Senin, 25 April 2016

Sarang Laba-Laba: Kuat atau Lemah?

Sebenarnya sarang laba-laba itu kuat ataukah lemah?

Didalam Al Qur'an terjemahan ditulis seperti ini:
QS.29. Al 'Ankabuut:

مَثَلُ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوْلِيَآءَ كَمَثَلِ ٱلْعَنكَبُوتِ ٱتَّخَذَتْ بَيْتاً وَإِنَّ أَوْهَنَ ٱلْبُيُوتِ لَبَيْتُ ٱلْعَنكَبُوتِ لَوْ كَانُواْ يَعْلَمُونَ

41. Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui. 

Minggu, 17 April 2016

Apa yang sebenarnya kita cari ?

Pagi² sebelum subuh sudah berangkat kerja ...
Pulang larut malam, hingga hampir pagi ...
Setiap hari bekerja seperti itu ...
Apakah yang sebenarnya dicari ?
Harta, uang, kedudukan atau malah semuanya ?
Apakah harta, uang atau kedudukan sangat berarti dan menentukan kehidupan di dunia ini?
Mungkin sebagian mengatakan "Ya", namun apakah sebenarnya kehidupan hanya didunia ini?
Apakah tidak ada kehidupan setelah kematian?
Berapakah perbandingan waktu lamanya antara kehidupan sekarang dan setelah kematian?
Mana bekal kita untuk menghadapi kehidupan setelah kematian?

Minggu, 10 April 2016

Jangan Sombong dan membanggakan Diri

Janganlah angkuh dan sombong ...
Jangan pula membanggakan diri sendiri ...

Walaupun kita merasa seolah² dekat denganNya ...
Telah melaksanakan banyak perintahNya dan telah menjauhi larangan²Nya ...
Walaupun kita merasa cerdas, jenius dan berpendidikan sangat² tinggi dan terpandang ...
Walaupun kita memiliki kekuatan dan kekuasaan yang luar biasa ...
Walaupun kita merasa sangat kaya harta dan dermawan ...
Tetap janganlah sombong dan membanggakan diri ...
Karena sesungguhnya Neraka itu dekat sekali, walau kita merasa jauh, karena amalan² baik kita ...

Minggu, 03 April 2016

Jika seseorang berada di masjid dan teringat bahwa dia sedang junub


Jika seseorang berada di masjid dan teringat bahwa dia sedang junub, maka hendaknya dia segera keluar untuk mandi sebagaimana mestinya dan bukan bertayamum.
Pernah terjadi dijaman Rasulullah SAW, ketika beliau hendak mengimami sholat fardlu berjamaah, beliau segera pergi ke tempat shalat ketika qomat dikumandangkan, namun beliau baru teringat bahwa beliau sedang junub, lalu berkata, kepada para sahabat; "tetaplah di tempat kalian". Maka beliau keluar masjid lalu mandi. Kemudian datang kembali untuk mengimami sholat fardlu berjamaah dalam keadaan kapalanya basah.
Adalah sunnah apabila mengeringkan air dari badan setelah mandi junub dengan tangan, karena Rasulullah SAW melakukannya dan menolak memakai handuk dalam mengeringkannya.

Minggu, 27 Maret 2016

Melihat Dzat Allah

QS.10. Yunus:

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَاتِ يَهْدِيهِمْ رَبُّهُمْ بِإِيمَانِهِمْ تَجْرِى مِن تَحْتِهِمُ ٱلأَْنْهَـٰرُ فِي جَنَّـٰتِ ٱلنَّعِيمِ

9. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya[diberi petunjuk oleh Allah untuk mengerjakan amal-amal yang menyampaikan surga], di bawah mereka mengalir sungai- sungai di dalam syurga yang penuh kenikmatan. 

دَعْوَٰهُمْ فِيهَا سُبْحَـٰنَكَ ٱللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلاَمٌ وَءَاخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ ٱلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

10. Do'a[puja dan puji mereka kepada Allah] mereka di dalamnya ialah: "Subhanakallahumma"[Maha Suci Engkau, wahai Tuhan kami], dan salam penghormatan mereka ialah: "Salam"[sejahtera dari segala bencana]. Dan penutup doa mereka ialah: "Alhamdulilaahi Rabbil 'aalamin"[segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam]. 

QS 2.Al Baqarah:118

وَقَالَ ٱلَّذِينَ لاَ يَعْلَمُونَ لَوْلاَ يُكَلِّمُنَا ٱللَّهُ أَوْ تَأْتِينَآ ءَايَةٌ كَذَٰلِكَ قَالَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِم مِّثْلَ قَوْلِهِمْ تَشَـٰبَهَتْ قُلُوبُهُمْ قَدْ بَيَّنَّا ٱلآيَـٰتِ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata: "Mengapa Allah tidak (langsung) berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami?" Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu; hati mereka serupa. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin.

QS 2.Al Baqarah:55

وَإِذْ قُلْتُمْ يَـٰمُوسَىٰ لَن نُّؤْمِنَ لَكَ حَتَّىٰ نَرَى ٱللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْكُمُ ٱلصَّـٰعِقَةُ وَأَنتُمْ تَنظُرُونَ

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang [melihat Allah dengan mata kepala sendiri], karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya [Karena permintaan yang semacam ini menunjukkan keingkaran dan ketakaburan mereka, sebab itu mereka disambar halilintar sebagai azab dari Tuhan]."

Senin, 21 Maret 2016

Dimana Allah ?

Tulisan ini dibuat bukan untuk mempermasalahkan mengenai bagaimana Dzat Allah, namun dengan tujuan agar tidak ada yang menganggap Allah itu berdimensi dan membutuhkan dimensi. Mengapa demikian? Sebab diakhir jaman, Dajjal yg berdimensi dan membutuhkan dimensi itu akan muncul dan menganggap dirinya tuhan. Dengan banyak tipu daya, yang manusia bilang itu merupakan keajaiban yang dahsyat, sehingga ada muslim yg mengikutinya. Itulah yang hendak dicegah dengan mengangkat masalah ini.
Jadi pembahasan sebenarnya bukan membahas tentang Dzat Allah, karena kita memang tidak tahu, dan tidak pernah melihat-Nya, melainkan hanya dari nash. Seperti 3 orang buta dari lahir, yang tidak pernah lihat gajah, lalu dijelaskan oleh seseorang yang dapat melihat gajah, maka interprestasi mereka bertiga pasti macam², dan pasti tidak akan sama persis dengan orang yang melihat gajah dengan jelas.
Dengan kata lain, tujuannya bukan menjelaskan apa dan bagaimana itu gajah, namun menjelaskan kalau ada yg mengatakan gajah itu berkaki dua, maka itu pasti BUKAN gajah.
Jadi kalau ada yg mengatakan sesuatu yg nampak itu tuhan, atau dia mengaku tuhan maka dia itu pasti BUKAN tuhan.
Meng-Esakan Allah adalah dalam hal-hal yang menjadi kekhususan diri-Nya. Kekhususan itu meliputi perkara rububiyah, uluhiyah dan asma’ wa shifat.
Kalau menggunakan logika, itu menggunakan logika 'AND', sehingga jika ada satu saja sifat, yang tidak dimiliki "pengaku tuhan" maka dia sudah dapat dipastikan kalau BUKAN Tuhan. Dia itu Dajjal, sang pendusta besar.

Minggu, 13 Maret 2016

Haramnya Riba, Larangan Jual-Beli Secara Kredit dan Buruknya Orang yang Berhutang

QS.2. Al Baqarah:

يَمْحَقُ ٱللَّهُ ٱلْرِّبَوٰاْ وَيُرْبِى ٱلصَّدَقَـٰتِ وَٱللَّهُ لاَ يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ

276. Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah[Yang dimaksud dengan memusnahkan riba ialah memusnahkan harta itu atau meniadakan berkahnya. Dan yang dimaksud dengan menyuburkan sedekah ialah memperkembangkan harta yang telah dikeluarkan sedekahnya atau melipat gandakan berkahnya]. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa[orang-orang yang menghalalkan riba dan tetap melakukannya]

QS.2. Al Baqarah:

يٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَذَرُواْ مَا بَقِىَ مِنَ ٱلرِّبَوٰاْ إِن كُنتُمْ مُّؤْمِنِينَ

278. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (jangan diambil yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. 

QS.2. Al Baqarah:

فَإِن لَّمْ تَفْعَلُواْ فَأْذَنُواْ بِحَرْبٍ مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِ وَإِن تُبتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَٰلِكُمْ لاَ تَظْلِمُونَ وَلاَ تُظْلَمُونَ

279. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. 

QS.30. Ar Ruum:

وَمَآ ءَاتَيْتُمْ مِّن رِّباً لِّيَرْبُوَاْ فِى أَمْوَالِ ٱلنَّاسِ فَلاَ يَرْبُواْ عِندَ ٱللَّهِ وَمَآ ءاتَيْتُمْ مِّن زَكَوٰةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ ٱللَّهِ فَأُوْلَـٰئِكَ هُمُ ٱلْمُضْعِفُونَ

39. Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya). 

QS.3. Ali 'Imran:

وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَـٰحِشَةً أَوْ ظَلَمُوۤاْ أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُواْ ٱللَّهَ فَٱسْتَغْفَرُواْ لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلاَّ ٱللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّواْ عَلَىٰ مَا فَعَلُواْ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

135. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri[Yang dimaksud perbuatan keji (faahisyah) ialah dosa besar yang mana mudharatnya tidak hanya menimpa diri sendiri tetapi juga orang lain, seperti zina, dan riba. Menganiaya diri sendiri ialah melakukan dosa yang mana mudharatnya hanya menimpa diri sendiri baik yang besar atau kecil], mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. 

QS.4. An Nisaa':

وَأَخْذِهِمُ ٱلرِّبَا وَقَدْ نُهُواْ عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَٰلَ ٱلنَّاسِ بِٱلْبَـٰطِلِ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَـٰفِرِينَ مِنْهُمْ عَذَاباً أَلِيماً

161. dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih. 

Senin, 07 Maret 2016

Bersungguh-sungguh diJalan Allah

Barang siapa yang takut kepada Allah...
Maka cepat dan bersegeralah dalam kebaikan dan ketaqwaan...
Barangsiapa yang bersegera, maka ia akan cepat sampai ketujuan ...
Yaitu keridloan Allah...

Ingatlah, dagangan Allah itu sangat mahal ...
Ingatlah, dagangan Allah itu Surga yang penuh kenikmatan...
Dan Surga tidak bisa diperoleh melainkan dengan keridloan-Nya ...
 
Bagaimana caranya supaya mendapatkan Surga dengan selamat?

Yakni ...

1. Menyebarkan Salam, 
2. Bersedekah saat kamu kaya, miskin, susah dan senang,
3. Memberi makan pada orang miskin dan yang membutuhkan,
4. Tidak suka bermusuhan,
5. Tidak hasad dan dengki,
6. Menjaga Sholat malam disaat orang2 tidur,
7. Dan menjaga sholat2 fardlu berjamaah di Masjid ...

Ingatlah pula, sesungguhnya Allah itu sangat membenci hamba2Nya yg sombong ...

Karena itu lakukan semua amal baik itu dengan segera dan dengan segala kerendahan hati dan penuh harap kepadaNya ...


Rasulullah ﷺ bersabda:
أَلاَ إِنَّ سِلْعَةَ اللهِ غَالِيَةٌ، أَلاَ إِنَّ سِلْعَةَ اللهِ الجَنَّةُ
“Ketahuilah, bahwa barang dagangan Allah itu mahal. Dan ketahuilah, bahwa barang dagangan Allah itu adalah Surga.” [HR. Tirmidzi]

Hadits ini merupakan sindiran bagi makhlukNya yang mempunyai watak dasar pedagang. Yakni kikir dan tidak mau merugi. Inginnya mendapatkan untung yang sebesar²nya dengan pengeluaran yang sekecil²nya. Sehingga mereka kalau sedekah ada yang dengan barang² jelek yang ia sudah tidak suka, dan dengan bilangan yang sedikit. Menyumbang Rp.1000 namun mintanya Surga dan bidadari yang cantik² dan banyak (layakkah minta seperti itu?). Padahal ia kaya raya, dengan dalih biar ikhlas. Katanya lebih baik sedikit tapi ikhlash, daripada banyak tapi dengan menggerutu. Itulah watak dasar manusia. 

Sehingga dalam hadits tersebut, diibaratkan Allah sebagai pedagang dengan barang dagangan yang sangat² mahal. Dagangan Allah sangatlah mahal yakni Surga Nya. Maka dari itu berikanlah infak dan sedekah yang terbaik dan banyak sesuai perintah Nya dan tidak perlu ikhlas. Loh???
Iya benar, melatih hati dan melenyapkan watak dasar manusia yang buruk memang harus dipaksa. Nanti lama² akan terasa nikmat untuk sedekah dengan yang baik dan banyak. 
_________
Sesungguhnya Nabi Muhammad Saw juga menggunakan istilah dalam perdagangan seperti dalam artikel ini: 
_________

Bersungguh²lah dalam perdagangan dengan Allah, karena keridloan Allah sangatlah mahal jauh lebih mahal daripada kemewahan dunia beserta isinya. Bersungguh² ini merupakan makna dari berjihad, seperti ditunjukkan dalam ayat berikut ini...

Senin, 29 Februari 2016

Keimanan yg Sempurna

Kadangkala beberapa manusia merasa tidak nyaman dng suatu ayat tertentu dalam Al Qur'an ...
Kemudian dengan berbagai alasan, mereka membantah ayat tersebut dengan menunjukkan bukti² keburukannya (yg dibuat2) ...
Mereka merasa lebih paham mengenai ayat tersebut daripada pencipta dirinya sendiri, yakni Allah ...

Sesungguhnya janganlah berbuat demikian ...
Segala sesuatu yg kita sukai belum tentu baik bagi kita ...
Dan segala sesuatu yg kita benci belum tentu buruk bagi kita ...
Janganlah mengharamkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kita ...
Dan janganlah pula menghalalkan apa-apa yang telah Allah haramkan bagi kita ...
Hanya Allah yang Mahamengetahui dan Mahabaik, mengetahui segala sesuatu yg nampak ataupun yg tersembunyi ...

Karena itu, janganlah menolak atau membantah ayat² yg tidak disukai, baik secara terang-terangan atau halus tersembunyi ...
Sehingga katakanlah, "Saya dengar dan saya taati, Ya Allah, ampunilah saya dari segala dosa dan kesalahan" ...
Kewajiban manusia hanyalah menyampaikan, sedangkan yg memberikan petunjuk hanya Allah ...
Jika manusia taat kepada Allah dan RasulNya, niscaya manusia itu mendapat petunjuk ...

Jika ingin selamat dihari yang sangat berat, yakni kiamat ...
Maka hendaknya ia ridlo dan ikhlas terhadap Allah, agamaNya dan RasulNya ...
Sesungguhnya Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu ...
Cintailah Allah dan RasulNya melebihi cinta kepada orang tuanya sendiri, anaknya ataupun kepada manusia seluruhnya ...
Inilah tanda² keimanan yg sempurna ...

Senin, 22 Februari 2016

Sesungguhnya iman itu bisa naik bisa turun

Sesungguhnya iman itu bisa naik bisa turun ...
Supaya iman kita terjaga, maka selalu berkumpullah dng orang² yg sholih ...
Siapakah orang² yang sholih itu ... ?
Yaitu mereka yg selalu sholat fardlu berjamaah di Masjid dengan segera setelah mendengar adzan ...
Dan yang menafkahkan sebagian rejekinya dijalan Allah, misalnya mengeluarkan zakat, infaq dan sodaqoh (atau bahkan berhaji).

Tidaklah iman manusia itu melemah, apabila orang² disekitarnya adalah ahli Masjid ...
Karena setiap imannya melemah, maka segera diingatkan oleh jamaah Masjid lainnya ...
Kunci dari tegaknya agama dan iman adalah pada dakwah ...
Berdakwahlah untuk saling mengingatkan akan kebaikan dan mencegah kemungkaran ...

Cegahlah kebatilan dan kemungkaran, dengan hanya mengharapkan ridloNya ...
Dahulukan kelembutan dan kebijaksanaan, dan jauhilah kekerasan ...
Sesungguhnya dahulu para Nabi diutus untuk memperbaiki dan menyempurnakan akhlaq umatnya ...
Namun kebanyakan manusia malah mengingkarinya ...
Subhanallah ...

Senin, 15 Februari 2016

Bersegeralah dalam melakukan amalan-amalan yang baik

BERSEGERALAH dalam melakukan amalan-amalan yang baik sebelum datangnya tujuh macam perkara:
  1. Kemiskinan yang melalaikan. Dengan kemiskinan, manusia akan terfokuskan hanya mencari nafkah. Karena dia miskin, tentunya tidak punya pilihan dalam mencari nafkah, sehingga seringkali melupakan ibadah atau tidak akan sempat melakukan ibadah.
  2. Kekayaan yang menyebabkan kecurangan. Dengan kekayaan yg melimpah, seringkali manusia melakukan cara-cara yg batil dalam mempertahankan hartanya, atau dalam menambah kekayaan yg dimilikinya. Kecurangan seringkali dilakukan jika tujuannya adalah kekayaan (gemerlapnya dunia). Atau dia tidak melakukan kecurangan, namun karena hartanya banyak, maka ia butuh waktu yg banyak pula unt menjaga dan mengelolanya, sehingga dia akan lalai dengan akhirat.
  3. Sakit yang merusakkan tubuh. Dengan sakit, tubuh menjadi lemah, kebaikan yg biasanya dilakukan dng mudah, setelah sakit, menjadi sangat sulit dan berat.
  4. Usia tua yang menyebabkan kurangnya akal fikiran - yakni akal menjadi tidak normal lagi, ucapan menjadi tidak karuan, tidak jelas dan pikun. 
  5. Kematian yang dapat melenyapnya segala hal. Dengan Kematian, semua amal kebaikan yg pernah dilakukan pasti berhenti. Tidak akan bisa melakukan amal kebaikan lagi setelah kematian, selain amal sewaktu hidup dahulu yg akan terus mengalir (atas kehendak Allah). 
  6. Dajjal, maka ia adalah seburuk-buruknya makhluk ghaib yang dinantikan.
  7. Datangnya hari kiamat, padahal hari kiamat itu suatu peristiwa yang terbesar bencananya serta yang terpahit deritanya.

Senin, 08 Februari 2016

Mengapa Sebuah Negeri yg Penduduknya beriman kepada Allah malah dihancurkanNya?

QS.11. Huud:

فَلَوْلاَ كَانَ مِنَ ٱلْقُرُونِ مِن قَبْلِكُمْ أُوْلُواْ بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْفَسَادِ فِى ٱلأَْرْضِ إِلاَّ قَلِيلاً مِّمَّنْ أَنجَيْنَا مِنْهُمْ وَٱتَّبَعَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مَآ أُتْرِفُواْ فِيهِ وَكَانُواْ مُجْرِمِينَ

وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ ٱلْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ

116. Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.

117. Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan. 


Senin, 01 Februari 2016

PENUHILAH panggilan pertama sebelum datangnya panggilan yg kedua

Sesungguhnya panggilan Allah ada 2, PENUHILAH panggilan pertama sebelum datangnya panggilan yg kedua.
Panggilan pertama pasti sangatlah nikmat dan menyenangkan, sedangkan panggilan kedua bisa jadi sangat dahsyat dan mengerikan ...

>> Panggilan pertama adalah adzan (panggilan Allah yg dilakukan oleh para Muadzin), karena itu penuhilah panggilan sholat berjamaah sesegera mungkin di Masjid.
>> Panggilan kedua adalah kematian (panggilan Allah yg dilakukan oleh Malaikat Izroil), jika seseorang itu senang dan ridlo dalam memenuhi panggilan pertama, maka panggilan kedua sangatlah menyenangkan, namun jika panggilan pertama jarang dipenuhi atau bahkan tidak pernah memenuhinya (tidak sholat), maka panggilan kedua sangatlah dahsyat dan mengerikan ...

Barangsiapa ingin selamat pada panggilan kedua, maka hendaknya ia ridlo dan segera dalam mendatangi panggilan pertama ...

Senin, 25 Januari 2016

Keharusan Berjamaah (Bersatu)

Ahmad bin Mani' menceritakan kepada kami, AnNadhr bin Ismail Abu Al Mughirah menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Suqah, dari Abdullah bin Dinar, dari Ibnu Umar. ia berkata. "Umar pernah berpidato kepada kami di Jabiyah (perkampungan di Damaskus), ia berkata, 'Wahai sekalian manusia, posisiku di tengah kalian ini seperti posisi Rasulullah di tengah-tengah kita." Ia kemudian melanjutkan, "Aku mewasiatkan kepada kalian (untuk meneladani) sahabat-sahabatku, kemudian generasi setelah mereka, lalu generasi setelahnya. Kemudian setelah itu kebohongan tersebar luas, hingga seseorang berani bersumpah meski ia tidak diminta untuk bersumpah dan bersaksi meski ia tidak diminta untuk bersaksi. Tidaklah seorang pria berdua-duaan dengan seorang wanita melainkan yang ketiga di antara mereka adalah syetan. Hendaknya kalian berada dalam jamaah dan hindarilah perpecahan. Sesungguhnya syetan itu bersama orang yang sendiri. Syetan itu akan lebih jauh dari orang yang sedang berdua. Siapa saja yang menginginkan kenikmatan hidup di surga, maka hendaklah dia berjamaah (bersatu). Siapa saja yang gembira atas perbuatan baiknya dan benci terhadap perbuatan buruknya, maka orang itu adalah orang yang beriman".
Shahih: Ibnu Majah (2363) dan Shahih sunan Tirmidzi.

Senin, 18 Januari 2016

Bersyukur dengan Mengucapkan Terimakasih bagi si Pemberi

Kadangkala kita kurang bersyukur ...
Banyaklah bersyukur dng memberi ...
Orang yang diberi pasti akan mengucapkan "terimakasih"
Namun sepatutnyalah kita (pemberi) juga mengucapkan terimakasih atau sama², kenapa?
1. Menjadikan kita, bukan termasuk orang kikir
2. Menjauhkan kita dari adzab Allah
3. Berharap semoga Allah meridloi dan mengampuni dosa² kita

4. Mengharapkan pahala terbaik yakni Surga, dan berharap dijauhkan dari Neraka

Inilah makna bagi si pemberi mengapa sebaiknya ia juga mengucapkan "terimakasih", "Alhamdulillah" atau " sama² " ...
Tidakkah ke 4 yg disebutkan diatas jauh lebih baik dari apa yang telah kita berikan?
Sehingga tidaklah pantas bagi pemberi apabila malah menyakiti hati orang yg diberi, padahal, pahala yang didapat jauh lebih baik ...

Senin, 11 Januari 2016

Perumpamaan tentang suatu amalan yang Buruk (Tafsir QS.2. Al Baqarah: 266)

Sesungguhnya perumpamaan tentang suatu amalan yang buruk, yang akan membawa penyesalan yang tak terhingga kelak adalah ...
Yakni tentang seorang laki-laki yang kaya, lalu dia beramal dengan menta'ati Allah Azza Wa Jalla ...
Kemudian Allah mengutus syetan kepadanya, sebagai cobaan ...
Maka ia pun melakukan suatu niat dan perbuatan yang buruk hingga ia tenggelamkan sendiri amalan kebaikan yang telah dilakukannya ...

Senin, 04 Januari 2016

Allah Menggunakan Bahasa Arab?

QS. 40. Al Mu'min:

وَقَالَ رَبُّكُـمْ ٱدْعُونِىۤ أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَٰخِرِينَ

60. Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku[Merasa mampu sendiri dan tidak mau berdoa/meminta kepada Allah] akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina."  

Ada yang bertanya, apakah berdo'a harus menggunakan bahasa arab? Apakah boleh menggunakan bahasa indonesia atau jawa?
Untuk menjawabnya, tentu lumayan sulit. Karena kita ketahui bersama, ternyata Nabi SAW diturunkan di tanah arab, dan berbahasa arab untuk komunikasi beliau, baik untuk berkomunikasi dengan Malaikat Jibril atau bercakap-cakap secara langsung dengan Allah di Sidratul Muntaha sewaktu Isra Mi'raj (seperti dalam keterangan hadits).

Mengapa harus berbahasa arab? ternyata ada sesuatu yang luar biasa dari bahasa arab, kelebihan bahasa arab diatas bahasa lainnya, yang akan dijelaskan pada bab setelah ini.

Senin, 28 Desember 2015

Mendamaikan Manusia yang Bermusuhan

QS:3. Ali 'Imran:

وَٱعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ وَٱذْكُرُواْ نِعْمَةَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُم أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُمْ مِّنْهَا كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ ءَايَـٰتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

103. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.