Senin, 18 Mei 2015

Dari Pelanggaran Piagam Sampai Kepada Isra'




Muslimin Lari Dari Mekah Ke Celah-celah Gunung         
SELAMA tiga tahun berturut-turut piagam yang dibuat pihak Quraisy untuk memboikot Muhammad dan mengepung Muslimin itu tetap berlaku. Dalam pada itu Muhammad dan keluarga serta sahabat-sahabatnya sudah mengungsi ke celah-celah gunung di luar kota Mekah, dengan mengalami pelbagai macam penderitaan, sehingga untuk mendapatkan bahan makanan sekadar menahan rasa laparpun tidak ada. Baik kepada Muhammad atau kaum Muslimin tidak diberikan kesempatan bergaul dan bercakap-cakap dengan orang, kecuali dalam bulan-bulan suci. Pada waktu itu orang-orang Arab berdatangan ke Mekah berziarah, segala permusuhan dihentikan - tak ada pembunuhan, tak ada penganiayaan, tak ada permusuhan, tak ada balas dendam.

Senin, 11 Mei 2015

Perbuatan-Perbuatan Quraisy Yang Keji





Umar Mengumumkan Keislamannya Dan Muslimin Beribadat Di Ka'bah    

ISLAMNYA Umar telah membawa kelemahan ke dalam tubuh Quraisy karena ia masuk agama ini dengan semangat yang sama seperti ketika ia menentangnya dahulu. Ia masuk Islam tidak sembunyi-sembunyi, malah terang-terangan diumumkan di depan orang banyak dan untuk itu ia bersedia melawan mereka. Ia tidak mau kaum Muslimin sembunyi-sembunyi dan mengendap-endap di celah-celah pegunungan Mekah, mau melakukan ibadat jauh dari gangguan Quraisy. Bahkan ia terus melawan Quraisy, sampai nanti dia beserta Muslimin itu dapat melakukan ibadat dalam Ka'bah. Di sini pihak Quraisy menyadari, bahwa penderitaan yang dialami Muhammad dan sahabat-sahabatnya, takkan mengubah kehendak orang menerima agama Allah, untuk kemudian berlindung kepada Umar dan Hamzah, atau ke Abisinia atau kepada siapa saja yang mampu melindungi mereka.

Senin, 04 Mei 2015

Cerita Gharaniq




Cerita ini biasanya digunakan oleh ahli-ahli non-Islam untuk mengatakan bahwa Al-Qur'an pernah tercemari oleh ayat-ayat setan. Haekal menjelaskan secara bagus didalam argumentasinya:

Kembalinya Mereka Yang Hijrah Ke Abisinia         
KAUM Muslimin yang hijrah ke Abisinia tinggal selama tiga bulan di sana. Sementara itu Umar ibn'l-Khattab sudah pula masuk Islam. Setelah para pengungsi ini mengetahui bahwa pihak Quraisy sudah mulai surut dari mengganggu Muhammad dan pengikut-pengikutnya - setelah Umar masuk Islam - menurut sebuah sumber, banyak di antara mereka itu yang kembali, dan sumber lain mengatakan semua mereka itu kembali ke Mekah. Tetapi setelah mereka sampai di Mekah, ternyata pihak Quraisy kembali menyiksa kaum Muslimin, bahkan lebih keras lagi dari pada yang pernah dialami kaum pengungsi itu dulu. Sebahagian mereka ada yang kembali ke Abisinia, ada pula yang memasuki Mekah atau di dekat-dekatnya dengan sembunyi-sembunyi. Konon katanya, bahwa mereka yang kembali itu membawa pula sejumlah kaum Muslimin dan mereka ini tinggal di Abisinia sampai sesudah Hijrah dan sesudah keadaan Muslimin di Medinah jadi lebih stabil.

Apa pula motif yang mendorong kaum Muslimin di Abisinia itu kembali sesudah tiga bulan mereka tinggal di sana? Di sinilah munculnya cerita gharaniq itu yang dilangsir oleh Ibn Sa'd dalam At-Tabaqat'l-Kubra dan oleh At-Tabari dalam Tarikh'r-Rusul-wal-Muluk, yang juga sama dilangsir oleh ahli-ahli tafsir kalangan Muslimin dan penulis-penulis sejarah Nabi, dan lalu diambil pula oleh sekelompok Orientalis-orientalis yang dalam sekian lama oleh mereka tetap dipertahankan.

Senin, 27 April 2015

Dari masa kerasulan sampai islamnya Umar ra





Percakapan Khadijah dengan Waraqa b. Naufal         
MUHAMMAD SAW. sedang tidur. Khadijah menatapnya dengan hati penuh kasih dan harapan, kasih dan harapan terhadap orang yang tadi mengajaknya bicara itu.

Setelah dilihatnya ia tidur nyenyak, nyenyak dan tenang sekali, ditinggalkannya orang itu perlahan-lahan. Ia keluar, dengan pikiran masih pada orang itu, orang yang pernah menggoncangkan hatinya. Pikirannya pada hari esok, pada hari yang akan memberikan harapan baik kepadanya. Harapannya, suami itu akan menjadi nabi atas umat, yang kini tengah hanyut dalam kesesatan. Ia akan membimbing mereka dengan ajaran agama yang benar serta akan membawa mereka ke jalan yang lurus. Tetapi, sungguhpun begitu, menghadapi masa yang akan datang, ia merasa kuatir sekali, kuatir akan nasib suami yang setia dan penuh kasih-sayang itu. Dibayangkannya dalam hatinya apa yang telah diceritakan kepadanya itu. Dibayangkannya itu malaikat yang begitu indah, yang memperlihatkan diri di angkasa, setelah menyampaikan wahyu Tuhan kepadanya dan yang kemudian memenuhi seluruh ruangan itu. Selalu ia melihat malaikat itu kemana saja ia mengalihkan muka. Khadijah masih mengulangi kata-kata yang dibacakan dan sudah terpateri dalam dada Muhammad  SAW. itu.

Senin, 20 April 2015

Dari Perkawinan Sampai Masa Kerasulan Muhammad SAW.





Perawakan dan Sifat-sifat Muhammad         
DENGAN duapuluh ekor unta muda sebagai mas kawin Muhammad melangsungkan perkawinannya itu dengan Khadijah. Ia pindah ke rumah Khadijah dalam memulai hidup barunya itu, hidup suami-isteri dan ibu-bapa, saling mencintai cinta sebagai pemuda berumur duapuluh lima tahun. Ia tidak mengenal nafsu muda yang tak terkendalikan, juga ia tidak mengenal cinta buta yang dimulai seolah nyala api yang melonjak-lonjak untuk kemudian padam kembali. Dari perkawinannya itu ia beroleh beberapa orang anak, laki-laki dan perempuan. Kematian kedua anaknya, al-Qasim dan Abdullah at-Tahir at-Tayyib1 telah menimbulkan rasa duka yang dalam sekali. Anak-anak yang masih hidup semua perempuan. Bijaksana sekali ia terhadap anak-anaknya dan sangat lemah-lembut. Merekapun sangat setia dan hormat kepadanya.

Senin, 13 April 2015

Muhammad SAW. dari Kelahiran – Perkawinannya



Perkawinan Abdullah dengan Aminah         
Usia Abd'l-Muttalib sudah hampir mencapai tujuhpuluh tahun atau lebih tatkala Abraha mencoba menyerang Mekah dan menghancurkan Rumah Purba. Ketika itu umur Abdullah anaknya sudah duapuluh empat tahun, dan sudah tiba masanya dikawinkan. Pilihan Abd'l-Muttalib jatuh kepada Aminah bint Wahb bin Abd Manaf bin Zuhra, - pemimpin suku Zuhra ketika itu yang sesuai pula usianya dan mempunyai kedudukan terhormat. Maka pergilah anak-beranak itu hendak mengunjungi keluarga Zuhra. Ia dengan anaknya menemui Wahb dan melamar puterinya. Sebagian penulis sejarah berpendapat, bahwa ia pergi menemui Uhyab, paman Aminah, sebab waktu itu ayahnya sudah meninggal dan dia di bawah asuhan pamannya. Pada hari perkawinan Abdullah dengan Aminah itu, Abd'l-Muttalib juga kawin dengan Hala, puteri pamannya. Dari perkawinan ini lahirlah Hamzah, paman Nabi dan yang seusia dengan dia.

Senin, 06 April 2015

Musibah


Tidak ada satu musibah pun yang datang tanpa seijinNya ...
Tidak ada satupun yang lepas dari pengawasanNya ...
Tidak ada satupun musibah yg menimpa, melainkan Allah akan menggantinya dng yg lebih baik, jika kita bersabar ...

Sabar itu adalah pada pukulan pertama ...
Maksudnya, bersabar itu dapat terlihat pada sikapnya, saat pertama kali mendapatkan musibah ...
Saat pertama kali mendapatkan musibah itu, apakah ia bersabar ataukah tidak ...
Jika saat pertama kali ia mendapatkan musibah ia bersabar, maka ia termasuk orang yg sabar ...
Namun jika ia bersabar agak belakangan/terlambat, berarti ia bukan termasuk orang yg sabar ...

Senin, 30 Maret 2015

Dahulukanlah kelembutan, dan jauhilah kekerasan

Pemimpin yg zhalim masih lebih baik, daripada tidak ada pemimpin ...
Karena, ketika pemimpin sdh tidak ada, maka kepastian hukum akan lenyap ...
Tidak akan ada hukum, yg ada hukum rakyat ...
Pembunuhan dan 1001 kejahatan lainnya akan terjadi dimana-mana ...
Dan akan muncul 1001 "pemimpin yg lebih zhalim dan bengis" , yakni dari kalangan rakyat yg mencoba menghakimi sendiri ...

Apakah "perubahan" yg didengungkan para pemberontak yg ingin merubah kebaikan bisa terjadi?
Tidak!, banyak kejadian yg membuktikan, penggulingan pemimpin yang zhalim melalui pemberontakan, yakni dng kekerasan dan tidak menggunakan kelembutan, malah menjadikan suasana yg lebih runyam dan sangat tidak stabil ...
Dulu kata mereka, yakni para pemberontak, mengatakan sanggup menjadi pemimpin yg lebih baik, sehingga mereka menggunakan kekerasan dalam menggulingkan pemimpin yg lama, yg mereka anggap zhalim ...
Namun ternyata, situasi malah semakin memburuk, dan semakin tidak stabil ...
Pembunuhan dan kejahatan lainnya malah semakin banyak ...
Rakyat pada umumnya malah ketakutan, dan tidak ada kedamaian ...
Pendidikan dan ibadah malah tidak bisa berjalan dng baik, yg ada adalah ketakutan yg amat sangat ...

Senin, 23 Maret 2015

Bertakwa dan bersabarlah, serta murnikan ketaatan kepada-Nya

Hai orang² yang beriman, bertakwalah kalian kepada Rabb kalian ...
Takutlah kalian akan azab-Nya, yaitu dengan jalan menaati-Nya ...
Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh melalui jalan ketaatan kepada Rabbnya yakni surga ...

Katakanlah sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dari perbuatan syirik ...!

Sesungguhnya mengakui ke Maha besaran Allah tidak cukup untuk membebaskan dari api neraka, karena mengatakan Allaahu akbar, Allaahu akbar (Allah Maha besar, Allah Maha besar) itu sesuai dengan fitrah ...
Sejak dari dulu para kafir Mekkah yg menyembah berhala, juga mengatakan Allaahu akbar, mereka menyembah Allah namun juga menyembah latta dan uzza ...
Dan apabila mengatakan 'Asyhadu an laa ilaaha illAllah (Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan [yang hak] kecuali Allah)', dan mengakui Muhammad SAW adalah utusan Allah, maka manusia itu telah keluar dari neraka dan ia merupakan seorang mukmin ...

Katakanlah, "Sesungguhnya aku takut akan siksaan hari yang besar jika aku durhaka kepada Rabbku" ...

Katakanlah, "Hanya Allah saja yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya" dari perbuatan syirik atau segala hal yg dapat  menyekutukan Allah.

Kamis, 19 Maret 2015

Fitnah Besar yg di Tuduhkan pada Utsman ra

Pertamakali Nabi SAW seorang diri, dikatai gila, dan dibully habis2an ...
Dengan ijin Allah, diberikanlah para Sahabat yg setia, bahkan sangat setia, dan mencintai beliau melebihi apapun juga, termasuk keluarga dan diri mereka sendiri ...
Beliau telah berhasil mendidik akhlak para sahabatnya hingga menjadi sahabat yg mulia ...

Berganti dng pemerintahan Abu Bakar ra, keadaan terkendali dan solid, namun banyak sahabat Nabi yg tewas karena peperangan membela Islam ...
Berganti dng pemerintahan Umar ra, keadaan semakin aman, tenteram dan solid, namun semakin banyak sahabat Nabi yg tewas karena peperangan membela Islam  ...
Berganti dng pemerintahan Utsman ra, banyak sahabat Nabi yg berakhlak mulia sudah tua renta, dan banyak kaum munafik dan zindiq yg bergabung ...
Para Sahabat Nabi SAW sudah tua renta, tidak bisa membendung sepak terjang kaum munafik dan zindiq, karena mereka sangat banyak jumlahnya.

Sehingga mulailah terjadi perpecahan dahsyat, saling perang, saling mengkafirkan, saling memfitnah, kemudian saling menghancurkan, sehingga terjadilah kehancuran yg luar biasa, hanya karena 'sampah2' masyarakat yg haus kekuasaan dan kedengkian terhadap saudaranya sendiri ...

Senin, 16 Maret 2015

Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya dan Nabi SAW. belum pernah melihat wujudNya

Ketika Rasulullah SAW sampai di Sidratul Muntaha ...
Yang merupakan batas akhir apa² yang naik dari bumi dan batas akhir apa² yang turun dari atas ...
Allah memberikan kepada beliau tiga hal yang tidak pernah diberikan kepada seorang nabipun sebelum beliau ...
Yaitu diwajibkan kepada beliau dan umatnya shalat lima waktu, diberikan beberapa ayat penutup surat Al Baqarah dan diampuni dosa-dosa besar umatnya selama mereka tidak menyekutukan sesuatupun dengan Allah ...
Sedangkan Sidratul Muntaha berada di langit keenam ...
Juga diliputi oleh sejenis laron emas ...
Yang merupakan bahasa ungkapan pada masa itu, sebelum adanya istilah² modern, semacam, galaxy, nebula, black hole dsb
Sidratul Muntaha merupakan batas akhir ilmu makhluk ...
Tidak ada pengetahuan sedikitpun pada makhluk tentang apa² yang ada di atasnya ...
Ketika ditanya, apakah Muhammad SAW melihat Tuhannya?
Maka dijawab, Cahaya telah meliputi, bagaimana Muhammad SAW dapat melihat wujud-Nya?

Senin, 09 Maret 2015

Kelembutan dan ketegasan Rasulullah SAW. dalam menjalankan Perintah Allah SWT.

Sesungguhnya ada diantara manusia yang melampaui batas ...
Mereka menganggap bahwa Rasulullah SAW. sangat kejam dan sadis ...
Dengan suka peperangan dan pembunuhan ...
Bahkan ada yang lebih keterlaluan, menganggap Allah itu zhalim ...
Subhanallah ...
Tidakkah mereka sadar dengan prasangka dan perkataan buruk mereka itu?
Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun ...
Namun manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri ...
Mereka telah diberi kitab yang berisi petunjuk, namun mereka malah berpaling daripadanya ...

Andaikan pabrik pembuat mobil sport mengeluarkan produk terbarunya ...
Tentunya ia akan memberikan buku manualnya ...
Andaikan si sopir tidak mengindahkan buku manualnya, tentu ia akan celaka ...

Demikian juga manusia, Allah telah memberikan kitab petunjuk yakni Al Qur'an ...
Dan andaikan manusia tidak mengindahkan kitab Al Qur'an, maka tentunya ia sendiri yang akan celaka ...
Sekarang siapakah yang telah berbuat zalim? Bukankah manusia?
Manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri ...

Minggu, 08 Maret 2015

Sibuk Bekerja ataukah Ibadah?

Seringkali urusan dunia menjadikan sibuk manusia. Banyak aktivitas yg dilakukan hingga bekerja seharian menjadikan manusia sering mengeluh dan merasa lelah...
Kadangkala mereka merasa iri dengan mereka yang selalu taat beribadah didalam Mesjid. Mereka merasa sulit untuk berlama-lama di rumah Allah itu, bahkan untuk sekedar melakukan shalat wajib berjamaah pun sering tidak sempat.
Bahkan mereka sempat berangan2, "Andai aku bisa seperti mereka, menggunakan waktunya hanya untuk beribadah kepadaNYA. Betapa beruntungnya aku..Bukan hanya sekedar direpoti oleh urusan kerja dan mencari nafkah belaka.."

Senin, 02 Maret 2015

Janganlah menyakiti kaum muslimin

Sebagian kaum muslim sangat tajam lidahnya ...
Terutama yg keimanannya belum sampai ke dalam hatinya ...
Janganlah kalian menyakiti kaum muslimin dengan mencela mereka ...
Dan jangan pula kalian mencari-cari aib cacat mereka ...

Barangsiapa yang menyelidiki aib saudaranya yang muslim, maka Allah akan menyelidiki aibnya ...
Barangsiapa yang aibnya diselidiki oleh Allah, maka Dia akan membuka aib-nya walaupun orang itu merahasiakannya rapat-rapat ...

Alangkah agung engkau dan alangkah agung kemuliaanmu, wahai ka'bah ...
Akan tetapi seorang mu'min itu lebih agung di sisi Allah daripada engkau ...

Senin, 23 Februari 2015

Kemanapun Kita lari, Kematian pasti akan Menjemput

Walaupun kita berlindung dibalik benteng yang sangat kuat ...
Walaupun kita berlindung didalam bungker yang sangat kokoh ...
Atau kita berlindung dimanapun juga, kematian pasti akan datang menjemput, jika waktu kita untuk hidup telah habis ...

Andaikan sekian banyak penyebab kematian tidak datang, misalnya kecelakaan, sakit, terbunuh, terjatuh dan masih banyak lagi ...
Maka kematian itu akan datang ketika dia telah menjadi tua atau sangat tua ...
Tentunya kematian cara ini lebih menakutkan, karena ketika  menjadi sangat tua, manusia menjadi pikun dan tidak dapat lagi menikmati kenikmatan dunia ini ...

Senin, 16 Februari 2015

Orang yang Bersin

Sumber: Shahih Sunan Tirmidzi

2741. Mahmud bin Ghailan menceritakan kepada kami, Abu Daud menceritakan kepada kami, Syu'bah mengabarkan kepada kami, Ibnu
Abu Laila mengabarkan kepadaku, dari saudaranya, Isa bin Abdurrahman, dari Abdurrahman bin Abu Laila, dari Abu Ayyub bahwasanya Rasulullah SAW bersabda. "Jika salah seorang dari kalian bersin maka ucapkanlah, Alhamdulillah 'ala kulli haalin(segala puji bagi Allah atas segala sesuatu). Kemudian ucapkanlah kepada orang yang menjawab seperti itu dengan ucapan, Yarhamukumullah (semoga Allah merahmati kalian). Kemudian ia —yg bersin menjawabnya dengan— mengucapkan, Yahdikumullah wa yushlih baalakum (semoga Allah memberikan petunjuk atas kalian dan memperbaiki hati kalian). "
Muhammad bin Al Mutsanna menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ja'far menceritakan kepada kami, Syu'bah menceritakan kepada kami, dari Ibnu Abu Laila... dengan sanad seperti ini.
Ia berkata, "Seperti inilah Syu'bah meriwayatkan hadits ini, dari
Ibnu Abu Lahi'ah, dari Abu Ayyub, dari Rasulullah."
Ibnu Abu Laila bimbang terhadap hadits ini. Terkadang ia berkata, "Dari Abu Ayyub, dari Rasulullah."
Pada kesempatan lain dia berkata, "Dari Ali, dari Rasulullah."
Shahih: Ibnu Majah (3715).
Muhammad bin Basyar dan Muhammad bin Yahya Ats-Tsaqafi Al Marwazi menceritakan kepada kami. Mereka berdua berkata, Yahya bin Said Al Qaththan menceritakan kepada kami, dari Ibnu Abu Laila, dari saudaranya, Isa, dari Abdurrahman bin Abu Laila, dari Ali, dari Rasulullah ... dengan hadits yang sama.

Senin, 09 Februari 2015

Keutamaan 'Ammar bin Yasir radliallahu 'anhu dan Fitnah antara Ali ra - Muawiyah ra.

Mahmud bin Ghailan menceritakan kepada kami, Waki' menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami dari Abdul Malik bin Umair, dari Hilal —budak Rib'i—, dari Rib'i, dari Hudzaifah, ia berkata: Kami duduk-duduk di dekat Nabi SAW, kemudian beliau bersabda, "Sesungguhnya aku tidak mengetahui seberapa lama aku akan (bersama) kalian. —Oleh karena itu—, ikutilah kedua orang ini sepeninggalku —beliau memberi isyarat kepada Abu Bakar dan Umar—, mintalah petunjuk kepada petunjuk Ammar, dan apa yang diceritakan oleh Ibnu Mas ud kepada kalian, percayailah itu'."
Shahih: Ibnu Majah (97). Lihat hadits no. 3423, secara ringkas.
Hadits ini adalah hadits hasan.

Senin, 02 Februari 2015

Permasalahan Nabi SAW, dan keluarga Nabi SAW, pada jaman Nabi SAW masih hidup, adalah barakah buat kaum muslimin

QS.5. Al Maa'idah:

يَـٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلوٰةِ فٱغْسِلُواْ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُواْ بِرُؤُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَينِ وَإِن كُنتُمْ جُنُباً فَٱطَّهَّرُواْ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىۤ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌ مِّنْكُم مِّنَ ٱلْغَائِطِ أَوْ لَـٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُواْ مَآءً فَتَيَمَّمُواْ صَعِيداً طَيِّباً فَٱمْسَحُواْ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِّنْهُ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَـٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

6. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit[sakit yang tidak boleh kena air] atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh[menyentuh. Menurut jumhur ialah: menyentuh sedang sebagian mufassirin ialah: menyetubuhi] perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.