Kisah Nabi Adam AS kali ini akan menceritakan dengan lengkap bagaimana sejarah penciptaan Nabi Adam AS dan perjalanan hidupnya hingga wafat. Suatu ketika, Allah berbicara di hadapan para malaikat. Isi pembicaraan berkisar tentang penciptaan Adam, leluhur manusia. Adam dan keturunannya ini kelak akan menjadi khalifah (wakil) Allah di bumi. Tugas mereka memakmurkan bumi. Mendengar penjelasan itu, para malaikat heran. Kenapa harus Adam dan anak cucunya yang menjadi khalifah? Mestinya, malaikat yang diberi kehormatan seperti itu. Bukankah malaikat senantiasa bertasbih kepada Allah? Bumi akan aman bila dihuni malaikat. Tak akan ada kerusakan dan pertumpahan darah.
"Setiap orang boleh diambil perkataannya dan boleh pula ditolak, kecuali perkataan penghuni qubur ini" (sambil menunjuk kearah makam Nabi SAW). [Pesan Imam Malik]---"Tidak boleh diterima perkataan seseorang jika berlawanan dengan sunnah Rasulullah SAW." [Pesan Imam Syafi'i]---"Apabila telah shah satu hadits, maka itulah madzhabku." [Pesan Imam Syafi'i]--- Tambahan Artikel Renungan: Renungan Jumat
Jumat, 24 November 2017
Jumat, 17 November 2017
SEBAB-SEBAB TERJADINYA PERBEDAAN MAZHAB dan JANGAN BERSELISIH
Bermadzab itu baik karena memudahkan kita untuk lebih bisa memahami ajaran Islam.
Masing2 imam memiliki kelebihan dan alasan tersendiri dalam menggali ajaran Islam. Sehingga seringkali berbeda pendapat diantara para Imam tersebut. Bahkan antara guru dan murid juga bisa berbeda pendapat. Seperti keterangan berikut ini:
Imam Malik (imam Madzhab) punya murid imam Syafii (imam Madzhab juga). Imam Syafii punya murid Imam Ahmad Bin Hambal (imam Madzhab lagi).
Imam Syafii juga berguru kepada murid-murid Imam Hanafi (imam Madzhab) di irak.
Bahkan imam Bukhary pun merupakan madzhab tersendiri, menurut sebagian ulama, meskipun beberapa hal menggunakan metodologi dari imam Syafii.
Mereka tidak ada yang bertengkar mengenai perbedaan pendapat diantara mereka.
Karena itu, boleh menggunakan madzhab yang berbeda, tidak perlu fanatik madzhab, sebab suatu keadaan tertentu menjadi sebab terjadinya perbedaan dalam fikih (kalau mengenai aqidah, semua imam satu pendapat, mutlak).
Demikian pendapat ustadz KH. Firanda.
"Setiap orang boleh diambil perkataannya dan boleh pula ditolak, kecuali perkataan penghuni qubur ini" (sambil menunjuk kearah makam Nabi SAW). [Pesan Imam Malik]
Baca selengkapnya: https://tausyiahaditya.blogspot.com/2017/11/pesan-pesan-imam-madzhab-kepada-umat.html
Masing2 imam memiliki kelebihan dan alasan tersendiri dalam menggali ajaran Islam. Sehingga seringkali berbeda pendapat diantara para Imam tersebut. Bahkan antara guru dan murid juga bisa berbeda pendapat. Seperti keterangan berikut ini:
Imam Malik (imam Madzhab) punya murid imam Syafii (imam Madzhab juga). Imam Syafii punya murid Imam Ahmad Bin Hambal (imam Madzhab lagi).
Imam Syafii juga berguru kepada murid-murid Imam Hanafi (imam Madzhab) di irak.
Bahkan imam Bukhary pun merupakan madzhab tersendiri, menurut sebagian ulama, meskipun beberapa hal menggunakan metodologi dari imam Syafii.
Mereka tidak ada yang bertengkar mengenai perbedaan pendapat diantara mereka.
Karena itu, boleh menggunakan madzhab yang berbeda, tidak perlu fanatik madzhab, sebab suatu keadaan tertentu menjadi sebab terjadinya perbedaan dalam fikih (kalau mengenai aqidah, semua imam satu pendapat, mutlak).
Demikian pendapat ustadz KH. Firanda.
"Setiap orang boleh diambil perkataannya dan boleh pula ditolak, kecuali perkataan penghuni qubur ini" (sambil menunjuk kearah makam Nabi SAW). [Pesan Imam Malik]
Baca selengkapnya: https://tausyiahaditya.blogspot.com/2017/11/pesan-pesan-imam-madzhab-kepada-umat.html
Jumat, 10 November 2017
Pesan - Pesan Imam Madzhab Kepada Umat Islam
1. Pesan Imam Abu Hanifah
Ia berkata sebagai berikut:
اُتــْرُكُوْا قَوْلــِى لِقَوْلِ اللهِ وَ رَسُوْلــِهِ وَ الصَّحَابَةِ.
Tinggalkanlah perkataan (pendapatku) yang berlawanan dengan firman Allah dan Sabda Rasul-Nya dan perkataan shahabat.
لاَ يَحِلُّ ِلاَحَدٍ اَنْ يَقُوْلَ بِقَوْلـــِنَا حَتَّى يَعْلَمَ مِنْ اَيــْنَ قُلْنَاهُ.
Tidak halal bagi seseorang yang berkata dengan perkataan kami hingga mengetahui dari mana kami mengatakannya.
حَرَامٌ عَلَى مَنْ لَمْ يَعْرِفْ دَلِـيـْلِى اَنْ يُفْتِيَ كَلاَمِى.
Haram atas orang yang belum mengetahui dalil (alasan) fatwaku untuk berfatwa dengan perkataanku.
اِنَّهُ قِيْلَ ِلاَبِى حَنِيْفَةَ: اِذَا قُلْتَ قَوْلاً وَ كِـتَابُ اللهِ يُخَالِفُهُ ؟ قَالَ: اُتْرُكُـوْا قَوْلــِى بِكِـتَابِ اللهِ. فَقِيْلَ لَهُ: اِذَا كَانَ خَبَرُ الرَّسُوْلِ يُخَالِفُهُ ؟ قَالَ: اُتْرُكُوْا قَوْلــِى بِخَبَرِ الرَّسُوْلِ ص. فَقِيْلَ لَهُ: اِذَا كَانَ قَوْلُ الصَّحَابِيِّ يُخَالِفُهُ ؟ قَالَ: اُتْرُكُوْا قَوْلــِى بِقَوْلِ الصَّحَابِيِّ.
Bahwasanya Imam Abu Hanifah pernah ditanya : "Bagaimana apabila engkau mengatakan suatu pendapat, sedangkan Kitab Allah menyalahkannya?" Beliau menjawab : "Tinggalkanlah pendapatku dan ikutilah Kitab Allah". Lalu beliau ditanya lagi : "Bagaimana kalau hadits Rasulullah SAW menyalahkannya?" Beliau menjawab: 'Tinggalkanlah pendapatku dan ikutilah hadits Rasulullah SAW." Dan beliau ditanya lagi : "Bagaimana kalau perkataan shahabat menyalahkannya?". Beliau menjawab : "Tinggalkanlah pendapatku dan ikutilah perkataan shahabat itu''.
Jumat, 03 November 2017
KETIKA RASULULLAH MENGHADAPI PERMUSUHAN
Beragam teror atau tekanan Rasulullah SAW rasakan; dari yang bersifat teror verbal melalui caci maki, sampai pada teror fisik terhadap beliau dan para sahabatnya. Teror verbal dilakukan terhadap beliau dengan menyebutnya sebagai sebagai majnun (gila) (QS. Al Hijr 6) dan tukang sihir dan pendusta (QS. Shad 4). Al Quran sebagai wahyu yang beliau terima juga disebut sebagai dongeng-dongeng kaum terdahulu (QS. Al Mutaffifin 13).
Jumat, 27 Oktober 2017
Senjata Setan Setelah Tauhid Diserang, adalah Perselisihan
Jauhi Perselisihan dan Pertengkaran
Dasar Hukum:
1.) Diriwayatkan Imam Muslim dalam shahihnya dari sahabat Jabir radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ أَيِسَ أَنْ يَعْبُدَهُ الْمُصَلُّونَ فِى جَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَلَكِنْ فِى التَّحْرِيشِ بَيْنَهُمْ » أخرجه مسلم
“Sesungguhnya setan telah berputus asa untuk menjadikan orang-orang beriman menyembahnya di Jazirah Arab, namun masih tersisa tipu dayanya yaitu mengadu domba diantara kalian”. (HR Muslim 2812)
Dasar Hukum:
1.) Diriwayatkan Imam Muslim dalam shahihnya dari sahabat Jabir radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ أَيِسَ أَنْ يَعْبُدَهُ الْمُصَلُّونَ فِى جَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَلَكِنْ فِى التَّحْرِيشِ بَيْنَهُمْ » أخرجه مسلم
“Sesungguhnya setan telah berputus asa untuk menjadikan orang-orang beriman menyembahnya di Jazirah Arab, namun masih tersisa tipu dayanya yaitu mengadu domba diantara kalian”. (HR Muslim 2812)
Jumat, 20 Oktober 2017
Najiskah Kotoran Burung dan Cicak?
Bab: Najiskah Kotoran Burung?
Pertama, hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,
أَنَّ نَاسًا اجْتَوَوْا فِي المَدِينَةِ، فَأَمَرَهُمُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَلْحَقُوا بِرَاعِيهِ – يَعْنِي الإِبِلَ – فَيَشْرَبُوا مِنْ أَلْبَانِهَا وَأَبْوَالِهَا، فَلَحِقُوا بِرَاعِيهِ، فَشَرِبُوا مِنْ أَلْبَانِهَا وَأَبْوَالِهَا ، حَتَّى صَلَحَتْ أَبْدَانُهُمْ
Ada beberapa orang pendatang dari luar Madinah yang sakit karena tidak kuat dengan cuaca madinah. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka untuk menemui petugas gembala onta zakat. Agar mereka minum susu dicampur kencing onta. Setelah mereka ketemu penggembala itu, mereka minum susu onta dan kencingnya, hingga badan mereka kembali sehat..(HR. Bukhari 5686, Muslim 1671, dan yang lainnya).
Kedua, hadis dari Anas bin Malik, beliau menceritakan,
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي، قَبْلَ أَنْ يُبْنَى المَسْجِدُ، فِي مَرَابِضِ الغَنَمِ
“Sebelum dibangun masjid, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat di kandang kambing.” (HR. Bukhari 234, Muslim 524, dan yang lainnya).
Pertama, hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,
أَنَّ نَاسًا اجْتَوَوْا فِي المَدِينَةِ، فَأَمَرَهُمُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَلْحَقُوا بِرَاعِيهِ – يَعْنِي الإِبِلَ – فَيَشْرَبُوا مِنْ أَلْبَانِهَا وَأَبْوَالِهَا، فَلَحِقُوا بِرَاعِيهِ، فَشَرِبُوا مِنْ أَلْبَانِهَا وَأَبْوَالِهَا ، حَتَّى صَلَحَتْ أَبْدَانُهُمْ
Ada beberapa orang pendatang dari luar Madinah yang sakit karena tidak kuat dengan cuaca madinah. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka untuk menemui petugas gembala onta zakat. Agar mereka minum susu dicampur kencing onta. Setelah mereka ketemu penggembala itu, mereka minum susu onta dan kencingnya, hingga badan mereka kembali sehat..(HR. Bukhari 5686, Muslim 1671, dan yang lainnya).
Kedua, hadis dari Anas bin Malik, beliau menceritakan,
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي، قَبْلَ أَنْ يُبْنَى المَسْجِدُ، فِي مَرَابِضِ الغَنَمِ
“Sebelum dibangun masjid, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat di kandang kambing.” (HR. Bukhari 234, Muslim 524, dan yang lainnya).
Jumat, 13 Oktober 2017
Sahkah Sholat Kita Apabila Terkena Darah Nyamuk? Dan Bagaimana dengan Air Liur?
Surat Al-Baqarah Ayat 173
إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ ۖ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Surat Al-An'am Ayat 145
قُلْ لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَىٰ طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi -- karena sesungguhnya semua itu kotor -- atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ ۖ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Surat Al-An'am Ayat 145
قُلْ لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَىٰ طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi -- karena sesungguhnya semua itu kotor -- atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
Jumat, 06 Oktober 2017
Perintah Berbuat Adil kepada Siapapun Juga
Surat Al-Ma'idah Ayat 8
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Jumat, 29 September 2017
Bunuh Diri?
Dahulu, pada jaman kenabian Nabi Musa, memang pernah ada syariat pertobatan dengan cara bunuh-diri. Hal ini karena tindakan mereka yang sudah sangat keterlaluan. Namun syariat bunuh-diri ini, dihapuskan pada jaman kenabian Nabi Muhammad SAW hingga akhir jaman.
Surat Al-Baqarah Ayat 54
وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ إِنَّكُمْ ظَلَمْتُمْ أَنْفُسَكُمْ بِاتِّخَاذِكُمُ الْعِجْلَ فَتُوبُوا إِلَىٰ بَارِئِكُمْ فَاقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ عِنْدَ بَارِئِكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ ۚ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu
[ada yang mengartikan: orang-orang yang tidak menyembah anak lembu itu membunuh orang yang menyembahnya. Adapula yang mengartikan: orang yang menyembah patung anak lembu itu saling bunuh-membunuh, dan apa pula yang mengartikan: mereka disuruh membunuh diri mereka masing-masing untuk bertaubat.].
Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang".
Surat Al-Baqarah Ayat 54
وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ إِنَّكُمْ ظَلَمْتُمْ أَنْفُسَكُمْ بِاتِّخَاذِكُمُ الْعِجْلَ فَتُوبُوا إِلَىٰ بَارِئِكُمْ فَاقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ عِنْدَ بَارِئِكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ ۚ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu
[ada yang mengartikan: orang-orang yang tidak menyembah anak lembu itu membunuh orang yang menyembahnya. Adapula yang mengartikan: orang yang menyembah patung anak lembu itu saling bunuh-membunuh, dan apa pula yang mengartikan: mereka disuruh membunuh diri mereka masing-masing untuk bertaubat.].
Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang".
Jumat, 22 September 2017
Sunnahnya Berpuasa di Bulan Muharram
Sekedar mengingatkan >>>
Dari Abu Hurairah r.a., katanya :
"Ditanyakan kepada Rasululloh SAW. : " Sholat apakah yang lebih utama setelah sholat fardlu ?". Kata Nabi SAW : " Yaitu sholat tengah malam ". Tanya mereka lagi: "Puasa apakah yang lebih utama setelah puasa Romadlon ?". Ujar Nabi SAW. : " Puasa pada bulan Allah yang kamu namakan bulan Muharrom ".
(Riwayat Ahmad, Muslim dan Abu Dawud)
Dari Abu Hurairah r.a., katanya :
"Ditanyakan kepada Rasululloh SAW. : " Sholat apakah yang lebih utama setelah sholat fardlu ?". Kata Nabi SAW : " Yaitu sholat tengah malam ". Tanya mereka lagi: "Puasa apakah yang lebih utama setelah puasa Romadlon ?". Ujar Nabi SAW. : " Puasa pada bulan Allah yang kamu namakan bulan Muharrom ".
(Riwayat Ahmad, Muslim dan Abu Dawud)
Rabu, 20 September 2017
ANALISIS SEJARAH PEMERINTAHAN ALI BIN ABI THALIB
Tulisan ini ditampilkan sebagai bahan renungan dan juga menjawab pertanyaan, mengapa Khalifah Ali ra tidak menghukum qishash pembunuh Utsman ra, dan mengapa pemerintahan dijaman Khalifah Ali ra dipindah dari Madinah ke Irak?.
Juga memberikan peringatan bagi kita semua, bahwa ada dikalangan (mengaku) muslim (bukan dari kalangan sahabat) yang begitu suka pertengkaran dan suka menumpahkan darah, hingga tega menfitnah para Sahabat Nabi SAW hingga mereka berkelahi dan berperang.
Para pemfitnah itu menggunakan Ayat Alquran dan merasa lebih paham Alquran daripada para Sahabat Nabi SAW. Hingga tega mengadu-domba, memfitnah dan membunuh para sahabat Nabi SAW dan kaum Muslimin lainnya sesuka mereka. (admin)
Juga memberikan peringatan bagi kita semua, bahwa ada dikalangan (mengaku) muslim (bukan dari kalangan sahabat) yang begitu suka pertengkaran dan suka menumpahkan darah, hingga tega menfitnah para Sahabat Nabi SAW hingga mereka berkelahi dan berperang.
Para pemfitnah itu menggunakan Ayat Alquran dan merasa lebih paham Alquran daripada para Sahabat Nabi SAW. Hingga tega mengadu-domba, memfitnah dan membunuh para sahabat Nabi SAW dan kaum Muslimin lainnya sesuka mereka. (admin)
*******************************************************************
Jumat, 15 September 2017
Bahayanya Lidah
Sesungguhnya tangan, kaki dan yang kasat mata itu alat komunikasi antar makhluq saja ...
Dengan tangan atau bahasa isyarat kita bisa berkomunikasi dengan manusia lainnya ...
