Senin, 18 Agustus 2014

Allah menjadikan Rahmat Seratus bagian

Sesungguhnya Allah menjadikan Rahmat Seratus bagian ...
Rahmat-Nya yang satu bagian, diturunkan ke bumi ...
Dari yang satu bagian inilah seluruh makhluk berkasih sayang sesamanya, sehingga seekor kuda mengangkat kakinya karena takut anaknya akan terinjak olehnya ...
Seekor harimau tidak akan memangsa anaknya, karena rasa kasih-sayang dan Rahmat-Nya yang satu bagian itu ...
Sesungguhnya para Nabi banyak sekali yang disakiti, namun dengan Rahmat-Nya lah mereka bersabar ...

Sekiranya orang-orang kafir mengetahui setiap rahmat (kasih sayang) yang ada di sisi Allah, niscaya mereka tidak akan berputus asa untuk memperoleh surga ...
Dan sekiranya orang-orang mukmin mengetahui setiap siksa yang ada di sisi Allah, maka ia tidak akan merasa aman dari neraka ...

Semua makhluq ciptaanNya pasti mendapatkan Rahmat-Nya ...
Namun, semua "barang" ciptaan Manusia, tidak satupun yang mendapat Rahmat-Nya ...
Sebuah robot tidak akan mengangkat kakinya -- karena ia tidak ada rasa kasih-sayang --, sehingga ia tidak takut pembuatnya akan terinjak olehnya ...
Dng kecerdasan buatan, atau dng kata lain, robot itu harus diprogram terlebih dahulu, supaya menahan kaki robot itu untuk tidak menginjak kaki manusia ...
Manusia tidak akan dapat menciptakan Rahmat, juga tidak dapat menciptakan kasih-sayang, yang dapat manusia lakukan hanyalah menjadikan/membuat sesuatu dari logika otaknya saja ...
Logika yg hanya berdasarkan rule² atau aturan² yang manusia tetapkan sendiri ...
Sehingga jelas berbeda, makhluq-Nya (misalnya:manusia) memiliki otak sebagai sarana berfikir dan hati sebagai sarana rahmat dan kasih-sayang-Nya, yang menjadikan makhluq-Nya itu khalifah atau pemimpin dimuka bumi ini ...
Sedangkan Robot hanya memiliki "otak" yang hanya dapat mengambil keputusan berdasarkan logika dan aturan² yang telah diprogram, sehingga, tidaklah pantas, Robot menjadi pemimpin manusia, apalagi dijadikan acuan bagi manusia ...

QS.1. Al Faatihah:

بِسْمِ اللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 

Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada semua makhluk-Nya tanpa terkecuali, sedang ar Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya hanya kepada makhluk-Nya yang beriman kepada-Nya.

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman Al Hakam bin Nafi' Al Bahrani telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri telah mengabarkan kepada kami Sa'id bin Al Musayyib bahwa Abu Hurairah berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah menjadikan rahmat (kasih sayang) seratus bagian, maka dipeganglah disisi-Nya sembilan puluh sembilan bagian dan diturunkan-Nya satu bagian ke bumi. Dari yang satu bagian inilah seluruh makhluk berkasih sayang sesamanya, sehingga seekor kuda mengangkat kakinya karena takut anaknya akan terinjak olehnya." (No. Hadist: 5541 dari KITAB SHAHIH BUKHARI)

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Abdurrahman dari 'Amru bin Abu 'Amru dari Sa'id bin Abu Sa'id Al Maqburi dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dia berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah menjadikan rahmat (kasih sayang) seratus bagian, maka dipeganglah di sisi-Nya sembilan puluh sembilan bagian dan diturunkannya satu bagian untuk seluruh makhluk-Nya, sekiranya orang-orang kafir mengetahui setiap rahmat (kasih sayang) yang ada di sisi Allah, niscaya mereka tidak akan berputus asa untuk memperoleh surga, dan sekiranya orang-orang mukmin mengetahui setiap siksa yang ada di sisi Allah, maka ia tidak akan merasa aman dari neraka."(No. Hadist: 5988 dari KITAB SHAHIH BUKHARI)

Telah menceritakan kepada kami Qabishah Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Al A'masy dari Abu Wail dari Abdullah katanya, ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membagi-bagi rampasan Hunain, ada seorang anshar mengomentari kebijakan Nabi; "Ini adalah pembagian yang tidak diniati mencari wajah Allah." Maka kudatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan kusampaikan kepada beliau, "Kritikan" ini. Serta merta wajah beliau berubah kemudian beliau bersabda: "Kiranya rahmat Allah selalu tercurah kepada Musa yang ia disakiti lebih banyak daripada ini, namun ia lantas bersabar."(No. Hadist: 3990 dari KITAB SHAHIH BUKHARI)  

Senin, 11 Agustus 2014

Pertengkaran antara Manusia dan Syaitan di Akhir Jaman hingga Seterusnya

-------------------------------------
SETAN MENGAJUKAN PENSIUN

>=) setan : Ya Tuhan saya mau mengajukan permintaan Pensiun dini saja.
Tuhan:  Kenapa kamu minta pensiun dini padahal kamu yg minta utk selalu menggoda manusia?
>=) setan: Amit-amit skrg kelakuan manusia kaya udah melebihi setan, hamba kuatir justru hamba yg tergoda oleh manusia./:) :x  Makanya hamba minta pensiun dini saja.

SETAN MINTA PENSIUN DINI DGN ALASAN :
>=) Manusia BERZINAH, yg enak dia, yg di salahkan setan >:O 
>=) Manusia KORUPSI, dia yg menikmati, katanya digoda setan >:O 
>=) Manusia SELINGKUH, dia keenakan, katanya dipengaruhi setan >:O 
>=) Manusia ke Diskotik & Karaoke disana ber nyanyi²  & senggol sana sini, katanya disuruh setan >:O 
>=) Manusia yg berjudi karna ajakan setan padahal hamba gak bisa gunakan uang >:O  
>=) Manusia berbohong karna pengaruh setan, padahal untung ruginya gak ada buat setan >:O          
>=) Manusia makan siang hari di bulan ramadhan katanya Setan, padahal temen²  setan lagi dipenjara >:O 

» Pokoknya hamba mau pensiun saja..!
manusia kebangetannya bener² deh.....
------>>>
Demikianlah joke mengenai setan yg mengajukan permintaan Pensiun dini. Cerita diatas diambil dari internet, yg memang bukan kisah nyata, hanya candaan yg dipublish saja (secara pribadi, saya sendiri tidak suka candaan seperti ini, namun karena ingin dikoreksi dan dibandingkan maka saya tampilkan disini. Mohon maaf jika tidak berkenan)
-------------------------------------

Bab:Sesungguhnya Setan2 Telah Menyesatkan Manusia dan Manusia Telah Mendapatkan Kenikmatan dari Kesesatannya itu
QS.6. Al An'aam:

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا يَـٰمَعْشَرَ ٱلْجِنِّ قَدِ ٱسْتَكْثَرْتُم مِّنَ ٱلإِنْسِ وَقَالَ أَوْلِيَآؤُهُم مِّنَ ٱلإِنْسِ رَبَّنَا ٱسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَآ أَجَلَنَا ٱلَّذِىۤ أَجَّلْتَ لَنَا قَالَ ٱلنَّارُ مَثْوَاكُمْ خَـٰلِدِينَ فِيهَآ إِلاَّ مَا شَآءَ ٱللَّهُ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ

128. Dan (ingatlah) hari diwaktu Allah menghimpunkan mereka semuanya (dan Allah berfirman): "Hai golongan jin, sesungguhnya kamu telah banyak menyesatkan manusia", lalu berkatalah kawan-kawan meraka dari golongan manusia: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain)[syaitan telah berhasil memperdayakan manusia sampai manusia mengikuti perintah-perintah dan petunjuk-petunjuknya, dan manusiapun telah mendapat hasil kelezatan-kelezatan duniawi karena mengikuti bujukan-bujukan syaitan itu] dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami." Allah berfirman: "Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)." Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. 

Bab:Syetan Menolak dituduh Menyesatkan, namun Manusia Sendirilah yang Memang Sesat
QS.50. Qaaf:

قَالَ قرِينُهُ رَبَّنَا مَآ أَطْغَيْتُهُ وَلَـٰكِن كَانَ فِى ضَلَـٰلٍ بَعِيدٍ

27. Yang menyertai dia[syaitan yang menyesatkan ketika di dunia] berkata (pula): "Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh." 

Bab:Sesungguhnya Tidak Hanya Syetan yg Menyesatkan Orang2 Mukmin
QS.41. Fushshilat:

وَقَال الَّذِينَ كَفَرُواْ رَبَّنَآ أَرِنَا ٱلذَيْنِ أَضَلاّنَا مِنَ ٱلْجِنِّ وَٱلإِنسِ نَجْعَلْهُمَا تَحْتَ أَقْدَامِنَا لِيَكُونَا مِنَ ٱلأَْسْفَلِينَ

29. Dan orang-orang kafir berkata: "Ya Rabb kami perlihatkanlah kepada kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami (yaitu) sebagian dari jin dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina." 

QS.3. Ali 'Imran:

وَدَّت طَّآئِفَةٌ مِّنْ أَهْلِ ٱلْكِتَـٰبِ لَوْ يُضِلُّونَكُمْ وَمَا يُضِلُّونَ إِلاَ أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

69. Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.

QS.31. Luqman:

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَشْتَرِى لَهْوَ ٱلْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُواً أُوْلَـٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ

6. Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. 

QS.7. Al A'raaf:

وَإِخْوَٰنُهُمْ يَمُدُّونَهُمْ فِى ٱلْغَىِّ ثُمَّ لاَ يُقْصِرُونَ

202. Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu syaitan-syaitan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan). 

QS.22. Al Hajj:

ومِنَ ٱلنَّاسِ مَن يُجَـٰدِلُ فِى ٱللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلاَ هُدًى وَلاَ كِتَـٰبٍ مُّنِيرٍ

8. Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya[yang menjelaskan antara yang hak dan yang batil], 

Bab:Sesungguhnya Allah Telah Menurunkan Petunjuk, Sehingga Manusialah sendiri yg Memilih Sesat dan Mengabaikan Petunjuk Allah 
QS.9. At Taubah:

وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُضِلَّ قَوْماً بَعْدَ إِذْ هَدَاهُمْ حَتَّىٰ يُبَيِّنَ لَهُم مَّا يَتَّقُونَ إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

115. Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan[bahwa orang itu sesat berhubung keingkarannya dan tidak mau memahami petunjuk-petunjuk Allah] suatu kaum, sesudah Allah memberi petunjuk kepada mereka sehingga dijelaskan-Nya kepada mereka apa yang harus mereka jauhi[seseorang hamba tidak akan diazab oleh Allah semata-mata karena kesesatannya, kecuali jika hamba itu melanggar perintah-perintah yang sudah dijelaskan]. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. 

QS.31. Luqman:

تِلْكَ ءاَيَـٰتُ ٱلْكِتَـٰبِ ٱلْحَكِيمِ

2. Inilah ayat-ayat Al Quran yang mengandung hikmat, 

هُدًى وَرَحْمَةً لِّلْمُحْسِنِينَ

3. menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan, 

ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُمْ بِٱلأَْخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

4. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat. 

أُوْلَـٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ وَأُوْلَـٰئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

5. Mereka itulah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Bab:Larangan Mengikuti Langkah2 Syetan, karena Syetan itu Menyesatkan Manusia
QS.36. Yaasiin:

وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلاًّ كَثِيراً أَفَلَمْ تَكُونُواْ تَعْقِلُونَ

62. Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar diantaramu, Maka apakah kamu tidak memikirkan?. 

QS.24. An Nuur:

يٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَـٰنِ وَمَن يَتَّبِعْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَـٰنِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنْكَرِ وَلَوْلاَ فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَى مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ أَبَداً وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ يُزَكِّى مَن يَشَآءُ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

21. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. 

Senin, 04 Agustus 2014

Pakaian apa yang dipakai dalam Sholat ?

QS.7. Al A'raaf:

يَـٰبَنِىۤ آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَٰرِى سَوْءَٰتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ ٱلتَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ذَٰلِكَ مِنْ ءَايَـٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

26. "Hai anak Adam[umat manusia], sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa[selalu bertakwa kepada Allah] itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat."


Bolehnya memakai baju apapun ketika sholat, namun yang terpenting adalah auratnya tertutup ...
Silahkan membaca juga: http://tausyiahaditya.blogspot.com/2012/06/pakaian-takwa-adalah-pakaian-yang.html

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Ayyub dari Muhammad dari Abu Hurairah berkata, "Seorang laki-laki datang dan bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang shalat dengan menggunakan satu lembar baju. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun bersabda: "Apakah setiap kalian memiliki dua helai baju?" Kemudian ada seseorang bertanya kepada 'Umar, lalu ia menjawab, "Jika Allah memberi kelapangan (kemudahan), maka pergunakanlah." Bila seseorang memiliki banyak pakaian, maka dia shalat dengan pakaiannya itu. Ada yang shalat dengan memakai kain dan rida (selendang besar), ada yang memakai kain dan gamis (baju panjang sampai kaki), ada yang memakai kain dan baju, ada yang memakai celana panjang dan rida', ada yang memakai celana panjang dan gamis, ada yang memakai celana panjang dan baju, ada yang memakai celana pendek dan rida', ada yang memakai celana pendek dan gamis." Abu Hurairah berkata, "Menurutku 'Umar mengatakan, "Dan ada yang memakai celana pendek dan rida'." (No. Hadist: 352 dari KITAB SHAHIH BUKHARI)

Hati² dengan cipratan air ketika buang air kecil atau buang air besar yg mengenai pakaian yang dipakai ...
Terutama cipratan ketika buang air kecil yang seringkali tidak terlihat percikan yang mengenai pakaian yang dipakai ...
Juga cipratan ketika sedang bersuci yang kadangkala mengenai pakaian ...
Berhatilah², jangan sampai pakaian yang kita pakai terkena cipratan najis walaupun hanya sedikit ...

Hadis riwayat Ibnu Abbas , ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam pernah melewati dua buah kuburan, lalu beliau bersabda: Ingat, sesungguhnya dua mayit ini sedang disiksa, namun bukan karena dosa besar. Yang satu disiksa karena ia dahulu suka mengadu domba, sedang yang lainnya disiksa karena tidak membersihkan dirinya dari air kencingnya. Kemudian beliau meminta pelepah daun kurma dan dipotongnya menjadi dua. Setelah itu beliau menancapkan salah satunya pada sebuah kuburan dan yang satunya lagi pada kuburan yang lain seraya bersabda: Semoga pelepah itu dapat meringankan siksanya, selama belum kering. (Shahih Muslim No.439)

Rabu, 30 Juli 2014

Perintah Sholat

Sesungguhnya perintah mendirikan Salat adalah wajib ...
Wajib bagi setiap muslim baik laki² ataupun perempuan yang masih hidup, sudah baligh dan masih ada kesadaran ...
Kewajiban sholat masih melekat selama muslim itu masih hidup, walaupun ia sakit, namun masih sadar (tidak pingsan atau tidak gila) ...
Namun ada kekhususan bagi wanita yg sedang haid dan nifas, untuk tidak sholat, bahkan diharamkan untuk mengerjakan sholat, hingga mereka suci dari haid dan nifas ...

Sholat didirikan dengan berdiri, kalau tidak mampu dengan duduk, kalau tidak mampu dengan berbaring ...
Namun apabila dng berbaring masih tidak mampu, maka bisa dengan isyarat (misal: dengan isyarat mata dan hati yg mengerjakan sholat)

Perintah sholat adalah wajib, bahkan sangat² dianjurkan untuk sholat berjamaah, jika menemui jamaah dimanapun kita berada ...
Sehingga bagi seorang laki² tidak dibenarkan sholat sendirian, padahal terdapat jamaah yang sholat ...
Sholat wajib berjamaah bagi seorang laki² selalu dikerjakan oleh Nabi SAW dan juga para sahabat beliau ...
Tidak pernah satupun sahabat beliau yang meninggalkan sholat fardlu berjamaah, kecuali orang² yang nyata kemunafikannya ...
Nabi SAW beserta para sahabat beliau selalu mengerjakan sholat fardlu secara berjamaah di Masjid ...

QS.2. Al Baqarah:

وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلوٰةَ وَآتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرْكَعُواْ مَعَ ٱلرَّاكِعِينَ

43. "Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'[shalat berjama'ah dan dapat pula diartikan: Tunduklah kepada perintah-perintah Allah bersama-sama orang-orang yang tunduk]."

Dalam KITAB SHAHIH BUKHARI telah dijelaskan mengenai Wajibnya shalat fardlu dengan berjama'ah:
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf berkata, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku ingin memerintahkan seseorang mengumpulkan kayu bakar kemudian aku perintahkan seseorang untuk adzan dan aku perintahkan seseorang untuk memimpin orang-orang shalat. Sedangkan aku akan mendatangi orang-orang (yang tidak ikut shalat berjama'ah) lalu aku bakar rumah-rumah mereka. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya seseorang di antara kalian mengetahui bahwa ia akan memperaleh daging yang gemuk, atau dua potongan daging yang bagus, pasti mereka akan mengikuti shalat 'Isya berjama'ah." (No. Hadist: 608 dari KITAB SHAHIH BUKHARI)

Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu: Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam, beliau bersabda: Ada tujuh golongan yang bakal dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah), seseorang yang hatinya bergantung kepada mesjid (selalu melakukan salat jamaah di dalamnya), dua orang yang saling mengasihi di jalan Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, seorang yang diajak perempuan berkedudukan dan cantik (untuk berzina), tapi ia mengatakan: Aku takut kepada Allah, seseorang yang memberikan sedekah kemudian merahasiakannya sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang dikeluarkan tangan kanannya dan seseorang yang berzikir (mengingat) Allah dalam kesendirian, lalu meneteskan air mata dari kedua matanya. (Shahih Muslim No.1712)

Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Aku tidak pernah melihat Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam membaca suatu ayat pun dalam salat malam sambil duduk kecuali setelah beliau sudah lanjut usia. Beliau membaca surat sambil duduk hingga ketika surat yang dibacanya tinggal tiga puluh atau empat puluh ayat, beliau membacanya sambil berdiri kemudian setelah itu beliau rukuk. (Shahih Muslim No.1205)

Sebaik-baik salat seseorang adalah di rumahnya sendiri, kecuali salat fardlu. Solat fardlu dilakukan di Masjid secara berjamaah:
Hadis riwayat Zaid bin Tsabit Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam membatasi suatu tempat dengan alas atau tikar. Lalu beliau keluar untuk salat di situ. Beberapa orang sahabat mengamati tempat tersebut dan lain waktu mereka datang untuk melakukan salat di tempat beliau itu. Pada suatu malam mereka datang dan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam tidak mau keluar menemui mereka. Lantas mereka berteriak mamanggilnya bahkan ada yang melempari pintu dengan batu-batu kecil. Dengan marah, Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam keluar menemui mereka dan bersabda: Kalian masih saja melakukan apa yang kalian buat sampai aku menyangka bahwa hal itu (salat sunat) akan diwajibkan kepada kalian. Kalian harus salat sunat di rumah kalian, karena sebaik-baik salat seseorang adalah di rumahnya, kecuali salat wajib. (Shahih Muslim No.1301)


Peliharalah semua waktu sholat wajib dan shalat wusthaa yakni shalat yang di tengah-tengah (waktu subuh dan asar), karena biasanya 2 waktu ini sangat sulit dikerjakan, karena masih nyenyak tidur atau sedang sibuk bekerja ...
Padahal pada 2 waktu ini terdapat banyak keutamaan apabila dikerjakan tepat pada waktunya secara berjamaah di Masjid ...
Dirikanlah Sholat dengan khusyu', jangan melakukan gerakan² diluar gerakan Sholat yang telah diajarkan Nabi SAW ...
Sedapat mungkin lakukan dengan berdiri, dan jangan malas ...
Sempurnakan ruku' dan sujud kita hanya untuk Allah SWT ...
Jangan terlalu cepat dalam mengerjakan sholat ...
Jadikan setiap gerakan itu terasa nyaman dan sejuk dihati, bukan dengan tergesa-gesa ...

QS.2. Al Baqarah:

حَـٰفِظُواْ عَلَى ٱلصَّلَوَٰتِ وٱلصَّلَوٰةِ ٱلْوُسْطَىٰ وَقُومُواْ لِلَّهِ قَـٰنِتِينَ

238. "Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa[shalat yang di tengah-tengah dan yang paling utama. Ada yang berpendapat, bahwa yang dimaksud dengan shalat wusthaa ialah shalat Ashar. Menurut kebanyakan ahli hadits, ayat ini menekankan agar semua shalat itu dikerjakan dengan sebaik-baiknya]. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'."

Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Suatu hari Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam mengimami salat kami. Usai salat beliau bersabda: Hai fulan, mengapa engkau tidak membaguskan salatmu(tidak khusyuk) ? Tidakkah orang yang salat merenungkan bagaimana salatnya? Sesungguhnya ia salat untuk dirinya sendiri. Demi Allah, sungguh aku dapat melihat belakangku, sebagaimana aku melihat depanku. (Shahih Muslim No.642)

Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu: Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam, beliau bersabda: Sempurnakanlah rukuk dan sujud, demi Allah, sesungguhnya aku dapat melihat engkau di belakangku (kemungkinan bersabda: yang di belakang punggungku) saat engkau rukuk atau sujud. (Shahih Muslim No.644)

Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Adalah Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dalam rukuk dan sujudnya banyak membaca: “Subhaanaka allahumma rabbanaa wa bihamdika, allahummaghfir li” (Maha suci Allah, ya Allah, ya Tuhan kami, dengan segala puji-Mu, ampunilah aku). Beliau menafsirkan perintah Alquran. (Shahih Muslim No.746)


Jika terdapat halangan ketika akan mengerjakan sholat, misalnya dalam keadaan takut oleh musuh atau dalam perjalanan yang tidak mungkin berhenti (misal didalam pesawat terbang), maka diperbolehkan mengerjakan sholat dikendaraan(yang kita tumpangi) yang sedang berjalan atau bergerak itu ...
Namun apabila sudah hilang ketakutan itu dan sudah tidak ada halangan lainnya lagi, misalnya sudah tidak dalam perjalanan, maka sholat² yang berikutnya dikerjakan dengan sempurna, seperti keadaan biasa ...
Selama dalam perjalanan, disunahkan mengqoshor sholat yang 4 rokaat menjadi 2 rakaat saja, kecuali ketika menjumpai jamaah penduduk setempat, maka seyogyanya mengikuti imam sholat (tentunya 4 rakaat)...
Diperbolehkan menjamak solat dhuhur dengan asar dan magrhib dengan isya' ...
Namun apabila sudah tidak dalam perjalanan, maka sholat²yang berikutnya dikerjakan dengan sempurna, seperti keadaan biasa ...
Banyaklah bertasbih dan istighfar karena kelemahan² dan kesalahan² kita ...

QS.2. Al Baqarah:

فَإنْ خِفْتُمْ فَرِجَالاً أَوْ رُكْبَانًا فَإِذَآ أَمِنتُمْ فَٱذْكُرُواْ ٱللَّهَ كَمَا عَلَّمَكُم مَّا لَمْ تَكُونُواْ تَعْلَمُونَ

239. "Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (shalatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui."

Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahu’anha, istri Nabi Shallallahu alaihi wassalam. ia berkata: Awalnya tiap salat diwajibkan dua rakaat, baik di kediaman (tidak sedang dalam bepergian) atau dalam perjalanan. Kemudian salat dalam perjalanan tetap (dua rakaat) dan salat di kediaman ditambah. (Shahih Muslim No.1105)

Hadis riwayat Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu: Dari Hafesh bin Ashim ia berkata: Ibnu Umar bercerita kepada kami, ia berkata: Hai keponakanku! Aku pernah menemani Rasulullah dalam suatu perjalanan beliau. Beliau salat tidak lebih dari dua rakaat hingga beliau wafat. Aku juga pernah menemani Abu Bakar dalam perjalanannya. Dia salat tidak lebih dari dua rakaat hingga ia wafat. Aku juga pernah menemani Umar. Dia salat tidak lebih dari dua rakaat hingga ia wafat. Aku temani Usman. Dia juga salat tidak lebih dari dua rakaat hingga ia wafat. Allah berfirman: Sesungguhnya dalam diri Rasulullah ada suri teladan bagi kalian. (Shahih Muslim No.1112)

Hadis riwayat Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam salat sunat ke arah untanya menghadap. (Shahih Muslim No.1129)

Hadis riwayat Abdullah bin Amir bin Rabiah Radhiyallahu’anhu: Bahwa ayahnya pernah menyaksikan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam melakukan salat sunat malam dalam suatu perjalanan di atas punggung hewan tunggangannya, ke arah hewan itu menghadap. (Shahih Muslim No.1137)

Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu: Dari Anas bin Sirin, ia berkata: Kami pernah bertemu dengan Anas bin Malik ketika ia tiba di Syam. Kami menjumpainya di Ain Tamar. Ketika itu aku melihat ia sedang salat di atas keledai dan menghadap ke arah kiri kiblat. Aku berkata: Aku melihat engkau salat menghadap bukan kiblat. Ia menjawab: Seandainya aku tidak melihat Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam melakukannya, niscaya aku tidak akan melakukannya. (Shahih Muslim No.1138)

Hadis riwayat Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Apabila Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam tergesa-gesa untuk bepergian, beliau menjamak (menghimpun) salat Magrib dan Isyak. (Shahih Muslim No.1139)

Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Apabila Rasulullah berangkat musafir sebelum matahari tergelincir (condong ke Barat), beliau menangguhkan salat Zuhurnya ke waktu Asar. Kemudian beliau berhenti singgah dan menjamak antara Zuhur dan Asar. Dan apabila ketika beliau pergi, matahari telah condong ke Barat (tergelincir), maka beliau melakukan salat Zuhur terlebih dahulu kemudian berangkat. (Shahih Muslim No.1143)

Hadis riwayat Jabir Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Aku ikut bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dalam pertempuran Dzaatur riqa. Suatu saat kami berada di dekat sebuah pohon yang cukup rindang sekali. Aku persilakan beliau beristirahat di bawahnya. Lalu datanglah seorang laki-laki dari kaum musyrik. Pada waktu itu pedang Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam digantungkan di atas pohon. Laki-laki itu lalu mengambil pedang Nabi Shallallahu alaihi wassalam dan menghunusnya. Kemudian ia bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam: Apakah engkau takut kepadaku? Beliau menjawab: Tidak. Laki-laki itu bertanya: Siapa yang akan menjagamu dari aku? Beliau menjawab: Allah yang akan menjagaku darimu. Pada saat itu para sahabat Rasulullah berhasil menggertak laki-laki tersebut, sehingga akhirnya ia memasukkan pedang itu ke sarungnya dan menggantungnya ke tempatnya semula. Setelah itu terdengar suara azan salat. Beliau lalu melakukan salat dua rakaat bersama satu kelompok kemudian mereka mundur. Lalu beliau melakukan salat dua rakaat lagi bersama kelompok lainnya. Jadi Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam melakukan salat empat rakaat, sementara para sahabat hanya dua rakaat. (Shahih Muslim No.1391)

Sesungguhnya sholat wajib ada 5 waktu, Isya, Subuh, Dhuhur, Asar, dan Maghrib ...
Begitulah yang diperintahkan Allah SWT melalui utusan-Nya, Nabi Muhammad SAW ...
Namun, ada juga segolongan orang yang merasa pintar, menyatakan sholat wajib itu hanya ada 3 waktu, yakni Subuh, Duhur, dan Isya ...
Kata mereka, Sholat wajib itu adalah subuh, duhur (asar tidak ada karena ditarik ke waktu duhur), kemudian Isya (Maghrib tidak ada karena ditarik ke waktu Isya) ...
Menurut mereka, mereka berdasarkan Al Qur'an (salah satunya dari:Al Israa':78) ...
Namun mereka mengabaikan perintah Nabi SAW. ...
Mereka merasa lebih pandai dan lebih pintar dari Nabi SAW, yang Al Qur'an diturunkan hanya kepada Nabi SAW ...
Mereka merasa lebih mengetahui daripada utusan Allah ...
Mereka merasa lebih dekat kepada Allah SWT daripada utusan yang dipilih-Nya sendiri ...

QS.17. Al Israa':

أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيْلِ وَقُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ إِنَّ قُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

78. "Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh[menurut Jumhur Ulama, ayat ini menerangkan waktu-waktu shalat yang lima. Tergelincir matahari untuk waktu shalat Zhuhur dan Ashar, gelap malam untuk waktu Magrib dan Isya]. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)."

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair berkata, telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Yunus dari Ibnu Syihab dari Anas bin Malik berkata, Abu Dzar menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Saat aku di Makkah atap rumahku terbuka, tiba-tiba datang Malaikat Jibril Alaihis Salam. Lalu dia membelah dadaku kemudian mencucinya dengan menggunakan air zamzam. Dibawanya pula bejana terbuat dari emas berisi hikmah dan iman, lalu dituangnya ke dalam dadaku dan menutupnya kembali. Lalu dia memegang tanganku dan membawaku menuju langit dunia. Tatkala aku sudah sampai di langit dunia, Jibril Alaihis Salam berkata kepada Malaikat penjaga langit, 'Bukalah'. Malaikat penjaga langit berkata, 'Siapa Ini? ' Jibril menjawab, 'Ini Jibril'. Malaikat penjaga langit bertanya lagi, 'Apakah kamu bersama orang lain? ' Jibril menjawab, "Ya, bersamaku Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.' Penjaga itu bertanya lagi, 'Apakah dia diutus sebagai Rasul? ' Jibril menjawab, 'Benar.' Ketika dibuka dan kami sampai di langit dunia, ketika itu ada seseorang yang sedang duduk, di sebelah kanan orang itu ada sekelompok manusia begitu juga di sebelah kirinya. Apabila dia melihat kepada sekelompok orang yang di sebelah kanannya ia tertawa, dan bila melihat ke kirinya ia menangis. Lalu orang itu berkata, 'Selamat datang Nabi yang shalih dan anak yang shalih.' Aku bertanya kepada Jibril, 'Siapakah dia? ' Jibril menjawab, "Dialah Adam Alaihis Salam, dan orang-orang yang ada di sebelah kanan dan kirinya adalah ruh-ruh anak keturunannya. Mereka yang ada di sebelah kanannya adalah para ahli surga sedangkan yang di sebelah kirinya adalah ahli neraka. Jika dia memandang ke sebelah kanannya dia tertawa dan bila memandang ke sebelah kirinya dia menangis.' Kemudian aku dibawa menuju ke langit kedua, Jibril lalu berkata kepada penjaganya seperti terhadap penjaga langit pertama. Maka langit pun dibuka'." Anas berkata, "Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyebutkan bahwa pada tingkatan langit-langit itu beliau bertemu dengan Adam, Idris, Musa, 'Isa dan Ibrahim semoga Allah memberi shalawat-Nya kepada mereka. Beliau tidak menceritakan kepadaku keberadaan mereka di langit tersebut, kecuali bahwa beliau bertemu Adam di langit dunia dan Ibrahim di langit keenam." Anas melanjutkan, "Ketika Jibril berjalan bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ia melewati Idris. Maka Idris pun berkata, 'Selamat datang Nabi yang shalih dan saudara yang shalih.' Aku bertanya kepada Jibril, 'Siapakah dia? ' Jibril menjawab, 'Dialah Idris.' Lalu aku berjalan melewati Musa, ia pun berkata, 'Selamat datang Nabi yang shalih dan saudara yang shalih.' Aku bertanya kepada Jibril, 'Siapakah dia? ' Jibril menjawab, 'Dialah Musa.' Kemudian aku berjalan melewati 'Isa, dan ia pun berkata, 'Selamat datang saudara yang shalih dan Nabi yang shalih.' Aku bertanya kepada Jibril, 'Siapakah dia? ' Jibril menjawab, 'Dialah 'Isa.' Kemudian aku melewati Ibrahim dan ia pun berkata, 'Selamat datang Nabi yang shalih dan anak yang shalih.' Aku bertanya kepada Jibril, 'Siapakah dia? ' Jibril menjawab, 'Dialah Ibrahim shallallahu 'alaihi wasallam.' Ibnu Syihab berkata, Ibnu Hazm mengabarkan kepadaku bahwa Ibnu 'Abbas dan Abu Habbah Al Anshari keduanya berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kemudian aku dimi'rajkan hingga sampai ke suatu tempat yang aku dapat mendengar suara pena yang menulis." Ibnu Hazm berkata, "Anas bin Malik menyebutkan, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kemudian Allah 'azza wajalla mewajibkan kepada ummatku shalat sebanyak lima puluh kali. Maka aku pergi membawa perintah itu hingga aku berjumpa dengan Musa, lalu ia bertanya, 'Apa yang Allah perintahkan buat umatmu? ' Aku jawab: 'Shalat lima puluh kali.' Lalu dia berkata, 'Kembalilah kepada Rabbmu, karena umatmu tidak akan sanggup! ' Maka aku kembali dan Allah mengurangi setengahnya. Aku kemudian kembali menemui Musa dan aku katakan bahwa Allah telah mengurangi setengahnya. Tapi ia berkata, 'Kembalilah kepada Rabbmu karena umatmu tidak akan sanggup.' Aku lalu kembali menemui Allah dan Allah kemudian mengurangi setengahnya lagi.' Kemudian aku kembali menemui Musa, ia lalu berkata, 'Kembalilah kepada Rabbmu, karena umatmu tetap tidak akan sanggup.' Maka aku kembali menemui Allah Ta'ala, Allah lalu berfirman: 'Lima ini adalah sebagai pengganti dari lima puluh. Tidak ada lagi perubahan keputusan di sisi-Ku! ' Maka aku kembali menemui Musa dan ia kembali berkata, 'Kembalilah kepada Rabb-Mu! ' Aku katakan, 'Aku malu kepada Rabb-ku.' Jibril lantas membawaku hingga sampai di Sidratul Muntaha yang diselimuti dengan warna-warni yang aku tidak tahu benda apakah itu. Kemudian aku dimasukkan ke dalam surga, ternyata di dalamnya banyak kubah-kubah terbuat dari mutiara dan tanahnya dari minyak kesturi."(No. Hadist: 336 dari KITAB SHAHIH BUKHARI)


Selain sholat wajib yang 5 waktu, masih ada lagi sholat tambahan yang sangat ditekankan untuk dikerjakan, yakni sholat tahajjud + witir ...
Sholat tahajjud dikerjakan 2 rakaat - 2 rakaat, paling sedikit 2 rakaat, dan sholat witir adalah sholat dengan bilangan rakaat ganjil ...
Waktu paling baik mengerjakannya adalah sepertiga malam terakhir, hingga mendekati waktu subuh ...
Jangan sampai meninggalkan sholat malam, walaupun hanya sempat sholat witir saja ...
Mudah-mudahan Allah meridloi dan mengampuni semua dosa² kita dan mengangkat kita ke tempat yang terpuji ...

QS.17. Al Israa':

وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَاماً مَّحْمُودًا

79. "Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji."

Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahu’anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam biasa melakukan salat malam sebanyak sebelas rakaat, satu rakaatnya adalah salat witir. Setelah selesai salat, beliau lalu membaringkan tubuhnya miring ke kanan sampai muazin mengumandangkan azan lalu beliau melakukan salat sunat dua rakaat dengan pendek. (Shahih Muslim No.1215)

Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam biasa melakukan salat malam. Apabila hendak melakukan salat witir beliau bersabda: Bangunlah dan lakukan salat witir, wahai Aisyah. (Shahih Muslim No.1228)

Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Tuhan kita Yang Maha Suci lagi Maha Luhur setiap malam turun ke langit dunia ketika malam tinggal sepertiga terakhir. Dia berfirman: Barang siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan kabulkan permohonannya. Dan barang siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya. (Shahih Muslim No.1261)

Hadis riwayat Abdullah bin Masud Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Dilaporkan kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam tentang seorang yang tidur pada malam hari sampai pagi. Beliau bersabda: Orang itu telah dikencingi setan kedua telinganya. (Shahih Muslim No.1293)

Selasa, 29 Juli 2014

Bentuk Kenikmatan Surga Dan Penghuninya

QS. 32. As Sajdah:

فَلاَ تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّآ أُخْفِىَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَآءً بِمَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

17. "Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan."


Telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Nashr Telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Al A'masy Telah menceritakan kepada kami Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, Allah Ta'ala berfirman: "Aku telah menyiapkan bagi hamba-hambaku yang shalih sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga dan tidak pernah terlintas dibenak manusia." Sebagai simpanan, biarkan apa yang diperlihatkan Allah pada kalian." Lalu beliau membaca ayat: "Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan (As Sajdah: 17). Abu Mu'awiyah berkata; dari Al A'masy dari Abu Shalih, Abu Hurairah membaca dengan lafazh 'Qurraat A'yun.' (No. Hadist: 4407 dari KITAB SHAHIH BUKHARI)

Ada seorang guru yg mengatakan kalau Surga yg ditempati Nabi Adam as. dulu sewaktu belum diturunkan ke dunia, sangat berbeda dng Surga yg akan ditempati para Mukminin kelak setelah Kiamat. Karena surga yg ditempati Nabi Adam as. dulu masih ada larangan2, sedangkan Surga yg kelak akan ditempati sama sekali tidak ada larangan, bahkan khamr yg didunia diharamkan, ternyata di Surga dihalalkan secara penuh.
Hal ini disebabkan kenikmatan yg tak terhingga akan didapatkan setelah kita mendapatkan banyak cobaan didunia ini, dan bagaimana tingkat ketakwaan kita kepada Allah SWT. Dan itu sudah Sunnatullah ...

Hadis riwayat Abu Hurairah, ia berkata: Dari Nabi, beliau bersabda: Allah berfirman: Aku sediakan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh sesuatu yang belum pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah didengar oleh telinga serta tidak terbesit dalam hati manusia. Bukti kebenaran itu terdapat dalam Alquran: Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (Shahih Muslim No.5050)

Diturunkannya keridaan Allah kepada penghuni surga, maka Dia tidak akan murka kepada mereka selamanya:
Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri: Bahwa Nabi Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Sesungguhnya Allah berfirman kepada penghuni surga: Hai penghuni surga! Mereka menjawab: Kami penuhi seruan-Mu wahai Tuhan kami, dan segala kebaikan ada di sisi-Mu. Allah melanjutkan: Apakah kalian sudah merasa puas? Mereka menjawab: Kami telah merasa puas wahai Tuhan kami, karena Engkau telah memberikan kami sesuatu yang tidak Engkau berikan kepada seorang pun dari makhluk-Mu. Allah bertanya lagi: Maukah kalian Aku berikan yang lebih baik lagi dari itu? Mereka menjawab: Wahai Tuhan kami, apa yang lebih baik dari itu? Allah menjawab: Akan Aku limpahkan keridaan-Ku atas kalian sehingga setelah itu Aku tidak akan murka kepada kalian untuk selamanya. (Shahih Muslim No.5057)

Bab: Tingkatan Surga (Tingkatan terendah banyak disebutkan di hadits bentuk kenikmatannya, namun untuk tingkatan tertinggi, Tidak seorangpun mengetahui bentuk kenikmatannya)
Telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Mu'awiyah bin Amru dan telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq dari Humaid mengatakan, aku mendengar Anas mengatakan; Haritsah gugur di perang Badar sedang ia masih berusia muda. Kemudian ibunya mendatangi Nabi Shallallahu'alaihiwasallam dan berujar; "Ya Rasulullah, engkau telah tahu tempat tinggal Haritsah daripada aku, kalaulah dia di surga, maka aku akan bersabar dan mengharap pahala, dan jikalau ditempat lain, akan kau lihat apa yang kulakukan". Maka Nabi bersabda: "apakah kamu mengira bahwa surga hanyalah satu tingkatan, sungguh surga mempunyai sekian banyak tingkatan, dan sungguh dia berada di surga Firdaus." (No. Hadist: 6068 dari KITAB SHAHIH BUKHARI)

