Jumat, 29 September 2017

Bunuh Diri?

Dahulu, pada jaman kenabian Nabi Musa, memang pernah ada syariat pertobatan dengan cara bunuh-diri. Hal ini karena tindakan mereka yang sudah sangat keterlaluan. Namun syariat bunuh-diri ini, dihapuskan pada jaman kenabian Nabi Muhammad SAW hingga akhir jaman.

Surat Al-Baqarah Ayat 54

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ إِنَّكُمْ ظَلَمْتُمْ أَنْفُسَكُمْ بِاتِّخَاذِكُمُ الْعِجْلَ فَتُوبُوا إِلَىٰ بَارِئِكُمْ فَاقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ عِنْدَ بَارِئِكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ ۚ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu
[ada yang mengartikan: orang-orang yang tidak menyembah anak lembu itu membunuh orang yang menyembahnya. Adapula yang mengartikan: orang yang menyembah patung anak lembu itu saling bunuh-membunuh, dan apa pula yang mengartikan: mereka disuruh membunuh diri mereka masing-masing untuk bertaubat.].
Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang".

Jumat, 22 September 2017

Sunnahnya Berpuasa di Bulan Muharram

Sekedar mengingatkan >>>

Dari Abu Hurairah r.a., katanya :
"Ditanyakan kepada Rasululloh SAW. : " Sholat apakah yang lebih utama setelah sholat fardlu ?". Kata Nabi SAW : " Yaitu sholat tengah malam ". Tanya mereka lagi: "Puasa apakah yang lebih utama setelah puasa Romadlon ?". Ujar Nabi SAW. : " Puasa pada bulan Allah yang kamu namakan bulan Muharrom ".
(Riwayat Ahmad, Muslim dan Abu Dawud)

Rabu, 20 September 2017

ANALISIS SEJARAH PEMERINTAHAN ALI BIN ABI THALIB

Tulisan ini ditampilkan sebagai bahan renungan dan juga menjawab pertanyaan, mengapa Khalifah Ali ra tidak menghukum qishash pembunuh Utsman ra, dan mengapa pemerintahan dijaman Khalifah Ali ra dipindah dari Madinah ke Irak?.
Juga memberikan peringatan bagi kita semua, bahwa ada dikalangan (mengaku) muslim (bukan dari kalangan sahabat) yang begitu suka pertengkaran dan suka menumpahkan darah, hingga tega menfitnah para Sahabat Nabi SAW hingga mereka berkelahi dan berperang. 
Para pemfitnah itu menggunakan Ayat Alquran dan merasa lebih paham Alquran daripada para Sahabat Nabi SAW. Hingga tega mengadu-domba, memfitnah dan membunuh para sahabat Nabi SAW dan kaum Muslimin lainnya sesuka mereka. (admin)
*******************************************************************

Jumat, 15 September 2017

Bahayanya Lidah

Sesungguhnya tangan, kaki dan yang kasat mata itu alat komunikasi antar makhluq saja ...
Dengan tangan atau bahasa isyarat kita bisa berkomunikasi dengan manusia lainnya ...
Atau kita bisa memukul, menendang manusia lainnya jika kita berkelahi, namun kita tidak akan bisa "berkelahi" dengan Allah ...

Sesungguhnya dengan lidah, kita bisa berkomunikasi dengan siapa saja, yakni dengan manusia, jin, atau makhluq lainnya atau bahkan dengan Allah, yaitu melalui Doa ...
Komunikasi menggunakan lidah sungguh sangatlah luar-biasa ...

Jumat, 08 September 2017

Semua Makhluq Akan Mendatangi Neraka

Abdu bin Humaid menceritakan kepada kami, Ubaidullah bin Musa mengabarkan kepada kami dari Israil dari As-Suddi, ia berkata, "Aku pernah bertanya kepada Murrah Al Hamdani tentang firman Allah SWT, 'Dan tidak ada seorangpun daripada kalian melainkan mendatangi neraka itu.' (Qs. Maryam [19]: 71) Maka ia menceritakan kepadaku bahwa Abdullah bin Mas'ud pernah bercerita kepadanya, ia berkata, 'Rasulullah SAW pernah bersabda, 'Semua manusia akan mendatangi neraka, kemudian mereka kembali dengan membawa amal-amal mereka. Yang pertama kembali dari mereka seperti kilat, kemudian seperti angin, kemudian seperti lari kuda, kemudian seperti orang yang mengendarai —melarikan— unta, kemudian seperti larinya seorang laki-laki, kemudian seperti jalannya seorang laki-laki'."
Shahih: Ash-Shahihah (311) dan shahih sunan tirmidzi (3159)

Jumat, 01 September 2017

Kisah Azazil hingga disebut Iblis dan Beberapa Pertanyaan Seputarnya


عزازل adalah nama asli dari Iblis yang merupakan bapak dari bangsa jin,(Abul Jan) sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa nama asli Iblis adalah al-Harits.[Ibnu Abbas berkata: "Nama Iblis tersebut adalah 'Azazil." Sedangkan dalam sebuah riwayat yang diriwayatkan darinya disebutkan bahwa nama Iblis tersebut adalah al-Harits. Kisah para Nabi & Rasul karya Ibnu Katsir, hal.26, penulis Abu al-Fida` Ahmad bin Badruddin, 5 September 2011, Penerbit Pustaka as-Sunnah, Jakarta] Menurut syariat Islam 'Azazil adalah pemimpin dari bangsa jin.

"Dari Abdullah bin Abbas, ia berkata: 'Nama Iblis sebelum ia diusir dari surga adalah Azazil, dan ia termasuk golongan malaikat yang paling dekat dengan Allah.'" (HR. Al-Tirmidzi, No. 3278)

Hadis ini menjelaskan bahwa nama Iblis sebelum ia diusir dari surga adalah Azazil, dan ia termasuk golongan malaikat yang paling dekat dengan Allah. 

Sebelum diciptakannya Adam, Azazil pernah menjadi Imam para Malaikat (Sayyid al-Malaikat) dan Khazin al-Jannah (Bendaharawan Surga), selama beberapa puluh ribu tahun sebelum membangkang kepada Allah. Nama Azazil dapat ditemukan dalam beberapa kitab tafsir, diantaranya dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir, (Mujallad I-1/76 – 77), Tafsir Al- Khozin – Tafsir Al- Baghowi (I-1/48).
Gunung Azazil (Jabal Muntar) di Gurun Yudea, Suriah, yang dianggap sebagai tempat dimana Azazil dibuang ke bumi.

Jumat, 25 Agustus 2017

= Puasa pada hari 'Arafah (disunnahkan) =

Sekedar mengingatkan >>>
JANGAN sampai TIDAK PUASA ARAFAH dan puasa pada hari ‘Asyura lo yaa, cuman satu hari saja kok, pahalanya luar biasa ...

Sabda Rasulullah:

مَا الْعَمَلُ فِي أَيَّامِ الْعَشْرِ أَفْضَلَ مِنَ الْعَمَلِ فِي هَذِهِ ‏”‏‏.‏ قَالُوا وَلاَ الْجِهَادُ قَالَ ‏”‏ وَلاَ الْجِهَادُ، إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ يُخَاطِرُ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ بِشَىْءٍ ‏”‏‏.‏

 
Tidak ada hari-hari dimana amalan yang shaleh padanya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini. Yaitu, Sepuluh hari (Pertama Bulan Dzulhijjah). Para sahabat berkata, Wahai Rasulullah, tidak juga jihad dijalan Allah?, Beliau menjawab, Tidak juga jihad dijalan Allah, Kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya, lalu ia tidak kembali dari Jihad itu dengan sesuatu apapun (Syahid). (HR.Al Bukhori)

Jumat, 18 Agustus 2017

= Disyari'atkannya Ibadah Qurban =

Secara etimologi, Qurban berasal dari kata Qaruba yg berarti kedekatan. Secara terminologi adalah upaya pendekatan diri seorang hamba kepada Tuhannya dng media penyembelihan ternak. Secara syar'iyah binatang ternak yg dipaparkan hadits adalah berupa domba/kambing, sapi dan unta.

Pengertian Qurban diberbagai referensi sering tidak dibedakan, sehingga timbul kerancuan. Padahal "penyembelihan ternak" dalam perspektif hadits setidaknya ada empat macam:
1. Penyembelihan ternak terkait dng pelaksanaan ibadah Haji, disebut "Al Hadyu".
2. Penyembelihan ternak terkait sanksi pelanggaran manasik Haji, disebut "Al Dam"
3. Penyembelihan ternak terkait merayakan hari raya Qurban, disebut "Udhiyah".
4. Penyembelihan ternak terkait tasyakkuran kelahiran anak, disebut "Aqiqah".

Rabu, 16 Agustus 2017

Penciptaan Alam Semesta dan Kiamat menurut Ulama Sains dan Agama

QS. Al-Mulk 3-4:

الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَوَاتٍ طِبَاقاً مَا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِنْ تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِنْ فُطُورٍ * ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئاً وَهُوَ حَسِيرٌ

"(Allah) Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu (manusia dan jin) sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? "

Jumat, 11 Agustus 2017

Keabadian Surga dan Neraka

Firman Allah swt :
فَأَمَّا الَّذِينَ شَقُواْ فَفِي النَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ
خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُإِلاَّ مَا شَاء رَبُّكَ إِنَّ
رَبَّكَ فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيدُ
وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُواْ فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ
وَالأَرْضُإِلاَّ مَا شَاء رَبُّكَ عَطَاء غَيْرَ مَجْذُوذٍ

Artinya : “Adapun orang-orang yang celaka, Maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih), mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia, Maka tempatnya di dalam syurga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.” (QS.Huud : 106 – 108)

Jumat, 04 Agustus 2017

Perbandingan Surga pada Jaman Nabi Adam as dahulu dengan Surga Kelak setelah Kiamat Besar

Ternyata terdapat perbedaan yang cukup besar antara Surga pada Jaman Nabi Adam as dahulu, dengan Surga Kelak setelah Kiamat Besar. Seperti yang telah disebutkan dalam Al Quran berikut ini:

>>> Surga pada Jaman Nabi Adam as dahulu:


Jumat, 28 Juli 2017

Nafsu Manusia tetap Ada Sampai ke Surga?

Hawa-nafsu dalam bahasa Arab:
Hawa (الهوى): sangat cinta; kehendak
Nafsu (النفس): roh; nyawa; jiwa; tubuh; diri seseorang; kehendak; niat; selera;
Hawa-nafsu biasanya dikaitkan dengan dorongan hati yang kuat untuk melakukan perkara yang tidak baik. Adakalanya bermakna selera, jika dihubungkan dengan makanan. Nafsu syahwat pula berarti keberahian atau keinginan bersetubuh.

Jumat, 21 Juli 2017

Cemas, Lebay, dengan Perolehan Rejeki?


Sesungguhnya rejeki itu seperti ajal ...
Telah ditetapkan dalam diri tiap2 makhluq sejak Roh ditiupkan kedalam dirinya ...
Jika ia lari menghindari rejeki, maka rejeki itu akan mengejarnya, seperti seseorang yang lari menghindari Al Maut, namun Al Maut tetap saja mengejarnya ...
Jika makhluq itu sambat perolehan rejekinya lambat, maka ketahuilah, Al Maut juga bisa lambat datangnya ...
Jika makhluq itu sambat perolehan rejekinya sedikit sehingga ia sengsara, maka ketahuilah, Al Maut juga bisa sengsara datangnya ...
Jika makhluq itu menyangka usahanya pasti dapat mendatangkan banyak rejeki, maka ketahuilah, Al Maut juga bisa tidak segera datang, walaupun makhluq itu menghendaki kematian ...

Karena itu, wahai makhluq, janganlah mengejar rejeki secara serampangan, namun carilah dengan cara yang baik ...
Atau kalau Anda meninggalkan rejeki itu karena memilih ibadah, maka ketahuilah, rejeki itu yang akan mengejarmu, jika rejeki itu memang bagianmu ...

Jangan takut rejekimu disabotase orang lain, karena rejekimu tidak akan bisa pindah ke orang lain, jika rejeki itu memang bagianmu ...
Namun takutlah ibadahmu kurang, karena tidak ada satupun orang lain yang bersedia beribadah untuk dirimu ...!
Segala sesuatu dari rejeki yg engkau dapatkan, itulah bagianmu ...
Dan segala sesuatu dari rejeki yg luput dari perolehanmu, itu memang bukan bagianmu ...
Buat apa kecewa, sedih, dongkol, cemas dan lebay, kalau memang bukan bagian dari rejekimu ...?

Anda mengenal Al Maut, dan sudah pasti Anda akan berusaha menghindari Al Maut, hingga Anda ke dokter ketika sakit, Anda berjalan di pinggir jalan supaya tidak tertabrak mobil, dan Anda berhenti ketika kereta api lewat didepan Anda ...
Demikian juga dengan perolehan rejeki, tentu Anda akan berusaha mencari rejeki, dan tidak hanya berpangku tangan dalam mencari rejeki ...

Itulah persamaan antara Rejeki dan Al Maut ...!

Jumat, 14 Juli 2017

Al Ilmu

Sebelum melangkah lebih jauh, kita bahas dulu masalah ilmu kalam atau filsafat.

Adz-Dzahabi rahimahullah berkata

قل من أمعن النظر في علم الكلام إلا وأداه اجتهاده إلى القول بما يخالف محض السنة، ولهذا ذم علماء السلف النظر في علم الاوائل، فإن علم الكلام مولد من علم الحكماء الدهرية، فمن رام الجمع بين علم الانبياء عليهم السلام وبين علم الفلاسفة بذكائه لابد وأن يخالف هؤلاء وهؤلاء

“Hampir tidak ada orang-orang yang memperdalam ilmu filsafat kecuali ijtihadnya akan mengantarkannya kepada pendapat yang menyelisihi kemurnian sunnah. Karenanya para ulama salaf mencela mempelajari ilmu orang-orang kuno (seperti orang-orang Yunani-pen) karena ilmu filsafat lahir dari para filosof  yang berpemikiran dahriyah (atheis). Barang siapa yang dengan kecerdasannya berkeinginan untuk mengkompromikan antara ilmu para Nabi dengan ilmu para filosof, maka pasti ia akan menyelishi para Nabi dan juga menyelisihi para filosof” (Mizaanul I’tidaal 3/144)

Jumat, 07 Juli 2017

Sumpah atau Kesaksian Palsu

Akhir2 ini ada segolongan orang yang mengaku beriman suka/melakukan sumpah palsu atau kesaksian palsu. Ada yang karena uang, kekayaan ataupun hal2 lainnya. Padahal sesungguhnya sumpah palsu atau kesaksian palsu itu termasuk dosa besar, bahkan dalam hadis, dosanya disejajarkan dengan perbuatan syirik.

SHAHIH BUKHARI, No. Hadist: 6182


حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُقَاتِلٍ أَخْبَرَنَا النَّضْرُ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا فِرَاسٌ قَالَ سَمِعْتُ الشَّعْبِيَّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْكَبَائِرُ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَقَتْلُ النَّفْسِ وَالْيَمِينُ الْغَمُوسُ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Muqatil Telah mengabarkan kepada kami An Nadhr telah mengabarkan kepada kami Syu'bah telah menceritakan kepada kami Firas menuturkan; aku mendengar Asy Sya'bi dari Abdullah bin Amru dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dosa besar ialah menyekutukan Allah, durhaka kepada orangtua, membunuh, dan bersumpah palsu."

Dan dalam hadis lainnya, malah perkataan larangan sumpah palsu atau kesaksian palsu tersebut diulang2, hingga seolah-olah Nabi SAW memberikan penekanan yang lebih, supaya umatnya benar-benar meninggalkan sumpah palsu atau kesaksian palsu sejauh-jauhnya, karena sangatlah besar dosanya.

Jumat, 30 Juni 2017

Kebohongan dan Celaan Sebagian Manusia Kepada Allah SWT

Sebagian keturunan Adam telah mengatakan kebohongan tentang Allah padahal mereka sama sekali tidak berhak melakukan demikian ... Kebohongan yang mereka perbuat tentang Allah adalah mereka menganggap Allah tidak mampu menciptakan kembali sebagaimana dulu mereka telah diciptakan ...

Dan mereka mencela Allah, padahal mereka tidak punya hak untuk mencela Allah ...
Adapun celaannya kepada Allah, yaitu mereka mengatakan bahwa Allah mempunyai anak. Maha Suci Allah, sama sekali Allah tidak mengambil istri dan tidak mempunyai anak ...

Sabtu, 24 Juni 2017

Sunnahnya Puasa 6 Hari di Bulan Syawwal

Dari Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa (di bulan) Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan (puasa sunnah) enam hari di bulan Syawwal, maka (dia akan mendapatkan pahala) seperti puasa setahun penuh.” [HR. Muslim (no. 1164)]

Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan puasa sunnah enam hari di bulan Syawwal, yang ini termasuk karunia agung dari Allah kepada hamba-hamba-Nya, dengan kemudahan mendapatkan pahala puasa setahun penuh tanpa adanya kesulitan yang berarti.
Dan merupakan salah satu tanda diterimanya suatu amal ibadah oleh Allah, adalah dengan giat melakukan amal ibadah lain setelahnya [Lihat kitab Ahaadiitsush Shiyaam, Ahkaamun wa Aadaab (hal. 157)]
---------------------

Jumat, 23 Juni 2017

= Takbiran dan Sholat 'Id =

Anjuran (sangat) melakukan Takbiran dan Sholat 'Id setelah selesai Romadlon atau saat hari raya Haji, siapapun ia, baik anak², wanita (haid/tidak), orang dewasa, muda, tua dan semuanya. Untuk wanita haid dianjurkan datang kelapangan sholat Ied, namun tdk usah ikut sholat, hanya mendengarkan ceramah dan takbiran

QS. 2. Al Baqarah:

وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

185. ... dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.