Senin, 18 Agustus 2014

Allah menjadikan Rahmat Seratus bagian

Sesungguhnya Allah menjadikan Rahmat Seratus bagian ...
Rahmat-Nya yang satu bagian, diturunkan ke bumi ...
Dari yang satu bagian inilah seluruh makhluk berkasih sayang sesamanya, sehingga seekor kuda mengangkat kakinya karena takut anaknya akan terinjak olehnya ...
Seekor harimau tidak akan memangsa anaknya, karena rasa kasih-sayang dan Rahmat-Nya yang satu bagian itu ...
Sesungguhnya para Nabi banyak sekali yang disakiti, namun dengan Rahmat-Nya lah mereka bersabar ...


Sekiranya orang-orang kafir mengetahui setiap rahmat (kasih sayang) yang ada di sisi Allah, niscaya mereka tidak akan berputus asa untuk memperoleh surga ...
Dan sekiranya orang-orang mukmin mengetahui setiap siksa yang ada di sisi Allah, maka ia tidak akan merasa aman dari neraka ...

Semua makhluq ciptaanNya pasti mendapatkan Rahmat-Nya ...
Namun, semua "barang" ciptaan Manusia, tidak satupun yang mendapat Rahmat-Nya ...
Sebuah robot tidak akan mengangkat kakinya -- karena ia tidak ada rasa kasih-sayang --, sehingga ia tidak takut pembuatnya akan terinjak olehnya ...
Dng kecerdasan buatan, atau dng kata lain, robot itu harus diprogram terlebih dahulu, supaya menahan kaki robot itu untuk tidak menginjak kaki manusia ...
Manusia tidak akan dapat menciptakan Rahmat, juga tidak dapat menciptakan kasih-sayang, yang dapat manusia lakukan hanyalah menjadikan/membuat sesuatu dari logika otaknya saja ...
Logika yg hanya berdasarkan rule² atau aturan² yang manusia tetapkan sendiri ...
Sehingga jelas berbeda, makhluq-Nya (misalnya:manusia) memiliki otak sebagai sarana berfikir dan hati sebagai sarana rahmat dan kasih-sayang-Nya, yang menjadikan makhluq-Nya itu khalifah atau pemimpin dimuka bumi ini ...
Sedangkan Robot hanya memiliki "otak" yang hanya dapat mengambil keputusan berdasarkan logika dan aturan² yang telah diprogram, sehingga, tidaklah pantas, Robot menjadi pemimpin manusia, apalagi dijadikan acuan bagi manusia ...

QS.1. Al Faatihah:

بِسْمِ اللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 

Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada semua makhluk-Nya tanpa terkecuali, sedang ar Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya hanya kepada makhluk-Nya yang beriman kepada-Nya.

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman Al Hakam bin Nafi' Al Bahrani telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri telah mengabarkan kepada kami Sa'id bin Al Musayyib bahwa Abu Hurairah berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah menjadikan rahmat (kasih sayang) seratus bagian, maka dipeganglah disisi-Nya sembilan puluh sembilan bagian dan diturunkan-Nya satu bagian ke bumi. Dari yang satu bagian inilah seluruh makhluk berkasih sayang sesamanya, sehingga seekor kuda mengangkat kakinya karena takut anaknya akan terinjak olehnya." (No. Hadist: 5541 dari KITAB SHAHIH BUKHARI)

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Abdurrahman dari 'Amru bin Abu 'Amru dari Sa'id bin Abu Sa'id Al Maqburi dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dia berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah menjadikan rahmat (kasih sayang) seratus bagian, maka dipeganglah di sisi-Nya sembilan puluh sembilan bagian dan diturunkannya satu bagian untuk seluruh makhluk-Nya, sekiranya orang-orang kafir mengetahui setiap rahmat (kasih sayang) yang ada di sisi Allah, niscaya mereka tidak akan berputus asa untuk memperoleh surga, dan sekiranya orang-orang mukmin mengetahui setiap siksa yang ada di sisi Allah, maka ia tidak akan merasa aman dari neraka."(No. Hadist: 5988 dari KITAB SHAHIH BUKHARI)

Telah menceritakan kepada kami Qabishah Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Al A'masy dari Abu Wail dari Abdullah katanya, ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membagi-bagi rampasan Hunain, ada seorang anshar mengomentari kebijakan Nabi; "Ini adalah pembagian yang tidak diniati mencari wajah Allah." Maka kudatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan kusampaikan kepada beliau, "Kritikan" ini. Serta merta wajah beliau berubah kemudian beliau bersabda: "Kiranya rahmat Allah selalu tercurah kepada Musa yang ia disakiti lebih banyak daripada ini, namun ia lantas bersabar."(No. Hadist: 3990 dari KITAB SHAHIH BUKHARI)  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar