Sabtu, 12 November 2016

Siapakah yang Benar-Benar Beriman, dengan Keimanan yang Sempurna?

Bab. Rukun Iman

Rukun Iman ada 4 terdapat pada:

Surat Al-Baqarah Ayat 285

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

285. Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali".

Yaitu Semuanya beriman kepada:
1. Allah,
2. Malaikat-malaikat-Nya,
3. Kitab-kitab-Nya
4. Dan rasul-rasul-Nya


Rukun Iman ada 5 terdapat pada:
Surat Al-Baqarah Ayat 177

۞ لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

177. Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

Yaitu sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman
1. Kepada Allah,
2. Hari kemudian,
3. Malaikat-malaikat,
4. Kitab-kitab,
5. Nabi-nabi

Rukun Iman ada 6 terdapat pada:
Hadits Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu,

وَقاَلَ : يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنِ الإِسْلاَمِ ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الإِسْلَامُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ، وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ ، وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ ، وَتَحُجَّ البَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً .

Selanjutnya ia berkata, “Hai Muhammad, beritahukan kepadaku tentang Islam.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Islam itu engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah, engkau mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan dan mengerjakan ibadah haji ke Baitullah jika engkau mampu melakukannya.”

قَالَ : صَدَقْتَ فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ قَالَ : فَأَخْبِرْنِي عَنِ الإِيْمَانِ قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

Orang itu berkata, “Engkau benar.” Kami pun heran, ia bertanya lalu membenarkannya. Orang itu berkata lagi, “Beritahukan kepadaku tentang Iman.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Engkau beriman kepada Allah, kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, kepada para rasul-Nya, kepada hari Kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk.” Orang tadi berkata, “Engkau benar.” (HR. Muslim, no. 8)

Rukun Islam ada 5:
1. Bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah,
2. Mendirikan shalat (bukan sekedar mengerjakan sholat), Baca juga: https://tausyiahaditya.blogspot.com/2014/12/sholat-dapat-mencegah-kemungkaran.html
3. Mengeluarkan zakat,
4. Berpuasa pada bulan Ramadhan
5. Dan mengerjakan ibadah haji ke Baitullah jika engkau mampu melakukannya.

Rukun Iman ada 6:
1. Beriman kepada Allah,
2. Kepada para Malaikat-Nya,
3. Kitab-kitab-Nya,
4. Kepada para rasul-Nya,
5. Kepada hari Kiamat
6. Dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk.

Mengapa berbeda?
Sebenarnya sama saja. Nabi SAW itu menjelaskan makna yang dikandung dalam Al Quran. Sehingga ketika Al Quran menyebut 4 atau 5 rukun iman, pasti didalamnya terdapat "beriman kepada Nabi2-Nya atau Rasul2Nya".
Dan ternyata Nabi SAW menjelaskan supaya beriman juga kepada Takdir Allah (HR. Muslim, no. 8).
Bukankah beriman kepada Nabi-Nya itu berarti beriman kepada apapun juga yang diucapkan atau yang dijelaskannya?
Sehingga penjelasan dari tafsir Alquran, rukun iman itu ada 6, sesuai dengan penjelasan dari Nabi SAW.

Bab. Keimanan yang Sempurna

QS.Al-Anfal Ayat 2

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.

Keterangan:
Sesungguhnya hati orang-orang yang benar-benar beriman (dengan Keimanan yang Sempurna) selalu dipenuhi rasa takut dan tunduk kepada Allah. Apabila disebut asma Allah hati mereka bergetar dan diliputi rasa takut (haybah).
Semakin mereka mendengar ayat-ayat al-Qur'ân dibacakan, semakin kokoh keimanan mereka dan semakin mendalam rasa tunduk serta semakin bertambah pengetahuan mereka pada Allah. Mereka tidak dapat melihat DzatNya, namun mereka mengenali Tuhan mereka, sehingga mereka tidak menyandarkan diri kepada makhluq. Mereka menyandarkan diri hanya kepada Allah, yang menciptakan, melindungi, dan memelihara mereka. Mereka senantiasa rindu untuk segera berjumpa denganNya, hingga Allah sendiri yang memperkenankan saat-saat perjumpaan itu.
Hanya kepada Allah-lah mereka menyandarkan diri mereka, menyandarkan segala urusan, masa depan mereka hingga mereka merasa sangat takut kalau Allah meninggalkan mereka walau hanya sekejap.
Padahal Allah tidak akan meninggalkan mereka walau hanya sekejap, itu sudah jaminan dari-Nya bagi hamba-hambaNya yang bertaqwa.

Berikut ini perkataan Nabi Ibrâhim Alaihissallam kepada kaumnya,

قَالَ أَفَرَأَيْتُمْ مَا كُنْتُمْ تَعْبُدُونَ أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمُ الْأَقْدَمُونَ فَإِنَّهُمْ عَدُوٌّ لِي إِلَّا رَبَّ الْعَالَمِينَ الَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهْدِينِ وَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ وَالَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحْيِين ِوَالَّذِي أَطْمَعُ أَنْ يَغْفِرَ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ

Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah kamu memperhatikan apa yang kamu sembah, kamu dan nenek moyang kamu yang terdahulu? Sesungguhnya mereka (apa yang kamu sembah) itu musuhku, lain halnya rabb seluruh alam, (yaitu) yang telah menciptakan aku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku, dan yang memberi makan dan minum kepadaku; dan apabila aku sakit, Dia-lah yang menyembuhkan aku, dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali) dan yang sangat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari Kiamat.” [asy-Syu’ara'/26:75-82]

Sungguh suatu contoh nyata dari perkataan seorang hamba Allah yang paling bertaqwa kepada kaumnya, dengan cara sindiran dan menggunakan perkataan yang halus dan sangat dalam maknanya. Mengingatkan keburukan perbuatan kaumnya dan menjelaskan tentang Tuhan yang sebenarnya, yakni Tuhan yang memberi petunjuk kepadanya, yang memberi makan dan minum, yang menyembuhkannya ketika beliau sakit, dan Yang akan mematikannya, kemudian Dia-lah yang menghidupkannya kembali. Sungguh luar biasa perkataan hamba Allah yang paling bertaqwa tersebut, hingga sangat berharap akan ampunan dosa-dosa pada hari Kiamat, padahal sebagai Nabi dan Rasul sudah dapat dipastikan dosa-dosa beliau bakal diampuni oleh Allah.


QS.Al-Anfal Ayat 3

الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.

Keterangan:
Sesungguhnya orang-orang yang benar-benar beriman adalah mereka yang mendirikan salat fardlu berjamaah berikut rukun-rukunnya secara sempurna dengan penuh rasa khusyuk dan ketertundukan diri agar mereka selalu dalam keterkaitan dengan Tuhan, menginfakkan sejumlah harta yang diberikan Allah Swt. kepada mereka untuk kepentingan jihad, kebaikan-kebaikan sosial dan bagi kepentingan kaum lemah. Mereka tidak suka menahan harta mereka, karena mereka sadar, ada hak hamba-hamba Allah yang lain pada harta mereka. Hati mereka lembut, dan suka kelembutan karena hati mereka diliputi Rahmat dari Allah, namun hati mereka tegas apabila agama mereka dilecehkan.
Mereka sangat menjaga sholatnya dengan berjamaah, dan mereka juga suka menafkahkan hartanya dijalan-Nya. Mereka melakukan itu karena kerinduan mereka untuk bertemu dengan Allah, kerinduan yang semakin bertambah-tambah ...

Selain itu sesuai dengan Surat Al-Baqarah Ayat 177:
Mereka yang benar keimannya dan yang bertakwa adalah orang yang beriman kepada rukun iman yang 6 dan juga:
1. Memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya,
2. Mendirikan shalat,
3. Dan menunaikan zakat;
4. Dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji,
5. Dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan.

Seorang yang Benar-benar Beriman, Apabila Melakukan Kebaikan, Hanya Untuk Allah (Akhirat)
Dari Anas r.a. dari Rasulullah s.a.w., sabdanya: "Sesungguhnya orang kafir itu apabila melakukan sesuatu amal kebaikan, maka dengannya itu ditujukan untuk didapatkannya sesuatu makanan di dunia (yakni tujuannya semata untuk memperoleh rezeki di dunia saja), sedangkan orang mu'min, maka sesungguhnya Allah Ta'ala memberikan simpanan untuknya berupa beberapa kebajikan di akhirat dan diikutkan pula dengan memperoleh rezeki di dunia dengan sebab ketaatannya."
Dalam riwayat lain disebutkan:
"Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang mu'min akan kebaikannya, dengannya itu akan diberikan rezeki di dunia dan dengannya pula akan diberi balasan baik di akhirat. Adapun orang kafir, maka ia akan diberi makan (yakni rezeki) dengan kebaikan-kebaikan yang merupakan hasil amalannya karena Allah Ta'ala di dunia, sehingga apabila ia telah (yakni memasuki) ke akhirat, maka sama sekali tidak ada lagi kebaikan baginya yang dapat diberikan balasannya."
(Riwayat Muslim)

Ingatlah, Seorang Mukmin Sejati Malah Takut Kalau Mendapatkan Kenikmatan Dunia Yang Banyak!
Dari Ibrahim bin Abdur Rahman bin 'Auf, bahwasanya Abdur Rahman bin 'Auf r.a. diberi hidangan makanan, sedangkan waktu itu ia berpuasa, lalu ia berkata: "Mus'ab bin Umair itu terbunuh (fi-sabilillah). Ia adalah seorang yang lebih baik daripada-ku, tetapi tidak ada yang digunakan untuk mengafaninya (mem-bungkus janazahnya) kecuali selembar burdah. Jikalau kepalanya ditutup, maka tampaklah kedua kakinya dan jikalau kedua kakinya ditutup, maka tampaklah kepalanya. Selanjutnya untuk kita sekarang ini dunia telah dibeberkan seluas-luasnya (mendapatkan banyak rezeki). Atau ia berkata: "Kita telah dikaruniai rezeki dunia sebagaimana yang kita terima ini (amat banyak sekali). Kita benar-benar takut kalau-kalau kebaikan-kebaikan kita ini didahulukan untuk kita sekarang (sejak kita di dunia ini, sedang di akhirat tidak dapat bagian apa-apa)." Selanjutnya ia lalu menangis dan makanan itu ditinggalkan. (Riwayat Bukhari)


QS.Al-Anfal Ayat 4

أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَهُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia.

Keterangan:
Mereka yang memiliki sifat-sifat seperti tersebut di atas itulah orang yang benar-benar beriman. Mereka akan mendapatkan derajat yang tinggi di sisi Allah. Dia memberikan perkenan-Nya kepada mereka (ridlo), mengampuni kesalahan, memberi rezeki yang baik kepada mereka di dunia dan kehidupan yang membahagiakan di akhirat. Mereka gembira dan bersyukur akan karunia Allah yang mereka dapatkan ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar