Senin, 07 November 2016

Berhati-hatilah, Seringkali Ujian dari Allah itu Berupa Kemudahan dalam Mendapatkan Kekayaan dan Gemerlapnya Dunia

QS.5. Al Maa'idah:

يَـٰۤأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَيَبْلُوَنَّكُمُ ٱللَّهُ بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلصَّيْدِ تَنَالُهُ أَيْدِيكُمْ وَرِمَـٰحُكُمْ لِيَعْلَمَ ٱللَّهُ مَن يَخَافُهُ بِٱلْغَيْبِ فَمَنِ ٱعْتَدَىٰ بَعْدَ ذٰلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ

94. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan sesuatu dari binatang buruan yang mudah didapat oleh tangan dan tombakmu[Allah menguji kaum muslimin yang sedang mengerjakan ihram dengan melepaskan binatang-binatang buruan, hingga mudah ditangkap] supaya Allah mengetahui orang yang takut kepada-Nya, biarpun ia tidak dapat melihat-Nya. Barang siapa yang melanggar batas sesudah itu, maka baginya azab yang pedih. 

Muqatil ibnu Hayyan mengatakan bahwa ayat ini diturunkan dalam peristiwa umrah Hudaibiyyah. Tersebutlah bahwa saat itu binatang liar, burung-burung, dan binatang buruan lainnya banyak mereka dapati dalam perjalanan mereka; hal seperti itu belum pernah mereka lihat sebelumnya.
Allah Swt. menguji mereka dengan binatang buruan yang mengelilingi mereka dalam perjalanannya, mereka dapat saja dengan mudah menangkap binatang-binatang buruan itu dengan tangan dan tombak mereka secara sembunyi-sembunyi ataupun dengan terang-terangan.
Dimaksudkan agar tampak siapa yang taat kepada Allah di antara mereka dalam kesendiriannya atau dalam terang-terangannya. Lalu Allah melarang mereka membunuh binatang-binatang buruan, sedang mereka dalam keadaan ihram.


Demikianlah Allah menguji hamba-hambaNya. Seringkali hamba2Nya itu diuji dengan kenikmatan dan segala kemudahan dunia. Waktu yang seharusnya digunakan untuk ibadah, malah dibukakan pintu rejeki dunia selebar-lebarnya dan semudah-mudahnya. Hingga akhirnya, ada diantara hamba-hamba-Nya yang tergoda, meninggalkan ibadah dan lebih memilih mencari harta dunia yang lagi mudah-mudahnya didapat.
Padahal, pada saat selain waktu ibadah, harta dunia terkesan sulit didapat. Saat kita semangat mencari rejeki, malah rejeki terkesan seret. Namun saat ibadah, malah mudah didapat.
Itulah pilihan, pilihan kita untuk taat kepada Allah ataukah tidak. Apakah kita lebih takut kepada Allah, dan memilih beribadah kepada-Nya ataukah malah berharap kekayaan dunia dengan meninggalkan-Nya.
Kita semua tidak dapat melihat-Nya, namun itulah ujian bagi kita. Karena barang siapa yang melanggar batas, dengan melanggar hukum-hukum-Nya, maka baginya azab yang pedih. 
Ingatlah, dunia ini tempat ujian, hanya hamba-hambaNya yang bertaqwa dan berserah-diri hanya kepada Allah yang akan selamat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar