Senin, 23 April 2012

Marilah kita berbuat baik ...


Sesungguhnya semua tindakan kita, baik atau buruk selalu dilihat dan diawasi Allah. Mungkin sebagian orang tidak percaya. "Mana Allah yg katanya selalu melihat dan mengawasi?". Subhanallah ...

Bukankah Allah yg telah memberikan kita dua buah mata? Sehingga kita bisa melihat?
Kalau kita memberikan mata pada robot buatan kita, bukankah kita bisa menjadikan kita melihat apa2 yg dilihat robot itu? (logika sederhananya demikian, tp Kalau Allah, malah lebih dari itu kuasaNya)

Sesungguhnya jalan menuju ridloNya itu berat, cobaan demi cobaan dilalui, tidak pernah berhenti. Ibaratnya, jalan yang mendaki lagi sukar.
Apakah contohnya jalan yang mendaki lagi sukar? yaitu, melepaskan budak dari perbudakan (kalau ada), memberi makan pada hari kelaparan, atau memberi makan (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau memberi makan kepada orang miskin yang sangat fakir.
Memberi makan, tidak hanya diartikan memberikan makanan, namun bisa lebih luas lagi, misalnya: memberikan pekerjaan sehingga bisa memenuhi kebutuhannya.

Senin, 16 April 2012

Berlaku telitilah (hati2) dalam mengambil suatu tindakan...


Jangan grusa-grusu dalam mengambil tindakan...
Jangan cepat memvonis kafir orang lain...
Jangan cepat menyalahkan orang lain...
Jangan cepat menzholimi orang lain...

Sesungguhnya seorang mukmin itu:
1. Haram darahnya (tidak boleh dibunuh)
2. Haram kehormatannya (tidak boleh: dihina, difitnah,diolok2,mengumpatnya,menggosibnya,memberikan julukan yg jelek dll)
3. Haram hartanya (tidak boleh: menipu dlm jual beli,kesaksian palsu,merampok,mencuri,mencopetnya dll)

Hal2 diatas adalah hak seorang mukmin yg harus dipenuhi mukmin lainnya, kecuali mukmin tersebut telah melanggar hukum2 Allah...

Senin, 09 April 2012

Neraka Sudah Penuh ...?


Beberapa golongan yg benci Islam sering mempermasalahkan ayat ini:
QS: 50. Qaaf:30

يَوْمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ ٱمْتَلأََتِ وَتَقُولُ هَلْ مِن مَّزِيدٍ

"(Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahannam : "Apakah kamu sudah penuh?" Dia menjawab : "Masih ada tambahan?" "

--
Menurut mereka Allah tidak Maha Tahu, sebab pakai nanya2, apakah sudah penuh ataukah belum...

Senin, 02 April 2012

Jaminan Allah akan AmpunanNya...

Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang bagi hamba2Nya...
Apabila sebelum sakaratul maut menjemput, ia telah bertobat dng sebenar2 tobat...

Yaitu orang-orang yang bertaubat dengan mengadakan perbaikan...
Dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik untuk menghilangkan akibat-akibat yang jelek dari kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan...
Dan berpegang teguh pada agama Allah dengan tulus ikhlas...
Mengerjakan agama karena Allah...
Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman...
Dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar...

Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman... ?
Dan Allah adalah Maha Mensyukuri...
Dengan memberi pahala terhadap amal-amal hamba-hamba-Nya, mema'afkan kesalahannya, menambah nikmat-Nya...
Dan Allah Maha Mengetahui setiap niat dan perbuatan yg dilakukan hamba2Nya...

Senin, 26 Maret 2012

Jangan menghina Nasab dan balaslah salam dng yg lebih baik...


Janganlah menghina nasab >> Termasuk menghina nasab (keturunan) diantaranya: "hai, anak maling", "hai, anak koruptor", "ayahmu kere/miskin", "dasar anak pembantu" dll
Dan Jangan meratapi jenazah >> Meratapi jenazah dng memukul2 kepala, menyobek2 baju, meraung2 menangisi jenazah juga berkata2 yg tidak pantas, seperti "kenapa kamu tinggalkan aku? Tuhan tidak adil". Namun tidaklah mengapa bagi orang yg sedih karena kehilangan orang yg dicintainya, kemudian ia menitikkan air mata (tidak meraung2, hanya diam dan menitikkan air mata atau mengucapkan "Innalillahi Wa inna Ilaihi Roji'uun")...

Terjemahan:
Rasulullah SAW bersabda, "Dua golongan manusia yang dapat menjadi kafir : orang yang menghina nasab dan orang yang meratapi jenazah." (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Muslim (121/17) dari hadits yang bersumber dari Amru bin Ash ra.)

Senin, 19 Maret 2012

Larangan meng-ghibah atau melontarkan ucapan buruk

Terjemahan:
Rasulullah saw. bersabda: apakah kalian tahu apa yang dimaksud dengan ghibah? Para sahabat menjawab: "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui" beliau bersabda: "Engkau menyebutkan sesuatu kejelekan yang ada pada saudaramu" para sahabat berkata:" wahai rasulullah bagaimana jika apa yang dibicarakan tersebut ada padanya? maka rasulullah saw. bersabda: "Apabila apa yang ada padanya sesuai dengan apa yang engkau bicarakan maka engkau telah meng-ghibahnya. Sedangkan apabila apa yang ada padanya tidak sesuai dengan apa yang engkau katakan maka engkau telah berdusta atasnya (memfitnahnya).” (H.R. Muslim/2589, Abu Daud 4874, Tirmidzi 1935)

Senin, 12 Maret 2012

Jangan Lengah... Jangan Berputusasa...


Setiap orang tanpa terkecuali, memiliki peluang yg sama dalam mendekati dan memasuki Surga ataupun Neraka, bagaikan jarak antara telapak kaki dng sandal yg dipakainya...
Tidak peduli apakah dia itu Kyai, Ustadz, Guru, Mahasiswa, Pedagang, Tukang Cuci, Pencuri atau yg lainnya...

Seorang yg merasa "baik" seperti Kyai, haruslah waspada dan jangan sampai lengah...
Jangan sampai lengah dng ibadah yg dikerjakan dng luar biasa, karena sesungguhnya hidup ini tidaklah seperti jalan tol, mulus tanpa rintangan...
Sanggupkah ia tetap mempertahankan keimanan dengan sebenar2 iman sampai sakaratul maut menjemput...?

Seorang yg merasa "buruk", seperti Pembunuh, janganlah berputusasa...
Dengan menganggap dirinya pasti penghuni Neraka...
Bukankah pintu tobat masih terbuka luas, sebelum ajal menjemput...?
Asalkan ia mau bertobat dng sebenar2 tobat sebelum sakaratul maut, ampunan Allah dan SurgaNya telah menunggu...

Senin, 05 Maret 2012

Tujuh hamba Allah yang akan dilindungi Allah...

Tujuh hamba Allah yang akan dilindungi Allah pada hari kiamat nanti, dimana keadaan saat itu sangat sengsara dan menyusahkan, yang tidak ada satupun lindungan atau naungan selain naungan Allah SWT...

Senin, 27 Februari 2012

Jangan memfitnah orang lain...


Barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa (misal: mencuri, mencopet,atau kejahatan2 lainnya, kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah (memfitnahnya), maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata...

Barangsiapa yang mengerjakan dosa (memfitnah orang lain ataupun dosa2 lainnya), maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudharatan) dirinya sendiri...
Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana...

Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, dengan istighfar, memperbaiki diri, meminta maaf kepada orang yg disakiti dan tidak mengulangi perbuatan buruknya...
Maka ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang...

Senin, 20 Februari 2012

KEHARUSAN MENJAGA KEBENARAN DAN KEADILAN

Seorang Muslim yg baik, wajib selalu menjaga kebenaran dan keadilan...
Siapapun dia, hukum harus ditegakkan...
Tidak peduli, apakah dia itu pejabat, orang kaya, orang miskin, muslim ataupun non muslim...

Seorang Muslim, wajib adil dan tidak memihak dalam menetapkan sesuatu hukum...
--------------------------------------------------------

Ayat ini dan beberapa ayat berikutnya diturunkan berhubungan dengan pencurian yang dilakukan Thu'mah dan ia menyembunyikan barang curian itu di rumah seorang Yahudi.
Thu'mah tidak mengakui perbuatannya itu, malah menuduh bahwa yang mencuri barang itu orang Yahudi.
Hal ini dilaporkan oleh kerabat-kerabat Thu'mah kepada Nabi s.a.w. dan mereka meminta agar Nabi membela Thu'mah dan menghukum orang-orang Yahudi.
Kendatipun mereka tahu (kerabat-kerabat Thu'mah) bahwa yang mencuri barang itu ialah Thu'mah.
Nabi sendiri hampir-hampir membenarkan tuduhan Thu'mah dan kerabatnya itu terhadap orang Yahudi.

Sehingga turunlah ayat ini sebagai teguran dan landasan hukum dalam bersikap untuk menegakkan kebenaran dan keadilan...
--------------------------------------------------------

Senin, 13 Februari 2012

Jangan ingkar Sunnah...

Sesungguhnya Al Qur'an itu Kalamullah, dan Al Hikmah adalah Sunnah Nabi SAW...
Tidaklah mungkin seseorang berbuat dan beribadah hanya berdasarkan Al Qur'an, namun juga harus berdasarkan Sunnah Nabi SAW, baik dari perkataan, tindakan(perilaku) ataupun persetujuan Beliau...
Dan hal tersebut hanya bisa didapatkan dari Sunnah Nabi SAW...

Sebagai contoh yg nyata: Perintah sholat ada dalam Al Qur'an, namun cara melakukannya tidak dijelaskan dalam Al Qur'an dan malah dijelaskan dalam Hadits Nabi SAW (yg shohih)...

Barangsiapa yang mentaati Muhammad SAW, maka sesungguhnya ia telah mentaati Allah...
Sesungguhnya segala perkataan, tindakan, perilaku ataupun persetujuan Nabi SAW adalah dari Allah...

Barangsiapa membenci Sunnah Nabi SAW hendaknya memikirkan, kepada siapakah Al Qur'an diturunkan pertama kali melalui Malaikat Jibril a.s.? Dan siapakah yg paling paham dalam memahami kandungan Al Qur'an? Kita ataukah Nabi SAW?
Karena itu janganlah ingkar Sunnah dan jangan sombong dng merasa lebih pandai dari Nabi SAW...

Senin, 06 Februari 2012

Hati2 .... Allah mengampuni semua dosa, kecuali syirik ...

JENIS-JENIS SYIRIK

Syirik, bila ditinjau dari segi pengertiannya, mencakup dua macam:
Pertama, arti umum: yakni menyamakan selain Allah dengan Allah dalam apa-apa yang termasuk (hak-hak) khusus bagi Allah.

Atas dasar makna ini, maka syirik dibagi menjadi tiga jenis:
1. Syirik dalam rububiyah. Maksudnya menyamakan Allah dengan sesuatu yang lain dalam hal rububiyah yang menjadi kekhususan Allah atau menisbatkan salah satu makna rububiyah kepada benda, alat, makhluk  atau seseorang, seperti menciptakan, memberikan rezeki, menghidupkan, mematikan dan lainnya. Jenis ini biasanya disebut tamtsil (penyerupaan) atau ta’thil (peniadaan).

2. Syirik dalam uluhiyah. Maksudnya, menyamakan sesuatu atau seseorang dalam kelayakan disembah dan ditaati yang menjadi kekhususan Allah SWT. Seperti sholat, puasa, nadzar dan menyembelih kurban untuk selain Allah SWT. Jenis ini secara umum disebut syirik.

3. Syirik dalam al-asma’ was sifat (nama-nama dan sifat-sifat) Allah. Maksudnya, menyamakan sesuatu atau seseorang dengan Allah dalam nama dan sifat yang menjadi kekhususan Allah. Jenis ini biasanya juga disebut tamtsil (penyerupaan). Seperti: menyamakan sifat-sifat dzatiyah Allah (wajah, tangan, mendengar, melihat dan lainnya) serupa dengan sifat makhluk, atau memberikan sifat-sifat yang khusus bagi Allah untuk makhluk, seperti sifat mengetahui yang ghaib, mengetahui segala sesuatu, hadir dan melihat di setiap tempat.


Senin, 30 Januari 2012

Tentang Takwa dan Infaq



يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

"Wahai orang-orang yg beriman, Bertakwalah kalian kepada Allah dng sebenar-benar takwa kepadaNya dan janganlah kamu mati kecuali dlm kedaan Muslim". (QS Ali Imran 102)

Penjelasan Ali Imran 102:
Diriwayatkan dari Ibnu Abi Hatim dari Sa'id ibnu Jubair bahwasanya ketika turun ayat ke 102 pd surah Ali Imran ("Bertakwalah kalian kepada Allah dng sebenar-benar takwa kepadaNya"), segolongan kaum muslimin merasa berat untuk melaksanakan takwa yg sebenarnya itu. Kemudian turunlah ayat 16 pd surah At Tagabun, yg menjelaskan bahwa bertakwa adalah semampu seseorang unt melaksanakannya.


فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنْفِقُوا خَيْراً لِأَنْفُسِكُمْ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ * إِنْ تُقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعِفْهُ لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ

"Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah, dan infakkanlah harta yg baik untuk dirimu. Dan barangsiapa dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yg beruntung"
"Jika kamu meminjamkan kepada Allah dng pinjaman yg baik, niscaya Dia melipatgandakan (balasan) untukmu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Penyantun" (QS. At Tagabun 16-17)

Penjelasan Surah At Tagabun 16-17:
Bertakwa adalah semampu seseorang unt melaksanakannya. Namun semakin tinggi takwa seseorang semakin beruntunglah ia, dimana semua tindak-tanduknya didunia selalu diridloiNya. Selalu ditolong Allah apapun kesulitannya, dan selalu mendapatkan ampunan dan rahmatNya.

Senin, 23 Januari 2012

Tentang Istri ...


ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلاً لِلَّذِينَ كَفَرُوا اِمْرَأَةَ نُوحٍ وَامْرَأَةَ لُوطٍ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللَّهِ شَيْئاً وَقِيلَ ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدَّاخِلِينَ * وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلاً لِلَّذِينَ آَمَنُوا اِمْرَأَةَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتاً فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

"Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir isteri Nuh dan isteri Luth. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): "Masuklah ke dalam neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)", (nabi-nabi sekalipun tidak dapat membela isteri-isterinya atas azab Allah apabila mereka menentang agama).

"Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, isteri Fir'aun, ketika ia berkata: "Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim (sebaliknya sekalipun isteri seorang kafir apabila menganut ajaran Allah, ia akan dimasukkan Allah ke dalam jannah)" (QS At Tahrim 10-11).

Senin, 16 Januari 2012

Kewajiban mencari ilmu dan mengamalkannya ...


Belajar ilmu Agama adalah wajib bagi setiap Muslim/Muslimat ...
Mengamalkannya juga wajib ...
Ilmu agama merupakan cahaya yg menerangi di dunia ini ...
Yang dapat membedakan yg baik dan yg buruk ...
Untuk mencapai Ridlo, ampunan dan RahmatNya ...

Namun, menyebarkan ilmu agama juga wajib ...
Banyak keutamaan bagi hambaNya yg mau menyebarkan ilmu Agama ...
Barangsiapa menutupi ilmu (agama) dan tidak menyebarkannya, maka pd hari kiamat nanti akan dicambuk dng cambuk api dihari kiamat ...

Apakah hanya demikian hukum belajar dan mengajarkan ilmu Agama ?
Ternyata tidak !!!  Hadits berikut ini bisa dijadikan renungan ...

Senin, 09 Januari 2012

ilmu


Ternyata,ilmu (semua) yg diamalkan dan diajarkan tidak membuat kita tambah bodoh (kehilangan ilmu) namun malah semakin membuat kita faham dan bertambah ilmu ...

Semua ibadah yg dilakukan dengan sembunyi tanpa diketahui orang lain lebih utama, karena terbebas dari Riya' kecuali ibadah yg wajib, karena ibadah yg wajib dilakukan dng berjamaah dan disaksikan orang lain ...

Senin, 02 Januari 2012

Perhatikanlah Alam Semesta ini ...


Dalam QS. Al-Mulk 3-4:

الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَوَاتٍ طِبَاقاً مَا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِنْ تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِنْ فُطُورٍ * ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئاً وَهُوَ حَسِيرٌ

"(Allah) Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu (manusia dan jin) sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? "

"Kemudian pandanglah sekali lagi, niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat (pada ciptaan Allah) dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah (karena berulang-ulang meneliti dan memikirkan Alam Semesta ciptaan Allah, dan tidak menemukan cacat sedikitpun)." (QS. Al-Mulk 3-4)

Senin, 26 Desember 2011

keindahan infak...


Keindahan dari permasalahan yg dihadapi, adalah dng bertawakkal kepada Allah, dimana dng bertawakkal, Allah akan memberikan kemudahan dan penyelesaian yg terbaik ...

Keindahan dari harta yg dimiliki, adalah dng menginfakkan sebagian harta tsb ...

Keindahan dalam menginfakkan harta, adalah menginfakkan dng sembunyi2, hingga tidak ada orang lain yg tahu, kecuali hanya Allah Yang Memberikan harta itu yg Mengetahui ...