Atau kita bisa memukul, menendang manusia lainnya jika kita berkelahi, namun kita tidak akan bisa "berkelahi" dengan Allah ...
Sesungguhnya dengan lidah, kita bisa berkomunikasi dengan siapa saja, yakni dengan manusia, jin, atau makhluq lainnya atau bahkan dengan Allah, yaitu melalui Doa ...
Komunikasi menggunakan lidah sungguh sangatlah luar-biasa ...
Dengan tangan atau bahasa isyarat kita bisa berkomunikasi dengan manusia lainnya ...
Atau kita bisa memukul, menendang manusia lainnya jika kita berkelahi, namun kita tidak akan bisa "berkelahi" dengan Allah ...
Sesungguhnya dengan lidah, kita bisa berkomunikasi dengan siapa saja, yakni dengan manusia, jin, atau makhluq lainnya atau bahkan dengan Allah, yaitu melalui Doa ...
Komunikasi menggunakan lidah sungguh sangatlah luar-biasa ...
Jumat, 08 September 2017
Semua Makhluq Akan Mendatangi Neraka
Abdu bin Humaid menceritakan kepada kami, Ubaidullah bin Musa mengabarkan kepada kami dari Israil dari As-Suddi, ia berkata, "Aku pernah bertanya kepada Murrah Al Hamdani tentang firman Allah SWT, 'Dan tidak ada seorangpun daripada kalian melainkan mendatangi neraka itu.' (Qs. Maryam [19]: 71) Maka ia menceritakan kepadaku bahwa Abdullah bin Mas'ud pernah bercerita kepadanya, ia berkata, 'Rasulullah SAW pernah bersabda, 'Semua manusia akan mendatangi neraka, kemudian mereka kembali dengan membawa amal-amal mereka. Yang pertama kembali dari mereka seperti kilat, kemudian seperti angin, kemudian seperti lari kuda, kemudian seperti orang yang mengendarai —melarikan— unta, kemudian seperti larinya seorang laki-laki, kemudian seperti jalannya seorang laki-laki'."
Shahih: Ash-Shahihah (311) dan shahih sunan tirmidzi (3159)
Shahih: Ash-Shahihah (311) dan shahih sunan tirmidzi (3159)
Jumat, 01 September 2017
Kisah Azazil hingga disebut Iblis dan Beberapa Pertanyaan Seputarnya
عزازل adalah nama asli dari Iblis yang merupakan bapak dari bangsa jin,(Abul Jan) sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa nama asli Iblis adalah al-Harits.[Ibnu Abbas berkata: "Nama Iblis tersebut adalah 'Azazil." Sedangkan dalam sebuah riwayat yang diriwayatkan darinya disebutkan bahwa nama Iblis tersebut adalah al-Harits. Kisah para Nabi & Rasul karya Ibnu Katsir, hal.26, penulis Abu al-Fida` Ahmad bin Badruddin, 5 September 2011, Penerbit Pustaka as-Sunnah, Jakarta] Menurut syariat Islam 'Azazil adalah pemimpin dari bangsa jin.
"Dari Abdullah bin Abbas, ia berkata: 'Nama Iblis sebelum ia diusir dari surga adalah Azazil, dan ia termasuk golongan malaikat yang paling dekat dengan Allah.'" (HR. Al-Tirmidzi, No. 3278)
Hadis ini menjelaskan bahwa nama Iblis sebelum ia diusir dari surga adalah Azazil, dan ia termasuk golongan malaikat yang paling dekat dengan Allah.
Sebelum diciptakannya Adam, Azazil pernah menjadi Imam para Malaikat (Sayyid al-Malaikat) dan Khazin al-Jannah (Bendaharawan Surga), selama beberapa puluh ribu tahun sebelum membangkang kepada Allah. Nama Azazil dapat ditemukan dalam beberapa kitab tafsir, diantaranya dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir, (Mujallad I-1/76 – 77), Tafsir Al- Khozin – Tafsir Al- Baghowi (I-1/48).
Gunung Azazil (Jabal Muntar) di Gurun Yudea, Suriah, yang dianggap sebagai tempat dimana Azazil dibuang ke bumi.
Jumat, 25 Agustus 2017
= Puasa pada hari 'Arafah (disunnahkan) =
Sekedar mengingatkan >>>
JANGAN sampai TIDAK PUASA ARAFAH dan puasa pada hari ‘Asyura lo yaa, cuman satu hari saja kok, pahalanya luar biasa ...
Sabda Rasulullah:
مَا الْعَمَلُ فِي أَيَّامِ الْعَشْرِ أَفْضَلَ مِنَ الْعَمَلِ فِي هَذِهِ ”. قَالُوا وَلاَ الْجِهَادُ قَالَ ” وَلاَ الْجِهَادُ، إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ يُخَاطِرُ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ بِشَىْءٍ ”.
Tidak ada hari-hari dimana amalan yang shaleh padanya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini. Yaitu, Sepuluh hari (Pertama Bulan Dzulhijjah). Para sahabat berkata, Wahai Rasulullah, tidak juga jihad dijalan Allah?, Beliau menjawab, Tidak juga jihad dijalan Allah, Kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya, lalu ia tidak kembali dari Jihad itu dengan sesuatu apapun (Syahid). (HR.Al Bukhori)
Jumat, 18 Agustus 2017
= Disyari'atkannya Ibadah Qurban =
Secara etimologi, Qurban berasal dari kata Qaruba yg berarti kedekatan. Secara terminologi adalah upaya pendekatan diri seorang hamba kepada Tuhannya dng media penyembelihan ternak. Secara syar'iyah binatang ternak yg dipaparkan hadits adalah berupa domba/kambing, sapi dan unta.
Pengertian Qurban diberbagai referensi sering tidak dibedakan, sehingga timbul kerancuan. Padahal "penyembelihan ternak" dalam perspektif hadits setidaknya ada empat macam:
1. Penyembelihan ternak terkait dng pelaksanaan ibadah Haji, disebut "Al Hadyu".
2. Penyembelihan ternak terkait sanksi pelanggaran manasik Haji, disebut "Al Dam"
3. Penyembelihan ternak terkait merayakan hari raya Qurban, disebut "Udhiyah".
4. Penyembelihan ternak terkait tasyakkuran kelahiran anak, disebut "Aqiqah".
Pengertian Qurban diberbagai referensi sering tidak dibedakan, sehingga timbul kerancuan. Padahal "penyembelihan ternak" dalam perspektif hadits setidaknya ada empat macam:
1. Penyembelihan ternak terkait dng pelaksanaan ibadah Haji, disebut "Al Hadyu".
2. Penyembelihan ternak terkait sanksi pelanggaran manasik Haji, disebut "Al Dam"
3. Penyembelihan ternak terkait merayakan hari raya Qurban, disebut "Udhiyah".
4. Penyembelihan ternak terkait tasyakkuran kelahiran anak, disebut "Aqiqah".
Rabu, 16 Agustus 2017
Penciptaan Alam Semesta dan Kiamat menurut Ulama Sains dan Agama
QS. Al-Mulk 3-4:
الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَوَاتٍ طِبَاقاً مَا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِنْ تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِنْ فُطُورٍ * ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئاً وَهُوَ حَسِيرٌ
"(Allah) Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu (manusia dan jin) sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? "
الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَوَاتٍ طِبَاقاً مَا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِنْ تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِنْ فُطُورٍ * ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئاً وَهُوَ حَسِيرٌ
"(Allah) Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu (manusia dan jin) sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? "
Jumat, 11 Agustus 2017
Keabadian Surga dan Neraka
Firman Allah swt :
فَأَمَّا الَّذِينَ شَقُواْ فَفِي النَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ
خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُإِلاَّ مَا شَاء رَبُّكَ إِنَّ
رَبَّكَ فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيدُ
وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُواْ فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ
وَالأَرْضُإِلاَّ مَا شَاء رَبُّكَ عَطَاء غَيْرَ مَجْذُوذٍ
Artinya : “Adapun orang-orang yang celaka, Maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih), mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia, Maka tempatnya di dalam syurga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.” (QS.Huud : 106 – 108)
فَأَمَّا الَّذِينَ شَقُواْ فَفِي النَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ
خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُإِلاَّ مَا شَاء رَبُّكَ إِنَّ
رَبَّكَ فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيدُ
وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُواْ فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ
وَالأَرْضُإِلاَّ مَا شَاء رَبُّكَ عَطَاء غَيْرَ مَجْذُوذٍ
Artinya : “Adapun orang-orang yang celaka, Maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih), mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia, Maka tempatnya di dalam syurga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.” (QS.Huud : 106 – 108)
Langganan:
Postingan (Atom)