Hadis riwayat Sahal bin Saad: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Sesungguhnya penghuni surga akan melihat ghurfah (tempat yang tinggi) di surga sebagaimana kalian melihat bintang di langit. (Shahih Muslim No.5058)

Bab: Rombongan yang pertama kali masuk surga itu seperti bulan purnama, sifat mereka dan pasangan mereka:
Hadis riwayat Abu Hurairah, ia berkata: Abul Qasim Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Sesungguhnya rombongan yang pertama kali memasuki surga itu bagaikan bulan purnama, kemudian rombongan berikutnya seperti bintang yang terang-benderang di langit. Masing-masing mereka berpasangan dua orang yang sumsum betisnya terlihat dari dalam daging dan di dalam surga tidak ada seorang pun yang tidak berpasangan. (Shahih Muslim No.5062)

Bab: Di Surga Tidak dapat Melihat Keluarga yg Lain (atau Istri yg bukan Istrinya Tdk dapat dilihat)
"Sesungguhnya di surga terdapat kemah yang terbuat dari mutiara yang berlubang. Panjang kemah itu enam puluh mil. Pada setiap sudut kemah itu ditempati oleh satu keluarga. Namun, mereka tidak dapat melihat (keluarga) yang lain. Dan, orang-orang mukmin mengelilingi mereka." Shahih: Al Bukhari (3243) dan Muslim (8/184).

Bab: Siapa yg meminum khamer di dunia dan tidak bertaubat, maka akan di haramkan baginya di akhirat
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Nafi' dari Abdullah bin Umar radliallahu 'anhuma bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa meminum khamr di dunia dan tidak bertaubat, maka akan di haramkan baginya di akhirat kelak."(No. Hadist: 5147 dari KITAB SHAHIH BUKHARI)

Abu Zakariya Yahya bin Durusta Al Bashri menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami, dari Ayyub, dari Nafi', dari Ibnu Umar, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Setiap yang memabukkan itu khamer dan setiap khamer itu haram. Barangsiapa yang meminum khamer di dunia, kemudian ia mati sedang ia kecanduan khamer, maka ia tidak akan meminumnya di akhirat." Shahih: Al Irwa' (8/41)

Bab: Panas dan dalamnya neraka Jahanam serta bagian tubuh yang dibakar api neraka:
Hadis riwayat Abu Hurairah: Bahwa Nabi Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Api kalian yang dinyalakan anak-cucu Adam adalah sepertujuh puluh dari panas api Jahanam. Para sahabat berkata: Demi Allah, bila sepanas ini saja sudah cukup wahai Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Beliau bersabda: Sesungguhnya panas api tersebut masih tersisa sebanyak enam puluh sembilan bagian, panas masing-masing sama dengan api ini. (Shahih Muslim No.5077)

Bab: Neraka akan dihuni para penindas dan surga akan dihuni orang-orang yang lemah:
Hadis riwayat Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Neraka dan surga saling berdebat, lalu neraka berkata: Aku dimasuki oleh orang-orang yang suka menindas dan sombong. Surga berkata: Aku dimasuki oleh orang-orang yang lemah dan miskin. Lalu Allah berfirman kepada neraka: Kamu adalah siksa-Ku, Aku menyiksa denganmu siapa yang Aku kehendaki. (Atau Allah berfirman: Aku menimpakan bencana denganmu kepada orang yang Aku kehendaki). Dan Allah berfirman kepada surga: Kamu adalah rahmat-Ku, Aku limpahkan rahmat berupa kamu kepada siapa yang Aku kehendaki. Dan masing-masing kamu memiliki penghuninya sampai penuh. (Shahih Muslim No.5081)

Hadis riwayat Anas bin Malik: Bahwa Nabi Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Neraka Jahanam selalu berkata: Apakah masih ada tambahan? Sehingga Allah Maha Suci lagi Maha Tinggi meletakkan telapak kaki-Nya, lalu Jahanam berkata: Cukup, cukup! Demi keagungan-Mu! Dan sebagiannya dikumpulkan kepada sebagian yang lain. (Shahih Muslim No.5084)

Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Pada hari kiamat, maut akan didatangkan seperti seekor biri-biri yang berwarna keputih-putihan. (Abu Kuraib dalam periwayatannya menambahkan: Lalu dihentikan di antara surga dan neraka. Kemudian keduanya sepakat tentang isi hadis selanjutnya.) Kemudian diserukan: Wahai ahli surga, apakah kalian mengenal ini? Lalu mereka menjulurkan leher untuk melihat ke arah sang penyeru, kemudian menjawab: Ya, itu adalah maut! Kemudian diserukan lagi: Wahai ahli neraka, apakah kamu sekalian mengenal ini? Lalu mereka menjulurkan leher untuk melihat dan menjawab: Ya, itu adalah maut! Kemudian diperintahkan agar maut (kambing) itu disembelih, lalu diserukan lagi: Wahai ahli surga, keabadian yang tidak akan ada kematian lagi! Wahai ahli neraka, keabadian yang tidak akan ada kematian lagi! Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam membacakan ayat: Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, yaitu ketika segala perkara telah diputus dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak pula beriman. Kemudian beliau menunjuk dunia dengan tangan beliau. (Shahih Muslim No.5087)

Hadis riwayat Abdullah bin Umar: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Allah memasukkan ahli surga ke dalam surga dan ahli neraka ke dalam neraka, kemudian seorang penyeru berdiri di antara mereka dan berseru: Wahai ahli surga, tidak ada kematian. Wahai ahli neraka, tidak ada kematian. Masing-masing kekal abadi di tempatnya. (Shahih Muslim No.5088)

Hadis riwayat Haritsah bin Wahab: Bahwa ia mendengar Nabi Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Maukah kalian aku beritahu tentang ahli surga? Para sahabat berkata: Mau. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Yaitu setiap orang yang lemah dan melemahkan diri, seandainya ia bersumpah demi Allah, pasti akan dilaksanakan. Kemudian beliau bertanya lagi: Inginkah kamu sekalian aku beritahukan tentang ahli neraka? Mereka menjawab: Mau. Beliau bersabda: Yaitu setiap orang yang kejam, bengis dan sombong. (Shahih Muslim No.5092)

Hadis riwayat Abdullah bin Zam`ah, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam pernah berkhutbah lalu menyebut seekor unta (milik Nabi Saleh) dan menyebutkan orang yang menyembelihnya kemudian membaca ayat: Ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka. Yang bangkit untuk membunuh unta itu adalah seorang yang terhormat di kalangan kaumnya, perusak dan kejam terhadap keluarganya, seperti Abu Zam`ah. Kemudian beliau juga menyebutkan kaum wanita dan memberikan nasihat untuk menghadapi mereka dan bersabda: Untuk apa seorang di antara kalian memukul istrinya. (Shahih Muslim No.5095)

Hadis riwayat Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Aku melihat Amru bin Luhai bin Qamaah bin Khindif, yakni nenek moyang Bani Kaab menarik ususnya di dalam neraka. (Shahih Muslim No.5096)

Bab: Kehancuran dunia dan manusia kelak akan dikumpulkan di hari kiamat:
Hadis riwayat Aisyah, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Pada hari kiamat manusia akan dikumpulkan dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang dan tidak berkhitan. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, kaum wanita dan lelaki semuanya akan saling memandang satu sama lain? Beliau bersabda: Wahai Aisyah, keadaan saat itu lebih menegangkan sehingga mereka tidak akan saling memandang satu sama lain. (Shahih Muslim No.5102)

Hadis riwayat Ibnu Abbas: Bahwa ia mendengar Nabi Shallallahu alaihi wassalam berkhutbah dan berkata: Sesungguhnya kalian akan menemui Allah dengan berjalan kaki, tidak beralas kaki, telanjang dan tidak berkhitan. (Shahih Muslim No.5103)

Hadis riwayat Abu Hurairah: Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam, beliau bersabda: Manusia akan dikumpulkan dalam tiga kelompok yang penuh harap dan rasa takut dan dua orang di atas satu unta, tiga orang di atas satu unta, empat orang di atas satu unta serta sepuluh orang di atas satu unta. Dan sisa mereka akan dikumpulkan bersama api neraka di mana setiap siang, malam, pagi dan sore hari selalu bersama mereka di mana saja mereka berada. (Shahih Muslim No.5105)

Bab: Orang mati akan diperlihatkan tempatnya kelak di surga atau neraka, kepastian siksa kubur dan permohonan perlindungan dari siksa kubur:
Hadis riwayat Ibnu Umar: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Sesungguhnya apabila seorang di antara kamu sekalian mati akan diperlihatkan tempatnya setiap pagi dan sore. Jika ia termasuk ahli surga, maka akan diperlihatkan surga, kalau termasuk ahli neraka, maka akan diperlihatkan neraka, lalu dikatakan: Inilah tempatmu nanti bila Allah telah membangkitkanmu di hari kiamat. (Shahih Muslim No.5110)

Hadis riwayat Abu Ayyub, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam keluar ketika matahari telah terbenam, kemudian beliau mendengar sebuah suara dan bersabda: (Itu suara) orang Yahudi yang sedang disiksa di dalam kuburnya. (Shahih Muslim No.5114)

Hadis riwayat Anas bin Malik, ia berkata: Nabi Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Sesungguhnya seorang hamba jika telah diletakkan di dalam kuburnya dan teman-temannya sudah meninggalkannya, ia akan mendengar suara sandal mereka. Kemudian ia didatangi dua malaikat lalu mendudukkannya dan bertanya: Apa pendapatmu tentang lelaki ini (Muhammad Shallallahu alaihi wassalam)? Adapun orang mukmin, maka ia akan menjawab: Aku bersaksi bahwa dia adalah seorang hamba Allah dan utusan-Nya. Maka dikatakan kepadanya: Lihatlah tempatmu di neraka, Allah telah menggantinya dengan tempat di surga. Lalu Nabi Shallallahu alaihi wassalam melanjutkan sabdanya: Maka ia dapat melihat keduanya. (Shahih Muslim No.5115)

Hadis riwayat Barra’ bin Azib: Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam, beliau membacakan firman Allah: Allah meneguhkan iman orang-orang mukmin dengan ucapan yang teguh. Kemudian beliau bersabda: Ayat ini turun mengenai siksa kubur. Ditanyakan kepada orang mukmin: Siapakah Tuhanmu? Ia menjawab: Tuhanku Allah dan nabiku Muhammad Shallallahu alaihi wassalam Itulah yang dimaksudkan dengan firman Allah: Allah meneguhkan iman orang-orang mukmin dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan dunia dan akhirat. (Shahih Muslim No.5117)

Bab: Penghitungan amal perbuatan (hisab):
Hadis riwayat Aisyah, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Barang siapa yang dihisab pada hari kiamat, maka ia akan disiksa. Aku bertanya: Bukankah Allah berfirman: Maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah. Beliau menjawab: Yang demikian bukanlah hisab, tapi itu hanyalah sekedar berdiri di hadapan Allah karena barang siapa yang diperiksa perhitungan amalnya di hari kiamat, maka ia akan disiksa. (Shahih Muslim No.5122)

Bab: Perintah berbaik sangka terhadap Allah ketika hampir mati:
Hadis riwayat Abdullah bin Umar, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Jika Allah menghendaki siksaan untuk suatu kaum, maka siksaan tersebut akan menimpa orang-orang yang ada di tengah-tengah mereka, kemudian mereka akan dibangkitkan sesuai dengan amalnya. (Shahih Muslim No.5127)

Minggu, 20 Juli 2014

Sunnahnya Puasa 6 Hari di Bulan Syawwal

Dari Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa (di bulan) Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan (puasa sunnah) enam hari di bulan Syawwal, maka (dia akan mendapatkan pahala) seperti puasa setahun penuh.” [HR. Muslim (no. 1164)]

Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan puasa sunnah enam hari di bulan Syawwal, yang ini termasuk karunia agung dari Allah kepada hamba-hamba-Nya, dengan kemudahan mendapatkan pahala puasa setahun penuh tanpa adanya kesulitan yang berarti.
Dan merupakan salah satu tanda diterimanya suatu amal ibadah oleh Allah, adalah dengan giat melakukan amal ibadah lain setelahnya [Lihat kitab Ahaadiitsush Shiyaam, Ahkaamun wa Aadaab (hal. 157)]
---------------------

Ada beberapa pendapat mengenai waktu kapan mulai berpuasa syawal. Namun yg terbaik adalah melakukan puasa syawal sehari setelah 'idul fitri (langsung) atau dilakukan segera setelah hari raya Idhul Fithri, yakni tgl 2 syawal hingga tgl 7 syawal (6 hari).
Hal ini termasuk bersegera dalam kebaikan, menunjukkan kecintaan kepada ibadah puasa serta tidak bosan mengerjakannya, dan supaya nantinya tidak timbul halangan untuk mengerjakannya jika ditunda.
Dan ibadah-ibadah sunnah merupakan penyempurna kekurangan ibadah-ibadah yang wajib, sebagaimana ditunjukkan dalam hadits-hadits yang shahih.
[Lihat kitab Ahaadiitsush Shiyaam, Ahkaamun wa Aadaab (hal. 158)]