Karena itu sebagai seorang Muslim, kita jangan lengah dng tipu daya Setan, karena Setan jg mengetahui ada hamba2Nya yg sudah ditentukan ke Neraka, unt menjadi teman setianya... Setan tidak tahu ciri2 orang yg akan dimasukkan ke Surga atau Neraka, namun ia akan terus berusaha unt mencari teman unt diajak ke Neraka.
    Hanya hamba yg Ikhlash kepada Allah saja yg selamat dari godaan Setan. Siapakah dia? Dia adalah hamba yg apabila diberi kenikmatan dunia dia tetap berada dijalanNya dng mengerjakan semua perintahNya dan NabiNya, dan apabila ia diberi cobaan atau kesempitan Rizki atau musibah lainnya, dia juga tetap berada dijalanNya dng mengerjakan semua perintahNya dan NabiNya. Tidak terpengaruh oleh apapun yang menimpanya ketika dunia, baik kebaikan atau keburukan. Seluruh jiwanya, raganya, hidupnya, hanya diserahkan kepada Allah dng Ikhlas.

    BalasHapus